GANYANG MALAYSIA…! 
PRT Asal Indonesia Disiksa Majikan yang Ternyata Polisi Malaysia, 
Dubes RI Tagih Keseriusan Negeri Jiran 
ByTim Redaksi6 September 20220
JAKARTA- Kasus yang dialami Zailis, pekerja migran Indonesia yang disiksa di 
daerah Batu Caves menjadi tes keseriusan Pemerintah Malaysia menjalankan nota 
kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani pada 1 April 2022.
“Ya, tergantung pada penyelesaian kasus inilah, ya. Ya, tentu kami akan 
memberikan masukan kepada Jakarta. Kami tidak ingin juga kasus ini seperti 
kasus-kasus sebelumnya, banyak ketidakadilan dialami oleh pekerja migran kami,” 
kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono, Selasa (6/9/2022).

Hermono mengatakan, kasus yang menimpa Zailis, warga negara Indonesia berusia 
46 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di daerah Batu Caves 
di Kuala Lumpur itu sebagai tes atau ujian bagaimana pemerintah Malaysia 
betul-betul serius menjalankan MoU tersebut.

“Ada staf khusus Perdana Menteri yang menghubungi saya. Dia jamin ini akan 
diselesaikan secara hukum, enggak peduli siapa. Dia juga tahu kalau si majikan 
(laki-laki) ini oknum polisi, dia tahu,” katanya.

Hal ini mengingat banyak kasus yang sebelumnya, seperti yang dialami Adelina 
Lisao dari NTT atau kasus pekerja-pekerja migran Indonesia lainnya yang tidak 
dibayar gajinya, yang masuk pengadilan tetapi kalah.

“Indonesia sudah menandatangani MoU yang tujuannya adalah kasus-kasus 
penyiksaan, pelanggaran terhadap hak-hak PMI sektor domestik ini bisa dicegah. 
Nah, sekarang terjadi lagi kasus seperti ini, kita akan melihat kesungguhan 
pemerintah Malaysia untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Hermono mengatakan KBRI Kuala Lumpur akan memonitor secara 
seksama proses hukum yang akan dijalankan untuk kasus Zailis ini.

“This is test. Mereka serius apa enggak. Karena mereka sudah kasih komitmen 
pada Indonesia, termasuk kepada Menlu RI, kasus ini akan diprioritaskan,” 
ujarnya.

Menurut Hermono, kasus Zailis ini yang parah sejak MoU ditandatangani pada 
tanggal 1 April. Akan tetapi, di luar itu KBRI juga menerima laporan 
kasus-kasus yang derajat lebih ringan.

“Kami tahu kalau dilapori, atau mereka melarikan diri ke sini (KBRI), atau ada 
masyarakat yang melaporkan pada kami. Di luar sana bisa saja banyak yang 
terjadi tetapi mereka tidak punya kemampuan melapor karena selalu di dalam 
rumah,” kata dia.

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Zailis dalam keadaan luka dan 
trauma berhasil melarikan diri dari rumah majikannya pada hari Selasa (30/9). 
Dia dibantu oleh warga lain yang kebetulan melihatnya sebelum dibawa ke kantor 
polisi untuk membuat laporan.

Saat ini dia berada dalam rumah perlindungan setelah menjalani perawatan di 
Rumah Sakit Selayang. Meski demikian, KBRI sedang berupaya meminta agar Zailis 
mendapatkan perawatan terlebih dahulu hingga sembuh sebelum di rumah 
perlindungan.

KBRI juga mendapat laporan Zailis mulai terlihat lebih ceria dan kesehatannya 
membaik. Pihak KBRI masih berupaya menghubungi pihak keluarganya di Indonesia. 
(Web Warouw)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DAAF623D85BB422EB32A9EE133B5B8A9%40A10Live.

Reply via email to