Energi baru China tumbuh pesat upaya capai tujuan karbon ganda
 Rabu, 10 Agustus 2022 07:59 WIB
 

Beijing (ANTARA) - Sektor energi baru China diperkirakan memiliki potensi 
pertumbuhan yang lebih besar pada tahun ini di tengah upaya negara tersebut 
mencapai tujuan karbon ganda.

Pertumbuhan sektor energi baru itu seiring dengan percepatan pembangunan 
berbasis pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga 
surya (PLTS) skala besar.

Di Urumqi, Ibu Kota Daerah Otonom Uighur Xinjiang, area barat laut China, 
pembangunan berbasis PLTB dan PLTS berjalan lancar dilakukan oleh China Huadian 
Corporation, dengan total kapasitas terpasang 1 juta kilowatt. Pembangunan 
tersebut menjadi PLTB dan PLTS skala besar pertama yang mendapatkan lampu hijau 
dari Pemerintah China.

Proyek tersebut juga diharapkan menghasilkan 2,5 miliar kilowatt-jam listrik 
hijau sembari menghemat konsumsi 830.000 ton batu bara standar dan mengurangi 
emisi karbon sebesar 2,1 juta ton.

Semua proyek sejenis pada batch pertama telah dimulai pembangunannya, sementara 
aftar batch kedua telah dirilis dengan mencakup sejumlah basis yang akan 
dibangun di Mongolia Dalam, Ningxia, Xinjiang, Qinghai, dan Gansu.

Para pakar percaya bahwa upaya mendorong basis energi baru akan secara 
signifikan memacu pengembangan industri energi baru.

Menurut data Administrasi Energi Nasional China, pada paruh pertama 2022, 
kapasitas terpasang PLTB dan PLTS China meningkat masing-masing 12,94 juta 
kilowatt dan 30,88 juta kilowatt serta mencakup 18,7 persen dan 44,7 persen 
dari total kapasitas baru.

Pakar di Dewan Kelistrikan China Jiang Debin mengatakan hal itu didorong oleh 
tujuan karbon ganda China, dimana sektor energi baru menjadi salah satu dari 
sedikit industri yang memiliki tingkat pemanfaatan tinggi tanpa menghasilkan 
kapasitas berlebih.

Su Xinyi, analis China Electric Power Planning & Engineering Institute, 
mencatat sektor energi baru akan melanjutkan ekspansi yang pesat di paruh kedua 
tahun 2022.

Kapasitas PLTB dan PLTS China yang baru dipasang setahun penuh diperkirakan 
akan menembus 100 juta kilowatt, sedangkan konsumsi listrik yang dihasilkan 
oleh kedua sumber energi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 12,2 persen 
dari total konsumsi listrik, kata Su.

Selain meningkatkan kapasitas pasokan energi, perusahaan-perusahaan di China 
berencana menggandakan investasi dalam proyek-proyek, termasuk tegangan 
ultratinggi, guna meningkatkan efisiensi konsumsi energi baru.

State Grid Corporation of China berencana menyuntikkan dana senilai 2,4 triliun 
yuan ke dalam sektor jaringan listrik selama periode 2021-2025 guna memajukan 
pembangunan sistem konsumsi energi baru.

China Southern Power Grid berencana menanamkan investasi aset tetap sebesar 125 
miliar yuan tahun ini, yang sebagian akan diarahkan untuk membangun proyek 
jaringan listrik pendukung untuk transmisi energi baru dan proyek pembangkit 
listrik tenaga air (PLTA) pumped-storage.

Berdasarkan data China Electric Power Planning & Engineering Institute, sektor 
energi baru China tercatat dapat mempertahankan efisiensi pemanfaatan tingkat 
tinggi pada H1 2022. Hingga akhir Juni, tingkat pemanfaatan tenaga angin secara 
nasional mencapai 95,8 persen, sedangkan tenaga surya mencapai 97,7 persen. 
Pewarta: Xinhua
Editor: Fransiska Ninditya

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BD8CA3A94EA54E6CAB26BE313FAAC934%40A10Live.

Reply via email to