EMANG ADA YANG BISA LANJUTIN…? 
Anggota DPR RI Effendi Simbolon Jelaskan Pernyataan Jokowi 3 Periode: Kita 
Butuh Figur Kuat 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/emang-ada-yang-bisa-lanjutin-anggota-dpr-ri-effendi-simbolon-jelaskan-pernyataan-jokowi-3-periode-kita-butuh-figur-kuat/

Presiden Jokowi dan kaum tani. (Ist)
JAMBI – Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon memberikan keterangan terkait 
pernyataannya Presiden Jokowi 3 periode.

Hal tersebut disampaikannya saat ia menghadiri Pembukaan Musyawarah IV Lembaga 
Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, 
Jumat (26/8).

Effendi mengatakan belum ada figur yang kuat untuk menggantikan posisi Presiden 
Jokowi.

“Ya memang kalau melihat ke depan tantangan, seperti apa figur yang kita 
butuhkan. Bahkan kemarin di IG beliau (Jokowi) mengatakan kita butuh figur yang 
kuat, karakternya kuat, dasar dan juga kerja keras, itu siapa lagi kalau bukan 
beliau sendiri kan,” kata Effendi, Jumat (26/8)

Kepada Bergelora.com di Jambi dilaporkan, lebih lanjut, Effendi mengatakan akan 
ada kemungkinan bisa perpanjangan masa jabatan karena tidak adanya figur yang 
kuat.

“Jadi belum ada yang mengimbangi figur ke depan. Maka sangat realistis akan 
bisa berlanjut, bukan 3 periode ya tapi menambah 3 tahun. Agar proses 
pembangunan dan proses mengawal ketahanan ideologi itu betul-betul bisa mantap. 
Ini yang sangat kita perlukan, sebab tanpa stabilitas politik tidak bisa kita 
membangun, apa yang kita bangun,” pungkasnya. (Sandi)

SATU-SATUNYA WAKIL PEREMPUAN NIH…! 
Masuk Bakal Calon Presiden PAN, Nama Puan Maharani Makin Berkibar 
ByTim 
Redaksi0https://bergelora.com/satu-satunya-wakil-perempuan-nih-masuk-bakal-calon-presiden-pan-nama-puan-maharani-makin-berkibar/

Puan Maharani. (Ist)
JAKARTA- Nama Puan Maharani nampaknya semakin berkibar. Terlebih dalam Rapat 
pimpinan nasional (Rapimnas) PAN, Mbak Puan, begitu cucu proklamator ini akrab 
disapa, masuk menjadi salah satu dari 9 bakal calon presiden (bacapres) yang 
akan diusung PAN di Pilpres 2024.

Mengomentari hal ini, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi 
Prayitno menilai langkah PAN memasukan Puan sebagai upaya menjaga hubungan 
baik. Namun demikian, dia menyebut PAN tetap memasukan Ganjar Pranowo agar 
menyeimbangkan realitas politik PDIP dan publik.

“PAN terlihat ingin mengawinkan keseimbangan politik antara realitas elite PDIP 
dan realitas publik. Satu sisi memasukkan Puan sebagai variabel menjaga 
hubungan baik dengan elitenya. Karena sampai saat ini sangat terlihat semua 
elite PDIP konsisten mendukung Puan maju pilpres. Satu sisi lainnya PAN 
memasukkan Ganjar sebagai realitas politik bahwa Ganjar elektabilitasnya kuat 
yang dominan di survei pilpres,” ujar Adi pada wartawan, Senin (29/8/2022).

Dijelaskan Adi, langkah Zulhas ini juga demi untuk menghindari perang terbuka 
dengan PDIP. Dia menyebut PAN tidak ingin senasib dengan NasDem yang hanya 
membacapreskan Ganjar Pranowo.

“PAN sepertinya tak mau seperti NasDem yang perang terbuka dengan PDIP lantaran 
usung Ganjar sebagai nominator capres, tanpa menyertakan nama Puan,” katanya.

“Itu dianggap mendahului keputusan politik PDIP. Dengan masukkan nama Puan plus 
Ganjar, tentu PDIP tak merasa dilangkahi. Bahkan PDIP pasti berterima kasih ke 
PAN karena menjadi satu-satunya partai yang menominasikan Puan sebagai capres. 
Partai lain tak ada,” kata Adi.

Kemudian, Adi melihat Zulhas juga tengah berupaya untuk membuka jalan bagi PDIP 
untuk berkoalisi dengan PAN. Menurutnya ini semacam penegasan dari PAN.

“Ini semacam landasan pacu bagi PAN yang siap terbuka berkoalisi dengan PDIP. 
PAN satu-satunya partai KIB yang aktif bangun komunikasi dengan PDIP. Ini 
menjadi penegas PAN siap berkoalisi dengan PDIP,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi juga mengomentari pertemuan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan 
Maharani dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang merupakan upaya 
mengkomunikasikan potensi kedua parpol untuk membuat satu poos koalisi untuk 
Pemilu 2024.

“Tentu ini bagian komunikasi politik apakah di 2024 Nasdem bisa jalan bareng 
lagi dengan PDIP atau milih berbeda,” ujar Adi.

“Ini semacam penegasan ulang apakah kedua partai bisa kerja sama atau tidak,” 
sambungnya.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, menurut Adi, gesture politik yang 
ditunjukkan Paloh dan Puan dalam pertemuan di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta 
Pusat, Senin (22/8), merupakan komunikasi awal menuju koalisi.

Sebab, dia melihat ada potensi Nasdem tidak sepakat dengan PDIP dalam hal sosok 
calon presiden (Capres) yang akan diusung di Pilpres 2024. (Calvin G. 
Eben-Haezer)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DA2DB023B84B4BE8A8A2EA8B43D3EB00%40A10Live.

Reply via email to