Menuju Kemerdekaan RI: 
Tanggal 13 Agustus Bocoran Telegram Kekalahan Jepang Diterima PTT Bandung
Banjar Chaeruddin
- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:01 WIB
    
https://www.sinarharapan.co/politik/pr-3854133378/menuju-kemerdekaan-ri-tanggal-13-agustus-bocoran-telegram-kekalahan-jepang-diterima-ptt-bandung

Kantor Pos, Teleepon dan Telegram di Bandung (dok)
SINAR HARAPAN--Sehari setelah pertemuannya dengan Marsekal Terauchi di Dalat, 
Vietnam, tiga tokoh nasional --Soekarno, Mohammad Hatta dan Radjiman 
Wedyodingrat-- kembali ke Indonesia.

Dalam kepulangannya ini mereka didampingi oleh Dokter Soeharto, kelak jadi 
dokter pribadi Soekarno. Menurut catatan, mereka menumpang pesawat fighter 
bomber bermotor ganda, milik tentara Jeopang.

Pertemuan Tiga Serangkai dengan Panglima Tentara Jeopang di Asia bagian Selatan 
itu menghasilkan beberapa poin kesemapatan. Yaitu:

Pertama, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada 
bangsa Indonesia.

Kedua, PPKI mengambil peran dalam pelaksanaan kemerdekaan tersebut.
Ketiga, pelaksanaan kemerdekaan akan segera dilakukan setelah semua persiapan 
selesai dilakukan.

Keempat, wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda.

Marsekal Terauchi juga mengatakan awalnya Jepang mengagendakan kemerdekaan 
Indonesia tanggal 24 Agustus. Namun setelah jatuhnya bom atom di Hiroshima dan 
Nagasaki, Terauchi mempersilahkan waktu yang tepat kepada para pemimpin 
Indonesia. “Kapan pun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” 
begitu kata Terauchi.

Pada akhir acara, Terauchi menyelamati ketiga tokoh bangsa dan memberikan 
jamuan minum teh dan makan kue-kue.

Dikutip dari blj.co.id, Jepang memang telah kalah, namuan pihaknya masih  
berupaya untuk menutupi kekalahannya yaitu dengan berupaya memperlambat 
penyebaran berita itu ke wilayah Asia.

Namun para operator telepon dan telegrap PTT dapat mengetahui berita penyerahan 
itu karena pesawat-pesawat penerima di Bandung tidak disegel. Telegram resmi 
dari Tokyo akhirnya diterima di Bandung pada tanggal 13 Agustus 1945.

Hal itu pun diteruskan melalui telegram yang dikirimkan kepada pernuda-pemuda 
Jakarta agar mereka mendesak pemimpin-pemimpin bangsa untuk mengumumkan 
kemerdekaan Indonesia. Jika kemerdekaan tidak segera diumumkan, Indonesia akan 
kehilangan momentum yang mungkin tidak akan ada lagi.

Dikisahkan, pada tanggal 13 Agustus itu sejumlah pemuda berkumpul di Asrama 
Prapatan 10, tempat yang biasa digunakan para tokoh pemuda berkumpul. Mereka 
antara lain Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis.

Mereka berusaha menyudun teks proklamasi kemerdekaan yang akan diserahkan 
kepada Soekarno dan Hatta setelah kedua tokoh tersebut tiba kembali dari 
Vietnam.

Sementara itu, di Tokyo berlangsung pertemuan pada 13 Agustus antara Dewan 
Penasihat Militer dan kabinet Jepang. Mereka berdebat mengenai jawaban atas 
tanggapan Sekutu, namun menemui kebuntuan.

Sekutu yang kesal karena Jepang belum secara resmi menyerah, mengira bahwa 
tentara Jepang sedang menyiapkan sebuah “serangan banzai habis-habisan.

Akhirnya, Presiden AS Truman memerintahkan untuk dilanjutkannya serangan udara 
terhadap Jepang dalam intensitas maksimum supaya para pejabat Jepang tahu bahwa 
pihak Sekutu benar-benar serius agar  Jepang dapat menerima usulan damai dari 
sekutu tanpa ditunda.

Pada tanggal yang sama, 13 Agustus 1945, sesuai dengan saran pakar operasi 
psikologis Amerika Serikat, pesawat-pesawat B-29 diberangkatkan untuk 
menjatuhkan selebaran-selebaran di atas Jepang. Selebaran-selebaran itu 
menjelaskan kepada ralyat Jepang tentang tawaran untuk menyerah dan sikap 
Sekutu. Selebaran-selebaran ini pun berdampak drastis terhadap proses 
pengambilan keputusan Jepang.

 
-

Selebaran yang dijatuhkan di Jepang setelah pengeboman atom Hiroshima. Dalam 
selebaran ditulis, sebagian isi: Rakyat Jepang sedang menghadapi musim gugur 
yang sangat penting. Tiga belas pasal mengenai penyerahan diberikan kepada 
pemimpin-pemimpin militer Anda sekalian oleh kami, aliansi tiga negara untuk 
mengakhiri perang yang sia-sia ini. Usulan ini diabaikan oleh pemimpin-pemimpin 
militer Anda sekalian. Amerika Serikat telah mengembangkan bom atom, yang tidak 
pernah dicobakan terhadap negara mana pun sebelumnya. Kami telah memutuskan 
untuk memakai bom yang mengerikan ini. Satu bom atom memiliki kekuatan 
destruktif sama dengan 2000 pesawat B-29.”

Editor: Banjar Chaeruddin

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/23E1804FD310463F9A8B41EEC856BEA2%40A10Live.

Reply via email to