APAKAH BUNG KARNO HARI INI MASIH MEMILIKI KEBENARAN?
Marhaenisme adalah <https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi> ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia,dan bangsa atas bangsa (``exploitation de l´homme parl´homme et de nation sur nation``). <https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi> Ideologi ini dikembangkan oleh Presiden pertama <https://id.wikipedia.org/wiki/Negara_Republik_Indonesia> Negara Republik Indonesia <https://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno> Ir. Soekarno; dari pemikiran Marxisme , yang diterapkan dan di sesuaikan dengan natur dan kultur Indonesia. Marhaenisme diambil dari seorang petani bernama Marhaen, yang hidup di Indonesia dan dijumpai Bung Karno pada tahun 1926-1927. Soekarno mendeklarasikan Marhaenisme dengan maksut untuk mengangkat harkat hidup Massa Marhaen (terminologi lain dari rakyat Indonesia), yang memiliki alat produksi namun (masih) tertindas. Meski demikian, pengertian Marhaen juga ditujukan kepada seluruh golongan rakyat kecil yang dimaksud ialah <https://id.wikipedia.org/wiki/Petani> petani dan <https://id.wikipedia.org/wiki/Buruh> buruh ( <https://id.wikipedia.org/wiki/Proletariat> proletar) yang hidupnya selalu dalam cengkeraman orang-orang kaya dan penguasa Borjuis atau Kapitalis, yaitu kelompok Oligarki yang mendominasi kekuasaan NKRI, yang lazim disebut Oligarki Kekuasaan. Jadi suara hati nurani yang mendalam pada diri Bung Karno menolak keras adanya budaya ``exploitation de l´homme par l´homme``(penghisapan manusia atas manusia; dan bangsa atas bangsa); adalah mencerminkan suatu kesadaran spiritual atau religius; karena Bung karno beragama Islam,maka hati nurani yang mendalam pada Bung Karno tentu saja bedasarkan pada apa yang tercantum dalam Al Quran yaitu : Surat Al An´am ayat 145, yang mengatakan : ``HARAM`` hukumnya, memakan darah yang mengalir; Sama haramnya dengan memakan bangkai (mayat) atau babi. Dalam konteks ini saya berpendapat bahwa: Haram memakan darah yang menyalir, jangan hanya di pahami secara harfiah saja, tetapi harus juga dipahami secara hakiki (secara fungsional). Haram memakan darah yang mengalir, secara harfiah, sebagai contoh : misalnya jika seseorang melukai tubuh seseorang lain sehingga berdarah, lalu si pelakunya itu menghisap darah yang mengalir pada diri korbannya; maka proses itulah yang bisa dikategorikan sebagai proses memahami secara harfiah, artinya suatu proses yang mudah dilihat dengan mata telanjang. Sedangkan pemahaman secara hakiki mempunyai arti yang lebih dalam, artinya memahami secara fungsional . Ini di tunjukan dalam suatu proses terjadinya penghisapan darah yang mengalir dalam badan manusia (buruh dan tani) yang telah bererja keras namun hanya di gaji sangat kecil, yang tidak memadai untuk menjalankan kehidupan yang normal. Proses ini terjadi dalam kebijakan ekonomi politik kaum kapitalis, yang saat ini menggunakan apa yang di sebut upah minimum. Harap dipahami, bahwa adanya darah yang mengalir dalam tubuh kaum buruh dan tani, itu menandakan bahwa mereka itu hidup. Jadi bisa dipercaya bahwa kaum kapitalis dan tuan tanah (Borjuasi-Oligarki) akan mendapatkan sejumlah uang yang berlebih-lebihan, dengan cara menghisap darah yang mengalir dalam tubuh kaum buruh dan tani, dengan cara pemberian gaji yang sangat kecil, sehingga mereka bisa hidup mewah dan serba ada; Sedangkan dipihak lain kaum buruh dan Tani yang gajihnya sangat kecil selalu kekurangan pasokan