wartakota di BaBe:
Sejarah Jakarta, Ternyata Etnis Tionghoa Punya Peran Penting Melawan P...
Klik untuk baca artikel:
http://share.babe.news/s/UNpvjUQwYR

Sejarah Jakarta, Ternyata Etnis Tionghoa Punya Peran Penting Melawan Penjajah 
Belanda
 
Wartakota
13 Agustus 2022 pukul 17.11
Follow
 
Buku Sejarah Singkat Kota Jakarta

Sejarah Jakarta ilustrasi peristiwa geger pecinan perlawanan Tionghoa terhadap 
Belanda 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Etnis Tionghoa ternyata memiliki peran besar dalam 
melawan penjajah Belanda di Jakarta. Peristiwa Geger Pecinan terangkum dalam 
Sejarah Jakarta. 

Sejarah Jakarta tentang Geger Pecinan itu dikutip dari Buku Sejarah Singkat 
Jakarta pada Sabtu (13/8/2022). 

Dalam Sejarah Jakarta, etnis Tionghoa masuk ke daratan Jakarta dari negeri 
Tiongkok sejak kota tersebut masih bernama Sunda Kelapa di abad ke-12. 

Mayoritas etnis Tionghoa saat itu di Tanah Sunda Kelapa ialah berdagang di 
pelabuhan yang dikuasi Kerajaan Sunda tersebut. 

Kemudian pada akhir abad ke-16 Belanda berhasil mengusai kawasan Jakarta yang 
saat itu bernama Jayakarta. 

Lalu Jayakarta yang berhasil direbut VOC berganti nama menjadi Batavia. Kota 
Batavia ini sebenarnya sangat kecil, yakni hanya di kawasan Kota Tua Jakarta. 

Kawasan itu mayoritas ditempati oleh orang-orang Belanda yang bermukim di 
Jakarta. 

Di era kolonialisasi, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. 
Kota itu menjadi pusat perdagangan dunia yang dikuasi oleh VOC. 

Untuk pembangunan kota, Belanda banyak mengimpor budak-budak dari belahan dunia 
lain. Misalnya saja seperti dari India, pesisir Malabar, Tiongkok, Maluku, 
Sulawesi, dan Bali. 

Dari suku-suku bangsa inilah kemudian tercipta etnis Betawi yang saat ini 
menjadi suku asli di Jakarta. 

Mereka mengisi kawasan-kawasan di Jakarta yang masih kosong seperti Pecinan, 
Pekojan, Kampung Melayu, Kampung Bandan, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan 
Manggarai. 

Hingga pada 9 Oktober 1740, terjadi kerusuhan di Batavia dengan terbunuhnya 
5.000 orang dari etnis Tionghoa. 

Berangkat dari peristiwa ini, banyak orang Tionghoa lari ke luar kota dan 
melakukan perlawanan terhadap Belanda. 

Peristiwa pembantaian etnis Tionghoa yang dilakukan oleh Belanda kemudian 
dikenal sebagai Geger Pecinan atau Tragedi Angke. 

Saat itu Pasukan Belanda menyerang rumah-rumah etnis Tionghoa dengan meriam. 

Kerusuhan etnis Tionghoa dan penjajah Belanda dipicu dari sikap represif 
pemerintah Hindia Belanda terhadap industri gula. 

Pendapatan etnis Tionghoa di industri gula di Batavia dicekik oleh kebijakan 
Hindia Belanda saat itu. Hal itu membuat etnis Tionghoa melawan dan membunuh 50 
orang dari pihak Hindia Belanda. 

Dalam perlawanan ini, etnis Tionghoa juga menggandeng etnis Jawa untuk melawan 
Hindia Belanda. 

Terhitung selama dua tahun lamanya etnis Tionghoa bersama etnis Jawa melakukan 
perlawanan terhadap pemerintahan Hindia Belanda.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E9E3168FA93740CBBA3735D7723B4348%40A10Live.

Reply via email to