KSP Jelaskan Maksud Jokowi Minta Tak Ada Lagi Politisasi Agama
Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 17:26 WIB
Jokowi di sidang tahunan MPR (YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti agar tak ada lagi politik 
identitas dan politisasi agama pada Pemilu 2024. Kantor Staf Presiden (KSP) 
menjelaskan pesan Jokowi tersebut berangkat dari situasi kontestasi politik 
yang cenderung memecah belah bangsa.
"Kompetisi politik tidak seharusnya menghalalkan segala cara yang destruktif," 
kata Deputi IV KSP Juri Ardiantoro dalam keterangan tertulis, Selasa 
(16/8/2022).

Baca juga:
Jokowi: Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama!

Juri mengatakan politik identitas dan politisasi agama merupakan bahaya laten 
yang perlu diwaspadai bersama, terutama menjelang momentum politik. Hal itu 
juga dinilai bisa menjadi akselerator bagi rontoknya konstruksi sosial yang 
melahirkan konflik horizontal berkepanjangan.


"Politik identitas dan agama yang dipolitisir, adalah formula yang sangat mudah 
untuk melakukan radikalisasi dan penyesatan masyarakat," ujar Juri.


Juri menyebut politik yang dibungkus agama selalu menjadi komoditas favorit 
menjelang pemilu seperti saat ini. Agama disebut dijadikan justifikasi untuk 
meraih tujuan politik dengan menjajakan politik identitas.

"Kepada siapa pesan itu diberikan? Kepada semua pihak, baik para elite politik 
maupun masyarakat umum. Keterbelahan politik di masyarakat adalah akibat dari 
perilaku politik para elit dalam berbagai level yang tidak sadar betapa 
berbahayanya politisasi agama dan politik identitas," imbuh Juri.

Baca juga:
Jokowi Bentuk Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Sebelumnya, Jokowi mengingatkan agar tak ada lagi politik identitas dan agama 
pada Pemilu 2024. Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan pidato dalam 
Sidang Tahunan MPR 2022 di gedung MPR, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (16/8).

"Adapun tahapan pemilu yang sedang dipersiapkan oleh KPU harus kita dukung 
sepenuhnya. Saya ingatkan, jangan ada lagi politik identitas. Jangan ada lagi 
politisasi agama," tegas Jokowi

Selain itu, Jokowi mengingatkan agar tak ada lagi polarisasi sosial dalam 
kontestasi politik. "Jangan ada lagi polarisasi sosial," sambung Jokowi.

Jokowi kehidupan berdemokrasi di Tanah Air harus makin dewasa. Dia pun 
mengucapkan terima kasih pada para tokoh dari berbagai kalangan yang dinilainya 
berkontribusi besar dalam memperkokoh persatuan.

"Demokrasi kita harus semakin dewasa. Konsolidasi nasional harus diperkuat. 
Terima kasih kepada ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh kebudayaan, 
yang berkontribusi besar memperkokoh fondasi kebangsaan, serta merawat 
persatuan dan kesatuan nasional," ucap dia.

Jokowi kemudian berharap semua lembaga negara mendukung terjaganya demokrasi 
dan mendukung upaya-upaya pengokohan ideologi Pancasila.

"Saya juga mengharapkan dukungan dari semua lembaga negara untuk menjaga dan 
membangun demokrasi di negeri tercinta ini, untuk memperkokoh ideologi bangsa," 
tutur Jokowi.

Simak Video: Wanti-wanti Jokowi soal Pemilu: Jangan Ada Lagi Politik Identitas!



(knv/fjp)

Baca artikel detiknews, "KSP Jelaskan Maksud Jokowi Minta Tak Ada Lagi 
Politisasi Agama" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-6238144/ksp-jelaskan-maksud-jokowi-minta-tak-ada-lagi-politisasi-agama.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7BF8F316F0D64A5098DC3809DC22ECD2%40A10Live.

Reply via email to