makanan, karena kekurangan uang sehingga hidupnya sangat melarat, ibarat hanya mampu membayar sepotong lontong tanpa telur untuk sekali makan dalam sehari, karena kekurangan uang. Demikianlah kata Eben salah seorang orator dalam unjuk rasa di Sumut 2019. Dampaknya adalah akan mati pelan-pelan karena sakit dan kelaparan. Demikianlah jika kita mau melihat secara hakiki, melihat dampak fungsional dari penghisapan manusia atas manusia. Selain dari pada itu Menurut pengamatan saya teori Marhaenisme ciptaan Bung Karno juga sejalan dengan pemikiran Islamisme, yang tercermin dalam Surat AL Humanzah. Surat Al Humanzah adalah surat yang ke 104 semuanya turun di Mekah. Ini tertulis dalam Al Quran. Jumlah ayatnya ada 9. Di dalam surat itu (ayat 1-4) dikatakan : 1.Celakalah bagi setiap insan yang suka mengumpat dan mencela. 2. Celakalah orang-orang yang selalu menimbun-nimbung harta, dan menghitung-hitung kekayaan. 3. Dikiranya bahwa kekayaannya itu akan dapat mengabadikan hidupnya. 4. Tidak!. Dia akan dilemparkan ke dalam neraka Hutamah.(di kutib dari ALQURAN terbitan : ``Fa. SUMATERA, Jl. R. Dewi sartika 33 Bandung. cetakan ke IV.1978- Penyusun BACHTIAR SURIN, Jus 21-30. buku warna Biru. Ditanda tangani oleh An Kepala badan Litbang Lektur Agama H.SAWABI IHSAN: NIP:150012535. Menurut pengamatan saya orang yang selalu menimbun-nimbun harta, dan menghitung-hitung kekayaan menurut ilmu sosial disebut Kapitalis. Jadi jelas hati nurani yang murni mendalam pada Bung Karno adalah anti kapitalisme dan Feodalisme Teori Bung Karno tentang Marhaenisme mengacu pada terbentuknya suatu masyarakat Indonesia yang Merdeka, Berdaulat, Adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut Sosialisme Indonesia. Yaitu suatu masyarakat yang adil dan makmur, menentang adanya ``exploitation de l´homme par l´homme`` (penghisapan manusia atas manusia, dan bangsa atas bangsa). Menurut pengamatan saya penghisapan manusia atas manusia di Indonesia, sampai sekarang diabad ke 21 ini, masih tetap ada meskipun katanya Indonesia sudah Merdeka selama 77 tahun lamanya. Ini tercermin dalam dialektik hubungan ekonomi di Indonesia, di mana massa wong cilik (Marhaen) selalu menggantungkan hidupnya, dan tetap berada dalam posisi tertindas sebagai struktur terbawah dalam kondesi ekonomi Indonesia. Bisa dipercaya bahwa proses eksploitatif telah semakin mencengkam. Ini dibuktikan oleh adanya interaksi antara aktor-aktor ekonomi kuat , yaitu kelompok Oligarki ekonomi/Oligarki kekuasaan; dengan aktor-aktor ekonomi lemah (Marhaen), yang terdiri dari massa wong cilik yang mencari nafkah sebagai buruh pabrik, buruh tani, petani gurem, nelayan, buruh nelayan, pengusaha kecil dan aktor-aktor ekonomi skala kecil lainnya. Ini telah di buktikan antara lain dalam bentuk menurunnya tingkat upah riil buruh, menurunnya nilai tukar petani kecil, semakin banyaknya petani tak bertanah; dan semakin banyaknya tingkat pengangguran. Menurut pengamatan saya orang-orang yang menumpuk-numpuk harta itu adalah kelompok Oligarki, yang sekarang mendominasi kekuasaan di NKRI yang terus berkembang dan membangkitkan ideologi Neoliberalisme,yang melahirkan kapitalis neoliberal ; yang melakukan penindasan dan penhisapan terhadap kaum Buruh, Tani dan Rakyat Indonesia secara brutal mempraktekkan:``exploitation de l´homme par l´homme``, dalam tubuh NKRI dibawah payung hukum yang disebut upah minimum a´la kapitalis neoliberal, dengan alasan ``penghematan``( atau austerität). Menurut pengamatan saya