https://www.antaranews.com/berita/3055301/china-as-bisa-tingkatkan-pengerahan-militer-di-tengah-isu-taiwan?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home




China: AS bisa tingkatkan pengerahan militer di tengah isu Taiwan

Jumat, 12 Agustus 2022 21:04 WIB

Ilustrasi - Bendera China dan Taiwan ditampilkan di samping pesawat militer 
dalam ilustrasi yang dibuat pada 9 April 2021. (ANTARA/Reuters/Dado 
Ruvic/Illustration/as)
Istanbul (ANTARA) - China menyebut Amerika Serikat bisa meningkatkan pengerahan 
militernya di Selat Taiwan di tengah ketegangan kawasan itu.

“Saat ini, situasi di Selat Taiwan masih bergejolak. Kami akan waspada terhadap 
AS yang mengambil keuntungan dari situasi lintas selat untuk meningkatkan 
pengerahan militer dan mencoba menciptakan krisis yang lebih besar,” kata 
Menteri Luar Negeri China Wang Yi, merujuk pada kunjungan Ketua DPR AS Nancy 
Pelosi ke Taiwan pekan lalu.

Dia menuduh Washington melakukan "tiga kesalahan besar" termasuk "sangat 
mencampuri urusan dalam negeri China, memaafkan dan mendukung pasukan 
'kemerdekaan Taiwan', dan dengan sengaja merusak perdamaian di Selat Taiwan."

Pelosi berkunjung ke Taiwan pada 2 dan 3 Agustus 2022, meskipun Beijing telah 
memperingatkan bahwa pulau itu adalah “provinsi yang memisahkan diri” dan bahwa 
kunjungannya akan melanggar Kebijakan Satu China yang dianut negara itu.

Segera setelah Pelosi meninggalkan Taipei, Beijing meluncurkan latihan militer 
besar-besaran pada 4 Agustus yang berakhir pada Rabu (10/8).

Beijing juga memberi sanksi kepada Pelosi dan keluarga dekatnya atas perjalanan 
itu, mengesampingkan dialog militer dengan AS, serta menangguhkan kerja sama di 
bidang perubahan iklim, di samping enam "tindakan balasan" lainnya.

"Penyimpangan (yang dilakukan) Pelosi memuakkan, tidak hanya provokasi yang 
terang-terangan dan tidak masuk akal, tetapi juga lelucon politik yang pasti 
akan gagal," kata Wang dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri 
China pada Jumat.

Beijing menegaskan kembali kebijakannya yang menggunakan kekuatan untuk 
menyatukan Taiwan dengan China daratan, tetapi mengatakan proses damai akan 
menjadi prioritas utama untuk mencapai tujuan.

Wang memuji dukungan internasional untuk Kebijakan Satu China yang ditegaskan 
kembali oleh banyak negara setelah perjalanan Pelosi ke Taiwan.

“Langkah-langkah yang diambil oleh China juga menjaga norma-norma dasar 
hubungan internasional dan keadilan internasional," ujar dia.

"Bukan China yang mengubah status quo di Selat Taiwan, tetapi Amerika Serikat, 
yang mencoba 'menggunakan Taiwan untuk mengendalikan China'," kata dia, 
melanjutkan.

Wang juga membela “tindakan balasan” China, dengan mengatakan bahwa itu 
dilakukan “tepatnya untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan stabilitas 
regional.”

Dia mengatakan prinsip non-intervensi dalam urusan internal adalah "aturan 
emas" untuk hubungan antarnegara dan merupakan "senjata ajaib" untuk negara 
berkembang.

Sumber: OANA-Anadolu

Baca juga: China beri sanksi pada wakil menteri Lithuania yang kunjungi Taiwan
Baca juga: Pemimpin Kuomintang kunjungi China, otoritas Taiwan berang

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    Tag:
    ketegangan di Taiwan
    kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi
    Menlu China Wang Yi









-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220812230745.9deb5c15f795401f1f9216c7%40upcmail.nl.

Reply via email to