https://www.antaranews.com/berita/3057221/indonesia-terima-penghargaan-irri-atas-capaian-swasembada-beras?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=top_news



Indonesia terima penghargaan IRRI atas capaian swasembada beras

Minggu, 14 Agustus 2022 12:46 WIB

Tangkapan layar - Direktur Jenderal International Rice Research Institute 
(IRRI) Jean Balie (kanan) saat menyerahkan penghargaan ke Presiden RI Joko 
Widodo atas keberhasilannya yang dinilai mencapai swasembada beras dan 
meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik, di Istana Negara, Jakarta, 
Minggu (14/8/2022). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/pri.
Jakarta (ANTARA) - Indonesia menerima penghargaan dari International Rice 
Research Institute (IRRI) atas keberhasilannya yang dinilai mencapai swasembada 
beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik.

"Kami senang berada di sini untuk merayakan capaian Indonesia dalam sektor 
agrikultur," kata Direktur Jenderal IRRI Jean Balie saat menyerahkan 
penghargaan di Istana Negara, Jakarta, Minggu.

Balie mengatakan pencapaian Indonesia itu merupakan langkah besar untuk 
menciptakan ketahanan pangan nasional, terutama di tengah kondisi geopolitik 
global. IRRI berkomitmen akan bekerja sama dalam jangka panjang untuk 
memperkuat sistem ketahanan pangan di Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyerahkan plakat kepada Presiden Jokowi 
sebagai bentuk pengakuan dan ucapan selamat atas keberhasilan Indonesia 
mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional," 
katanya.

Baca juga: Presiden tegaskan kembali pentingnya jaga pasokan pangan nasional

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan sejak 2015 
Indonesia telah banyak membangun bendungan, penampungan air hujan atau embung, 
dan jaringan irigasi.

Hingga kini, Pemerintah telah meresmikan 29 bendungan besar dan jumlahnya akan 
bertambah hingga mencapai 38 bendungan di akhir 2022. Kemudian, hingga 2024 
Pemerintah menargetkan jumlah bendungan yang akan diresmikan mencapai 61 
bendungan.

Pemerintah telah membangun 4.500 embung dan 1,1 juta jaringan irigasi dalam 
kurun waktu tujuh tahun terakhir. Menurut Jokowi, selain pemanfaatan berbagai 
varietas unggul padi, intensifikasi, dan ekstensifikasi, semua upaya itu 
memberikan hasil peningkatan produksi yang ada sekarang ini.

Baca juga: Pemerintah targetkan tanam 1 juta kelapa genjah di lahan tak 
produktif

Hasilnya, kata Jokowi, selama tahun 2019 hingga 2021, Indonesia konsisten 
memproduksi beras di angka 31,3 juta ton per tahun; dan dalam tiga tahun 
terakhir Indonesia sudah tidak mengimpor beras.

"Peningkatan dan konsistensi inilah yang saya lihat, dilihat oleh FAO, dilihat 
oleh IRRI; karena memang jumlah itu adalah jumlah yang riil. Inilah yang 
menyebabkan kenapa pada hari ini diberikan kepada kita sebuah sertifikat bahwa 
Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah 
swasembada pangan," ujarnya.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para petani Indonesia, pemerintah 
daerah, dan Kementerian Pertanian atas kerja keras serta riset-riset yang 
dilakukan. Jokowi menekankan kerja keras itu harus terus didorong sehingga 
Indonesia tidak hanya bisa memproduksi pangan untuk dalam negeri saja melainkan 
juga masuk ke pasar ekspor.

Baca juga: Presiden yakin Indonesia segera capai swasembada beras

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Fransiska Ninditya
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    Tag:
    Presiden Jokowi
    swasembada beras








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220814221341.59f1bbdc8c3d0a1f27755ab4%40upcmail.nl.

Reply via email to