orang-orang yang menumpuk-numpuk harta seperti yang diutarakan dalam ayat yang ke 2 dari Surat AL Humanzah tersebut diatas adalah orang-orang yang bermental Neoloberal, yang sekarang telah berkembang menjadi kapitalis neoliberal ; yang melakukan ``exploitation de l´homme par l´homme``, terhadap kaum Buruh, Tani dan Rakyat Indonesia; dengan cara menerbitkan Undang-Undang yang disbut upah minimum a´la kapitalis neolibera, dengan alasan ``penghematan`` atau ``(austerität)``. Sayangnya banyak orang yang masih tidak mengerti apa makna kata "penghematan" (austerität) yang sebenarnya; menurut dalil-ekonomi neoliberal; Kebijakan penghematan menurut dalil kapitalis-neoliberal, tidak terbatas dari pemotongan belanja negara seperti yang dilakukan di Inggris atau Yunani. Apa arti penghematan yang benar-benar penting untuk dicermati, menurut Tidjane Thiam, mantan ketua dewan manajemen Prudential Group, 2012 di Forum Ekonomi Dunia di Davos; mengatakan : Bahwa serikat buruh kuning, dan partai-partai politik oportunis adalah "musuh kaum muda", dan upah minimum adalah "suatu pengkhianatan besar yang bertujuan untuk pemusnahan lapangan kerja". Para tokoh multimiliuner yang sadar tanpa malu-malu membuka hak-hak pekerja dan keselamatan kerja yang layak bagi penghidupannya, tapi kebijakan seperti itu menurut budaya penghematan a´la neoliberal harus dihapus. Demikian pula proyek penghematan a´la neoliberal yang di praktekkan di Indonesia, alam konteks ini tercermin dalam Undang-undang Omnibus Law yang didalamnya terkandung Undang-undang Cipta kerja. Beginilah proyek penghematan a´la neoliberal yang di praktekkan di Indonesia, yang dalam konteks ini tercermin dalam :"Kenaikan sebesar 8,03% UMP (Upah Minimum Provensi) Sumut 2019, harus disamakan dengan seharga lontong tanpa telur," kata Eben salah seorang orator dalam unjuk rasa itu. Oleh karena itu jika bangsa ini jujur hendak menuju pada masyarakat yang adil dan makmur, maka kita harus mengatakan bahwa : Bung Karno masih memiliki Kebenaran!!!, oleh karena itu kita harus mengevaluasi kembali karya-karya beliau, atau setidak-tidaknya beliau harus diberi penghargaan dan diberi anumerta atas karya-karya beliau itu. Jadi bukan malah dilarang, dengan alasan karena karya bung Karno tentang Marhaenisme itu terkait dengan Marxisme. Larangan terhadap Marxisme itu tercantum dalam Tap.MPRS NO. XXV/1966, yang di dalam-nya terlekat larangan ajaran Marxisme dll. Dalam konteks Tap.MPRS NO. XXV/1966, saya berpendapat bahwa para pendukung Tab tersebut telah terjebak dalam sikap politik yang AMBIVALEN. Ini tercermin dalam sikap; di satu sisi mengatakan mendukung Pancasila, tapi di sisi lain mendukung MPRS NO. XXV/1966. Menurut pengamatan saya sikap seperti itu secara hakekat adalah merupakan sikap yang anti Pancasila, karena menurut Bung Karno dalam pidato ``Lahirnya Pancasila`` 1 Juni 1945, beliau mengatakan bahwa Negara Republik Indonesia didirikan bukan buat satu golongan saja, baik golongan kaya, melainkan ``dari semua untuk semua`` , Jadi artinya termasuk juga bagi warga negara Indonesia yang berfahan Marxisme. Tap.MPRS NO. XXV/1966 jutru mengecualikan warga yang berfaham Marxisme. Kita semua tahu bahwa Tap.MPRS NO. XXV/1966 itu hadir di era kekuasaan diktator militer Fasis, di bawah pimpinan Jenderal TNI AD Suharto yang lazim disebut ORBA, yang mengembangkan sitem ekonomi yang berbasis pada Idelogi Neolibrtalisme, yang sangat anti Pancasila. Jadi logis jika Rezim militer fasis itu menolak faham Marxisme,karena