https://www.beritasatu.com/news/972143/amnesty-international-soroti-pembentukan-dewan-keamanan-nasional?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=NewsletterB1


Amnesty International Soroti Pembentukan Dewan Keamanan Nasional

Sabtu, 3 September 2022 | 00:22 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS <https://www.beritasatu.com/fana-f-suparman>

[image: Usman Hamid.]

Usman Hamid. (Foto: Antara)

*Jakarta, Beritasatu.com* - Direktur Amnesty International Indonesia
<https://www.beritasatu.com/tag/amnesty-international-indonesia>, Usman
Hamid <https://www.beritasatu.com/tag/usman-hamid> menyoroti rencana
pembentukan Dewan Keamanan Nasional
<https://www.beritasatu.com/tag/dewan-keamanan-nasional> atau DKN
<https://www.beritasatu.com/tag/dkn> dan rencana revisi UU TNI
<https://www.beritasatu.com/tag/uu-tni>. Usman mencurigai, pembentukan DKN
dan revisi UU TNI bisa membenarkan pendekatan koersif atau pengendalian
sosial dengan tindakan memaksa dan kekerasan atas nama keamanan.

"Pemerintah Jokowi bisa jadi berkaca pada pengalaman di dua dekade terakhir
di dunia, atas nama keaamanan nasional penanganan kelompok-kelompok radikal
dilakukan dengan pendekatan koersif inilah yang sering memproduksi
pelanggaran-pelanggaran HAM," ujar Usman Hamid saat diskusi Imparsial
bertajuk "Menyoal Pembentukan Dewan Keamanan Nasional dan Revisi UU TNI" di
Jakarta, Jumat (2/9/2022).

"Saya khawatir bahwa pembentukan DKN ini membenarkan pendekatan koersif
untuk kelompok-kelompok radikal sehingga mengakibatkan
pelanggaran-pelanggaran ham di Indonesia," tutur Usman menambahkan.

*BACA JUGA : **Pembentukan Dewan Keamanan Nasional Dinilai Tidak Mendesak
<https://www.beritasatu.com/news/970787/pembentukan-dewan-keamanan-nasional-dinilai-tidak-mendesak>*

Selain itu, Usman mengaku khawatir pembentukan Dewan Keamanan Nasional
hanya ditujukan untuk mengamankan kepentingan-kepentingan yang sifatnya
ekonomi dan bisnis. Apalagi, kata dia, dalam kajian-kajian keamanan
nasional, tantangan global saat ini cenderung pada kepentingan-kepentingan
yang sifatnya ekonomi dan investasi.

"Pemerintahan hari ini saya khawatir pembentukan DKN hanyalah bentuk
kebijakan represif yang ingin ditujukan untuk kepentingan-kepentingan
ekonomi dan investasi untuk pembangunanan," katanya.

*BACA JUGA : **Dikritik, Rencana Pembentukan Dewan Keamanan Nasional
<https://www.beritasatu.com/news/970385/dikritik-rencana-pembentukan-dewan-keamanan-nasional>*

Usman juga menilai pembentukan Dewan Keamanan Nasional sebenarnya tidak
sejalan dengan mandat UU Pertahanan. Sejak Tahun 2002, kata dia, UU
Pertahanan justru mengamanatkan pembentukan Dewan Pertahanan Nasional atau
DPN, bukan DKN.

"Tugas DPN ini untuk memberikan masukan tentang kebijakan-kebijakan
strategis di bidang pertahanan, harusnya ini dulu dibentuk bukan membentuk
DKN," kata Usman.

Sumber: BeritaSatu.com

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CODT7vmA%2BJMViQWWONW7Cpx2EuJCBn9qt3fX%2BQ4pp%2B1Q%40mail.gmail.com.

Reply via email to