Kuomintang sudah menjadi parpol tidak bertulang, sebagai partai oposisi tidak 
berani berterus-terang dan tegas menentang kebijakan Partai Demokrat Progresif, 
Tsai Yingwen yang berkuasa, sebaliknya ikutan kebijakan “Melindungi Taiwan 
dengan memusuhi Tiongkok”, ikut-ikutan anti-Tiongkok dengan gamblok AS dan 
terakhir ini ikut menyambut hangat kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, ...
Menghadapi aksi militer RRT mengepung pulau Taiwan dengan 7 wilayah terlarang 
untuk sasaran latihan-militer, sebagai protes keras terhadap kunjungan Pelosi 
di Taiwan, dan keluarkan keputusan 3 Membatalkan dan 5 Menghentikan sementara 
yang berati kontak hubungan RRT-AS diputus, STOP! Mestinya Koumintang bisa 
berperan menyalurkan suara banyak rakjat Taiwan TIDAK MAU PERANG, tidak hendak 
Taiwan di Ukraina-kan menjadi medan perang AS-RRT, menuntut kehidupan damai dan 
aman-tentram yang keras itu harus diperjuangkan dengan RRT! Apalagi menghadapi 
kenyataan penguasa Taiwan menunjukkan ketidak mampuan menghadapi aksi militer 
Tiongkok kali ini, dan, tidak ada negara asing, baik AS maupun Jepang yang bisa 
dan berani turun tangan membantu! 
Jadi, yang utama harus dipikirkan BAGAIMANA SELAMATKAN RAKYAT Taiwan! 
Selamatkan Taiwan dari perang! Ketidak seimbangan kekuatan militer bukan 
dipecahkan dengan terus membeli senjata sebanyak-banyaknya dan secanggih 
mungkin dari AS, ... Tapi, merubah kebijakan dari “Melindungi Taiwan dengan 
memusuhi RRT” menjadi “Melindungi Taiwan dengan berdamai, bersahabat dan 
berjuang bersama-sama dengan RRT disegala bidang, ...!” Bukankah banyak orang 
Taiwan merasa tenang, aman dan tentram hidup di masa 10 tahun Ma Yingjiu, ... 
kenapa harus dirusak oleh Tsai Yingwen dan dibiarkan bahkan direstui Kuomintang 
sendiri? Dimana peran partai oposisi? Bukankah kenyataan selama 40-an tahun 
terakhir ini, Taiwan sangat diuntungkan, lebih 40% PDB dan ditahun 2021 lebih 
170 Milyar USD dari RRT! Apa jadinya kalau hubungan ekonomi-perdagangan yang 
begitu baik dengan RRT dihancurkan akibat memushi dan dijatuhi sanksi bahkan 
ditutup habis oleh RRT, ... Apa dan bagaimana penguasa Taiwan bisa bertahan dan 
menyelamatkan kehidupan Rakyat Taiwan dengan lebih baik???  
Jadi, ... adanya kesempatan dan kemungkinan Andrew Hsia, wk. Ketua Kuomintang 
berkunjung ke Tiongkok, kenapa tidak gunakan kesempatan baik itu untuk 
berdialog, syukur bisa menemukan titik-temu PERDAMAIAN! Bukankah adanya 
kesempatan berdialog, bisa duduk dimeja perundingan akan jauh lebih 
menguntungkan ketimbang meningkatkan ketegangan dengan perang mulut dan 
aksi-aksi militer yang terjadi, ...
Salam-damai, ....!

Ketua Partai Oposisi Taiwan Kuomintang Disebut Kecewakan Publik Gegara 
Mengunjungi China
Rosi Maria
- Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:19 WIB
https://www.sinarharapan.co/internasional/pr-3854118745/ketua-partai-oposisi-taiwan-kuomintang-disebut-kecewakan-publik-gegara-mengunjungi-china
    

Ketua Partai Oposisi Taiwan Kuomintang Disebut Kecewakan Publik Gegara 
Mengunjungi China (Unsplash)

SINAR HARAPAN - KUNJUNGAN wakil ketua partai oposisi Taiwan Kuomintang di China 
daratan mulai Rabu (10/8) membuat marah pimpinan Partai Progresif Demokratik 
(DPP) yang berkuasa.

