https://suaraislam.id/tata-kelola-kapitalistik-harga-telur-terus-melangit/
Tata Kelola Kapitalistik, Harga Telur Terus Melangit

29 Agustus 2022



Dalam dua pekan ini masyarakat dan pengusaha dibuat menjerit dengan
kenaikan harga telur. Di beberapa daerah seperti di Jawa Timur, berdasarkan
data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok
(Siskaperbapo) Jatim per 28 Agustus 2022, harga rata-rata telur ayam di
Jatim sebesar Rp29.483 per kilogram (*viva.co.id <http://viva.co.id>*), di
Jakarta sendiri harganya mencapai Rp32.000 per kilogram. Sedangkan di
Makassar, Sulawesi Selatan, harga telur sudah mencapai Rp60.000 per rak
naik 20 persen dari harga semula.



Kenaikan harga telur ayam ini pun disampaikan oleh Presiden Joko Widodo
sebagai akibat naiknya harga pakan ternak seperti jagung dan kedelai.
Dikutip dari *tempo.co <http://tempo.co>*, Presiden Joko Widodo menyebut
kenaikan harga telur yang belakangan terjadi diakibatkan berbagai hal.
Salah satunya karna harga pakan yang naik. Selain itu Jokowi juga
mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur dikarnakan adanya permintaan yang
tinggi pada komoditas tersebut (*tempo.co <http://tempo.co>*).



Mengenai kenaikan harga telur yang kini dirasakan oleh masyarakat, memang
disebabkan oleh harga pakan yang naik akibat ketergantungan impor. Ketua
Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo
mengatakan bahwa Indonesia memang masih mengandalkan beberapa bahan baku
pakan ternak dari pasokan impor. Desianto menambahkan meski volume bahan
baku protein impor hanya sebesar 35 persen dari formula pakan ternak namun
secara value, komposisi nilainya dapat mencapai 50-60 persen dari total
pakan yang dibuat. Kemudian ongkos logistik intenasional yang juga ikut
naik telah menyumbang kontribusi besar terhadap harga produksi pakan
(*cnbcindonesia.com
<http://cnbcindonesia.com>*).



Selain itu, tak dapat dipungkiri bahwa monopoli dan oligopoli oleh dua
perusahaan integrator unggas terbesar di dalam negeri juga menjadi penyebab
dalam kenaikan harga telur. Perusahaan integrator merupakan perusahaan
peternakan unggas terbesar yang memproduksi pakan ternak, DOC (daily old
chick), sapronak, budidaya ayam dan telur hingga produksi olahan. Mereka
benar-benar menguasai industri peternakan dari hulu ke hilir.

Tata kelola yang sarat akan kepentingan kapitalis inilah yang menjadi
alasan kuat melangitnya harga telur di pasaran. Faktor tersebut dan
keterikatan Indonesia dengan perjanjian internasional seperti WTO
menjadikan Indonesia tidak mandiri dan bergantung dari pada pangan luar
negeri.

Penerapan tata kelola sistem kapitalisme pada sektor peternakan hanya
menjadikan pemerintah ibarat wasit. Apalagi pemerintah yang lahir di sistem
kapitalisme berwatak materialis yang hanya ingin menguntungkan diri sendiri
dan orang elite disekitarnya. Maka tak heran, mereka cenderung berpihak
kepada korporasi daripada rakyat kecil.

Karna itulah umat sangatlah membutuhkan sistem alternatif yang ampu
mewujudkan kemandirian pangan. Rasulullah Saw pernah bersabda, *“Imam itu
adalah pengurus dan ia bertanggung jawab  terhadap rakyat yang
diurusnya.”* (HR.
Muslim dan Ahmad).

Islam yang berpandangan bahwa seorang pemimpin merupakan pengurus rakyatnya
lantas akan memberikan didikasi secara totalitas dalam pelayanan kepada
rakyat.

Pertama, negara akan menerapkan kebijakan menjaga stabilitas ketersediaan
pangan dari produksi, distribusi maupun menjaga keseimbangan penawaran dan
permintaan di pasar. Negara akan mendorong para petani dan peternak untuk
dapat mandiri dalam memenuhi pakan dan ketersedian pangan dalam negeri.
Salah satunya dengan pemberian subsidi benih tanaman pakan, pupuk hingga
bibit ternak terbaik yang diberikan oleh negara. Kedua, negara akan menutup
pintu impor dan permainan monopoli yang dilakukan oleh swasta asing.

Ketiga, diterapkannya hukum ekonomi Islam dimana akan melarang oknum
melakukan penimbunan, permainan harga, hingga pelaksanaan fungsi qadhi
hisbah yang akan memonitoring transaksi maupun menindaklanjuti
penyelewengan di pasar. Semua ini dapat berjalan baik jika ekonomi Islam
diterapkan dengan sempurna. *Waallahu ‘alam*.

*Azrina Fauziah S.Pt.,* *Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah*.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2AWH4V4x28XOCCLss-YLvSB2xhdODVDUvydcK1T9tiBAA%40mail.gmail.com.

Reply via email to