https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2733-mengajar-pendidik-intoleran
Jumat 12 Agustus 2022, 05:00 WIB
Mengajar Pendidik Intoleran
Administrator | Editorial
Mengajar Pendidik Intoleran MI/Duta . KASUS-KASUS intoleransi tampaknya
masih akan terus timbul di negeri ini. Betapa tidak? Banyak kasus, bahkan yang
terjadi beberapa tahun belakangan ini, berlangsung di lingkungan lembaga
pendidikan. Terlebih pelakunya justru dari kelompok pendidik. Dalam pertemuan
dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Fraksi PDI Perjuangan di DPRD mengungkap
sejak 2020 telah menerima aduan kasus-kasus dugaan intoleransi di 10 sekolah
negeri di Ibu Kota. Pelakunya pun merupakan guru dan pihak pengurus sekolah.
Kasusnya beragam. Namun, seluruhnya terkait dengan toleransi menjalankan
keyakinan beragama. Mulai pemaksaan memakai jilbab kepada siswi hingga
kewajiban mengikuti pelajaran atau ritual keagamaan terhadap murid yang
beragama berbeda. Fenomena dugaan intoleransi di sekolah-sekolah negeri DKI
Jakarta itu menambah panjang deretan kasus serupa yang terjadi di
sekolah-sekolah negeri di berbagai daerah. Pada 2014, terjadi kasus pelarangan
penggunaan jilbab di beberapa sekolah di Bali, seperti SMPN 1 Singaraja dan
SMAN 2 Denpasar. Ada pula larangan hijab di SMAN 1 Maumere pada 2017 dan kasus
serupa di SD Inpres 22 Wosi Manokwari pada 2019. Kemudian, pada Juni 2019,
terbit surat edaran di SDN 3 Karang Tengah, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang
mewajibkan seluruh siswa mengenakan seragam muslim. Pekan lalu juga mencuat
kasus dugaan pemaksaan pemakaian jilbab di SMA Negeri 1 Banguntapan, Kabupaten
Bantul, DIY. Kita patut menduga masih banyak kasus lain yang sebagian besar
tidak terungkap ke publik. Padahal, semestinya lembaga pendidikan merupakan
wadah terdepan penyemaian bibit-bibit tenggang rasa serta saling menghormati
dalam keberagaman dan menjalankan keyakinan beragama. Melalui lingkungan
pendidikan, sikap toleran di tengah kebinekaan dapat dilakukan sejak dini agar
lebih kuat mengakar dalam diri anak-anak bangsa. Tujuan itu akan sulit tercapai
ketika sosok-sosok pendidik justru mempraktikkan perilaku intoleran di hadapan
anak didik. Kiranya masih relevan hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan
Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2018 yang menunjukkan
lebih dari separuh guru atau tepatnya 56,9% di berbagai tingkatan pendidikan
beropini intoleran. Survei tersebut kebetulan dilakukan terhadap 2.237 guru
muslim TK hingga SMA. Setelah melihat masih cukup banyak kasus dugaan
intoleransi di lingkungan sekolah, timbul pertanyaan apa yang menjadi
penyebabnya? Salah satu yang mesti diluruskan ialah perbedaan persepsi tentang
intoleransi itu sendiri. Para pendidik dan pengurus sekolah dalam berbagai
kasus dugaan intoleransi itu tampaknya tidak paham betul tentang sikap-sikap
yang termasuk intoleran. Pun, dalam kaitan menjalankan keyakinan beragama
misalnya, sebagian masyarakat masih menganggap toleransi hanya melibatkan
antaragama, bukan di antara sesama pemeluk agama yang sama. Akibatnya,
pemaksaan pemakaian jilbab kepada siswa muslim dinilai bukan sebagai tindakan
intoleran. Padahal, di situ juga ada perbedaan keyakinan dalam menjalankan
ajaran agama. Kasus pemaksaan jilbab hanya kerikil kecil, sedangkan batu
gunungnya contohnya intoleransi terhadap warga Ahmadiyah. Intinya pun sama
dengan sikap intoleran terhadap pemeluk agama lain, yakni memaksakan keyakinan.
Hal tersebut tentu tidak bisa dibiarkan dan mesti diperbaiki dengan mengajar
para pendidik. Itu mungkin perlu waktu yang tidak singkat. Pengarusutamaan,
pembelajaran, dan pemahaman terhadap moderasi beragama memerlukan proses dan
tahapan, termasuk melalui jalur pendidikan, agar terintegrasi ke dalam segala
aspek kehidupan.
Sumber:
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2733-mengajar-pendidik-intoleran
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220812230055.3707f950085a3cfedc0d4e1b%40upcmail.nl.