Kunjungan Andrew Hsia tersebut telah memicu kontroversi karena dilakukan di 
tengah tekanan militer dan ekonomi terhadap Taiwan yang dilakukan oleh China.

China melakukan tekanan sebagai balasan atas kunjungan Ketua DPR Amerika 
Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan yang dinilai bertentangan dengan kebijakan Satu 
China, tulis kantor berita Taiwan CNA.

Dewan Urusan China Daratan (MAC) Taiwan pada Selasa (9/8) malam menyatakan 
bahwa kunjungan Hsia sangat tidak tepat secara politis.

Baca Juga: Nyatakan Selesai Lakukan Pengujian Kapasitas Tempur, China Akhiri 
Latihan Militer di Sekitar Taiwan

Kunjungan itu menimbulkan kebingungan masyarakat internasional yang melihat 
cara pandang masyarakat Taiwan dalam menyikapi ancaman militer dari China, kata 
MAC.

Seperti dikutip oleh CNA, Pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen, yang juga Ketua Umum 
DPP,  pada Rabu mengatakan bahwa kunjungan pemimpin Kuomintang itu mengecewakan 
masyarakat Taiwan dan memberikan sinyalemen buruk kepada masyarakat 
internasional.

Hsia beralasan bahwa kunjungan itu adalah bentuk dukungan kepada para pebisnis 
asal Taiwan dan tidak akan terdampak oleh latihan militer China.

Menurut dia, di mata MAC tidak akan ada waktu yang tepat untuk berkunjung ke 
China daratan.

Baca Juga: China Rilis Buku Putih soal Taiwan, Tulis 'Taiwan Itu Milik China 
Sejak Zaman Kuno'

Andrew Hsia menambahkan bahwa kunjungannya ke Kota Xiamen, Provinsi Fujian, 
yang dipisahkan oleh Selat Taiwan, adalah untuk menghadiri forum bisnis dan 
bertemu masyarakat Taiwan yang belajar dan tinggal di wilayah selatan China 
daratan itu.

"Ini kunjungan apolitis yang bertujuan untuk mengetahui pandangan mereka dan 
memberikan bantuan," cuit Kuomintang di Twitter.

Ketua Umum Kuomintang Eric Chu membela koleganya dengan mengatakan bahwa 
partainya, komunitas internasional, dan Tsai sangat menginginkan perdamaian 
lintas-Selat sehingga dia menganggap kunjungan itu penting untuk membangun 
komunikasi dan pertukaran pandangan lintas-Selat.

Sementara itu, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Pemerintahan China, Ma 
Xiaoguang, mengatakan di Beijing bahwa kunjungan pemimpin Kuomintang tersebut 
sangat wajar.

Baca Juga: Belum Berakhir, China Perpanjang Masa Latihan Militer di Sekitar 
Taiwan

"Kunjungan delegasi Kuomintang ke China daratan merupakan hal yang wajar dan 
tidak masuk akal kalau dibesar-besarkan dengan niat jahat," ujarnya kepada pers.

Kedatangan Andrew Hsia ke Xiamen bersamaan dengan berakhirnya latihan militer 
China di sekitar Pulau Taiwan.

Di kota pesisir sebelah barat Selat Taiwan itu, Hsia menjalani masa karantina 
COVID-19 selama tujuh hari ditambah masa pemantauan kesehatan mandiri selama 
tiga hari.

Selesai karantina, Hsia akan bertemu para pebisnis asal Taiwan di kawasan muara 
Sungai Mutiara, muara Sungai Yangtze, dan tempat-tempat lainnya di China 
daratan.

Hsia diperkirakan akan kembali ke Taiwan pada 26 Agustus 2022, menurut laporan 
Global Times.***


Editor: Rosi Maria

Sumber: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B92C42B9B57247709DBD5A542DAF723B%40A10Live.

Reply via email to