anti Kapitalisme, apa lagi Kapitalisme Neuliberal. Oleh karena itu sungguh relevan jika Gus Dur ketika menjabad sebagai RI 1 berkeinginan untuk menghapus Tap.MPRS NO. XXV/1966 dari UUD 45. Tapi aneh bin ajaib, bahwa sampai sekarang di abad 21 ini dan 24 tahun reformasi tapi masih banyak orang-orang yang mendukung 100% Dotrin poliotik militer fasis Orde baru, yang tercantum dalam Tap. MPRS No XXV/1966 yang anti Pancasila 1 Juni 1945. Tentang KARL MARX dan Marxisme Sekitar tahun 2008, Karl Marx (penulis Buku Das Kapital) memunculkan dirinya untuk berbisik: `` ia kembali ! `` Ini di umumkan oleh Londoner Time. Dalam konteks ini percetakan buku di Jerman melaporkan adanya kenaikan jumlah penerbitan buku Das kapital, yang meningkat sampai mencapai sekitar 300 persen, salah satu menteri dari pemerintah Merkel menyatakan bahwa, suara ``hati nurani ´´ dari Marx tidak salah. Di Jepang, buku ini menyebar kemana-mana. Di Perancis, foto Nicolas Sarokzy yang, membalik-balik edisi buku karya Marx (Das Kapital) diterbitkan dalam bahasa Perancis, di Indonesia Buku Das Kapital (karya Marx) juga diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dalam 3 jilit. Sayangnya di Indonesia pemilik Buku Das Kapital berpotensi terancam ditangkap polisi. Demikialah warna Demokrasi di NKRI era ``REFORMASI``, yang sudah berjalan selama 24 tahun lamanya. Menurut pengamatan saya pemicu mengapa Marx menulis karyanya (Das Kapital) itu adalah karena adanya krisis keuangan : Kapitalisme runtuh. Jadi tepatlah apa yang telah diprediksi oleh Marx, seperti yang dikatakannya itu. Kebenaran prediksi Marx di abad ke 21 ini tercermin dalam phenomena kehancurannya Kapitalisme Neoliberal (neolib). Kehancuran kapitalisme Neoliberal nampak jelas pada suatu peristiwa 15 Sebtember 2008, seperti yang dilapurkan oleh seorang penulis buku yang judul bukunya POST KAPITALISMUS; Grundrisse Kommenden Ökonomi Surkamp (Dasar rencana pejuangan ekonomi mendatang) Oleh PAUL MASON 2015. Dalam buku itu ditunjukkan bahwa pada tanggal 15 September 2008,dilaporkan tentang runtuhnya Bank investasi (Investmenbank), di New York. Pada hari itu menurut Paul, ada resesi (kemerosotan, keruntuhan) besar dalam Leman Brother: kemerosotan itu tercermin dalam, sebuah laporannya tentang penutupan 600 gerai (filiale) Starbucks. Yang mencerminkan adanya tekanan dalam sistem keuangan global, yang sudah enam minggu lamnya dilaporkan, bahwa akan terjadi keruntuhan bank besar. Yang dampaknya akan menyebabkan merosotnya Immobilionmark (real astate) Amerika mencapai titik terrendah. Keadaan seperti itu tercermin dalam harga rumah, yang ditawarkan seharga $ 8.000 dalam bentuk tunai. Keadaan seperti itu telah memberi kesan kuat untuk mengatakan ``Barang siapa menggali lubang ia sendiri yang akan tererosk didalamnya`` ini berarti bahwa : Kapitalisme dalam bentuknya yang sekarang ini, yaitu kapitalisme neoliberal akan menghancurkan dirinya sendiri. Oleh karena itu prediksi Marx sekarang ini harus dibenarkan,untuk mengevaluasi kembali karyanya (Das Kapital), atau setidak-tidaknya ia harus diberi penghargaan dan diberi anumerta atas karya-karya itu. Bagaimana di NKRI, bolehkah orang meniliki Buku Das Kapilat itu? Mark dan Agama: Karel Marx adalah keturunan Yahudi, dalam usia enam tahaun dia dibabtis masuk agama Kristen- Protestan, Marx hidup dari tahun 1818-1883. Menurut pengamatan saya, tuduhan bahwa ajaran ajaran Marxisme itu adalah ajaran yang anti agama, yang tercermin dalam ucapan Marx, yang