https://news.detik.com/kolom/d-6224305/islam-puan--kepemimpinan-perempuan



 Islam, Puan & Kepemimpinan Perempuan

MH Said Abdullah - detikNews

Selasa, 09 Agu 2022 11:19 WIB
0 komentar
BAGIKAN
URL telah disalin
Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah
Foto: MH Said Abdullah (Dok Istimewa)
Jakarta -

Pandangan keagamaan yang dominan merujuk Al Qur'an secara 'tekstual' surat An 
Nisa' ayat 34 bahwa laki-laki lebih 'kuat' dan lebih berhak dalam kepemimpinan 
politik dibanding perempuan, serta hadis yang berbunyi 'tidak akan beruntung 
suatu kaum yang menyerahkan urusan negara pada perempuan (HR Bukhari)' telah 
mengalami proses 'koreksi' secara konseptual dan kontekstual dalam forum 
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Nusa Tenggara 
Barat (NTB) pada tahun 1997.

Munas Alim Ulama tersebut terkait 'bahtsul masail' tentang 'kedudukan perempuan 
dalam Islam' telah menghasilkan pandangan keagamaan bahwa Islam mengafirmasi 
kesetaraan hak politik antara laki-laki dan perempuan serta mengakui 
kelebihan-kelebihan tertentu pada diri perempuan saat menjadi pemimpin.

Salah satu pelopor dari keputusan hasil Munas di atas adalah Tuan Guru Turmudzy 
Badarudin, ulama kharismatik dan pengasuh pesantren Qomarul Huda dari NTB yang 
baru-baru ini, Kamis (28/7/2022), dikunjungi Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI 
Perjuangan.

Dalam konteks di atas itulah kunjungan Ahmad Basarah tersebut secara historis 
dan dalam konteks PDI Perjuangan memiliki makna sangat penting dan mendasar 
dalam konstruksi legitimasi keagamaan Puan Maharani dari sisi gender sebagai 
capres dari PDI Perjuangan dalam kontestasi pilpres 2024. Artinya, Puan 
Maharani memliki hak politik yang setara dengan para capres lain dari unsur 
laki-laki dari sudut pandang legitimasi keagamaan dalam perspektif keputusan 
'bahstul masail' Munas Alim Ulama di atas.

Pijakan doktrinnya adalah Al Qur'an surat Al Naml ayat 23 yang berbunyi: 
"Sungguh kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka dan dia 
dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar." Ayat ini 
saling berkait dengan satu ayat sebelumnya (ayat 22) dan satu ayat sesudahnya 
(ayat 24) dalam meneguhkan legitimasi keagamaan tentang keabsahan kepemimpinan 
perempuan dalam Islam.

Secara historis realitas kerajaan Islam tertua di Nusantara, yakni Aceh, dalam 
sejarahnya tidak memiliki problem keagamaan terkait kepemimpinan dan hak 
politik perempuan. Perempuan mendapatkan tempat dalam tradisi politik 
masyarakat Islam Aceh.

Terbukti kerajaan Islam Aceh pernah dipimpin empat perempuan selama kurun waktu 
1641 sampai dengan 1699, yakni Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam, Sri Ratu 
Nuqiatuddin Nurul Alam, Sr Ratu Zaqiyatuddin Inayat Sjat dan Sri Ratu 
Zainatuddin Kamal Syah.

Dengan demikian poin penting dari kunjungan Ahmad Basarah menemui Tuan Guru 
Turmudzy Badarudin di atas--yang menurutnya kunjungan tersebut atas perintah 
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan--adalah untuk meneguhkan 
kembali komitmen pandangan keagamaan tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan 
dalam kepemimpinan politik sebagaimana dulu pandangan keagamaan hasil Munas 
Alim ulama itu mendasari legitimasi para ulama atas penerimaan kepemimpinan 
Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI (2001-2004).

Oleh karena itu kontestasi Pilpres 2024 harus diletakkan dalam konteks 
kontestasi gagasan untuk 'fastabiqul khoirot', ruang kompetisi sehat dalam 
kerangka 'maslahatur roiyah', yakni memajukan kemaslahatan rakyat.

Inilah seharusnya menjadi 'concern' para pemimpin ormas Islam dan para politisi 
untuk menghindarkan kontestasi pilpres 2024 jauh dari 'sumpah serapah' 
berbungkus manipulasi dalil-dalil agama untuk pembenaran ketidakadilan gender 
dan serangan 'politik identitas' lainnya yang dalam kurun waktu 10 tahun 
terakhir menunjukkan tren dan kecenderungan makin menguat di ruang publik.

Demokrasi harus dijaga sebagai jalan mulia bagi peradaban bukan ruang 
menumpahkan nafsu politik menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan 
dengan ongkos sosial rusaknya sendi-sendi kebangsaan yang tak terperikan. 
Itulah tantangan politik kebangsaan kita hari ini.

MH Said Abdullah. Ketua Badan Anggaran DPR RI. Ketua DPP PDI Perjuangan.
(rdp/rdp)
puan maharani
kolom
2024
pilpres 2024

Baca artikel detiknews, "Islam, Puan & Kepemimpinan Perempuan" selengkapnya 
https://news.detik.com/kolom/d-6224305/islam-puan--kepemimpinan-perempuan.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/











-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220809200558.cba1e46b4653fc47ff7f7afc%40upcmail.nl.

Reply via email to