Sri Mulyani minta Pertamina kendalikan BBM subsidi, demi jaga APBN
 Rabu, 10 Agustus 2022 20:30 WIB
 
Sri Mulyani mengisi PKKMB UI 2022. ANTARA/HO-Humas UI/pri.

Tentu saya berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, jadi 
supaya APBN tidak terpukul
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap PT 
Pertamina (Persero) mengendalikan volume penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) 
bersubsidi agar postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap 
terjaga.

"Tentu saya berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, jadi 
supaya APBN tidak terpukul," ujar Menkeu Sri Mulyani di depan awak media di 
Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani mengatakan peningkatan volume penyaluran BBM dapat menyebabkan 
alokasi subsidi dan kompensasi energi melebihi dari pagu anggaran APBN yang 
sebesar Rp502 triliun pada tahun ini.

"Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai Juli, tapi tagihannya nanti kalau 
volumenya tidak terkendali akan semakin besar di semester dua," ujar Sri 
Mulyani.

Pertamina mencatat penyaluran BBM jenis Pertalite hingga Juli 2022 sudah 
mencapai 16,8 juta kiloliter (kl). Dengan itu, kuota BBM bersubsidi hanya 
tersisa 6,2 juta kl dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta kl pada tahun 
ini.

Baca juga: Cegah subsidi energi melambung, pemerintah pastikan jaga pasokan BBM

Lalu Kementerian ESDM telah mengestimasikan volume penyaluran bisa mencapai 28 
juta kl pada tahun ini.

​​​​Di sisi lain Sri Mulyani mengatakan kenaikan harga minyak di tingkat dunia 
dan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dapat memberi tekanan 
terhadap APBN.

"Ini berarti akan ada tambahan di atas Rp502 triliun yang sudah kita sampaikan, 
belum harga minyak yang dalam APBN kita asumsikan 100 dolar AS per barel. 
Kemarin pernah sampai 120 dolar AS per barel, jadi itu juga akan menambahkan," 
ujar Sri Mulyani.

Dengan itu pihaknya sedang membahas masalah ini bersama dengan Pertamina, 
Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM. Pembahasan ini dalam upaya mencari 
langkah-langkah untuk mengamankan rakyat, mengamankan ekonomi dan mengamankan 
APBN.

Sebelumnya pemerintah telah merevisi subsidi dan kompensasi energi tahun ini 
menjadi sebesar Rp502 triliun yang terdiri dari subsidi energi sebesar Rp208, 9 
triliun, kompensasi energi sebesar Rp234, 6 triliun dan kurang bayar kompensasi 
energi tahun 2021 sebesar Rp108, 4 triliun.

Baca juga: Anggota DPR: Perbaiki basis data penerima subsidi BBM dan listrik
Baca juga: Kemenko Perekonomian pastikan pendaftaran BBM subsidi selalu 
dimonitor

  
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Risbiani Fardaniah

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E557AB00BC174A7F9690A0CF3F6AB445%40A10Live.

Reply via email to