mengatakan Agama sebagai Candu. Saya sudah pernah mendengar tuduhan seperti itu sekitar 70 tahun yang telah lalu dimasa muda di Indonesia dalam usia sekitar usia 18 tahunan dari bapak saya. Menurut catatan sejarah,yang pernah saya baca, sejak berusia 6 tahun MARX dibaptis masuk agama Kristen Protestan, jadi artinya Marx itu bukan seorang menganut ajaran ateisisme. Marx lahir dari keluarga Jahudi, bapaknya adalah seorang pengacara. Menurut pengamatan saya; Biasanya si pemberi ceramah atau si penuduh, menghubung-hubungkan dengan ucapan Karl Marx, yang mengatakan ``Agama sebagi candu`,` dalam konteks ini biasanya si penuduh atau si penceramah secara sengaja tidak mau mengatakan dalam konteks apa Karl Marx mengucapkan kata-kata demikian? Mengapa Karl Marx mengatakan ``Agama sebagai Candu``; Oleh karena pada saat itu Marx menyaksikan bahwa, lembaga dan penguasa agama menawarkan janji-janji sorga disamping derita dan kematian. Yang paling kesal lagi ketika Marx mengetahui bahwa para tokoh agama berkolusi dengan penguasa yang tiran yang menindas rakyat dan membodoh-bodohi rakyat. Menyaksikan penomena yang menjadikan, yaitu fenomena di mana agama digunakan sebagai tempat pelarian dari pergulatan sosial yang memerlukan penyelesain kongkrit,maka suara hati Marx dalam melihat hal itu mengatakan bahwa; Agama sebagai candu, yang menghilangkan derita sementara. Sedang akar persoalannya tak tersentuh sama sekali. Jadi menurut pengamatan saya, kritik Karl Marx bukanlah hakekat Tuhan dan Agama, tetapi adalah kritik terhadap praktek keberagamaan (Agama) yang tidak menyelesaikan akar penyakit derita yang dialami kaum tertindas di Dunia ini. Phenomena seperti itu juga terlihat di NKRI. Jadi dalam konteks ini jika kita benar-benar hendak memberantas komunisme, caranya mudah saja yaitu hancurkan sistem kapitalisme neoliberal; Bagi bangsa Indonesia kembali pada UUD 45 asli, khususnya Pasal 33 UUD 45, dan lakukan reformasi social secara mendasar. Dan hidupkan kembali Pola Demokrasi Pancasila (yang terdiri dari 5 sila Pancasila ) yang sudah dirusak dan diganti dengan Ideologi Neoliberalisme, yang dikemas dalam suatu badan yang disebut Badan Pembina Ideologi Pancasila,yang mereduksi Pancasila menjadi eka sila. Menurut pengamatan saya para penentang UU BPIP itu benar, tapi tampaknya keblinger dan salah sasaran,sehinga Ideologi Neoliberal lolos dari sasaran dan melenggang masuk, dan berhsil menggilas sistem ekonomi Pancasila yang berdasarkan Pasal 33 UUD 45 mati/lenap, dampaknya NKRI berpotensi untuk menjadi negara jajahan model baru. Jadi artinya Neoliberalisme inilah musuh NKRI yang sebenarnya, yang sudah ada di depan mata kita!!! Kesimpulan akhir: Menurut pendapat saya ``Suara Hati`` nurani yang murni pada Bung Karno, yang tertuang dalam Tulisan beliau yang mengajukan teori Marhaenisme tidak salah, meskipun teori itu dilatar belakangi oleh Teori Karl Marx, yang tertuang dalam bukunya yang berjudul DAS KAPITAL, yang mengkritik habis-habisan sistem ekonomi kapitalis, tentu saja ditentang oleh Kaum Kapitalis neoloiberal . Karena kaum kapitalis neoliberal tidak memiliki argumentasi yang kuat untuk melawan kritik Marx yang tertuang dalam Karya Das Kapital, maka cara yang paling efektif menurut nya (neolib) adalah membenturkan Marx dengan Agama, yang ujung-ujungnya telah menyebabkan hancurnya Ideologi Neoliberalisme itu sendiri. R.Roeslan. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/003601d8bbc1%2438ce3530%24aa6a9f90%24%40gmail.com.
