Kemlu Tiongkok: 
Dubes Negara-negara Islam untuk Tiongkok Apresiasi Kebijakan Pengelolaan 
Xinjiang Tiongkok
2022-08-09 
14:41:06https://indonesian.cri.cn/2022/08/09/ARTIXvJbtbh85UOrCkraHxfB220809.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.4
Jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin hari Senin kemarin (8/8) memperkenalkan 
keadaan kunjungan delegasi diplomat negara-negara Islam untuk Tiongkok ke 
Xinjiang. Ia menyatakan, para duta besar menilai tinggi kebijakan pengelolaan 
Xinjiang pemerintah Tiongkok yang mengutamakan kepentingan rakyat, menghargai 
upaya besar dan hasil bernas Xinjiang di bidang pembangunan ekonomi dan 
persatuan nasional.

Delegasi diplomat negara-negara Islam untuk Tiongkok diundang untuk mengunjungi 
Xinjiang dari tanggal 1-5 Agustus lalu, dan sejumlah 30 duta besar dan diplomat 
negara-negara Islam untuk Tiongkok antara lain Aljazair, Guinea-Bissau, 
Mauritania, Arab Saudi dan Pakistan ikut serta dalam kunjungan kali ini.

Wang Wenbin memperkenalkan, selama kunjungan kali ini, delegasi menuju Kashgar, 
Aksu dan Urumqi, mengunjungi masjid, Institut Islam Xinjiang, komunitas warga, 
ladang kapas serta pusat pelatihan dan pendidikan, selain itu juga mengunjungi 
rumah keluarga Etnis Uygur, beramah-tamah dengan tokoh-tokoh agama, serta 
mengunjungi pameran perjuangan anti-terorisme dan de-ekstremisme Xinjiang. 
Mereka juga menyaksikan keadaan nyata berbagai etnis hidup berdampingan secara 
harmonis, kebebasan beragama yang sepenuhnya terjamin, serta prestasi 
pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan di Xinjiang.


Yang Mengubah Status Quo Taiwan Adalah AS
2022-08-09 14:40:20

Terkait dengan pernyataan juru bicara Departemen Luar Nergeri AS tentang isu 
Taiwan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa 
pers hari Senin kemarin (8/7) menunjukkan, AS terus berdalih tapi sulit 
menutupi kenyataan bahwa yang mengubah status quo dan meningkatkan ketegangan 
situasi Selat Taiwan adalah dirinya sendiri, yang melakukan provokasi adalah AS 
dan yang tidak bertanggung jawab adalah juga AS sendiri.

Jubir Tiongkok menyatakan, 4 bulan yang lalu, melalui berbagai jalur, Tiongkok 
telah berkali-kali menyatakan menentang kunjungan Pelosi ke Taiwan, Tiongkok 
menunjukkan bahwa tindakan itu secara serius melanggar prinsip Satu Tiongkok 
dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, merupakan eskalasi dari tindakan 
provokatif AS. Tiongkok tidak akan membiarkan hal tersebut, dan menegur AS 
untuk tidak berkhayal atau salah paham, segala konsekuensi yang diakibatkan 
oleh tindakannya harus dipikul oleh AS sendiri.


 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4BBD067E974D49F686964CADA8DBEB7E%40A10Live.

Reply via email to