Laporan dari China
Dubes ajak Dongfeng dan Liugong kembali investasi di Indonesia
 Kamis, 1 September 2022 22:13 WIB
 
Para pekerja tampak sibuk di lini produksi di pabrik Dongfeng Passenger Vehicle 
Company di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 24 Maret 2020. 
ANTARA/XINHUA/Xiao Yijiu/aa.

Beijing (ANTARA) - Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengajak dua 
perusahaan yang berkedudukan di Kota Liuzhou, Daerah Otonomi Guangxi, yakni 
Dongfeng dan Liugong, kembali berinvestasi di Indonesia.

"Dua perusahaan tersebut sebelumnya pernah berinvestasi di Indonesia. Kami 
berharap dengan pulihnya situasi ekonomi, kedua perusahaan tersebut kembali 
lagi berinvestasi di Indonesia," katanya di Beijing, Kamis.

Sebelumnya, Dubes mendapatkan kesempatan melakukan kunjungan ke fasilitas 
manufaktur Dongfeng Liuzhou Motor dan Liugong.

Dongfeng memproduksi kendaraan komersial dan penumpang, seperti bus dalam 
berbagai ukuran berbasis energi terbarukan, sedangkan Liugong memproduksi 
alat-alat berat.

Liu Xiaoping selaku Deputy General Manager Dongfeng Liuzhou Motor menyambut 
positif ajakan Dubes tersebut.

"Produk kendaraan komersial Dongfeng pernah masuk ke Indonesia sekitar 10 tahun 
yang lalu, tapi kemudian terhenti. Kami berharap dapat masuk kembali ke pasar 
Indonesia dengan produk truk komersial bertenaga listrik," ucapnya kepada Dubes.

Sementara Liugong memiliki anak perusahaan OVM Liugong yang pernah terlibat 
pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, di antaranya Simpang Susun 
Semanggi di Jakarta pada 2017, Tol Layang AP Pettarani di Makassar (2020) dan 
Jembatan Sei Alalak, Banjarmasin (2021).

"Melalui PT Liugong Indonesia, kami ingin menunjukkan komitmen jangka panjang 
kepada para distributor dan pelanggan kami," kata Vice Chairman Liugong Huang 
Haibo

Liugong memproduksi alat berat, seperti ekskavator, buldoser, dan wheel loader, 

Perusahaan tersebut memasok alat-alat berat pada proyek pembangunan jaringan 
kereta api cepat Jakarta-Bandung.  

Baca juga: Untuk pertama kali KBRI Beijing punya Atase Investasi

Baca juga: China gandeng Indonesia genjot mobilitas listrik dengan investasi 
hampir 6 miliar dolar
  
Keterbukaan disebut perkuat produksi Tesla di China
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A7997FA7ABE0418EA4469F3937400181%40A10Live.

Reply via email to