Kisah tentang Pemimpin Reformasi Xi Jinping ke-6: 
Beliau Telah Mengubah ‘Hutan Tidur’ Menjadi ‘Bank Hijau’
2022-09-06 
16:28:24https://indonesian.cri.cn/2022/09/06/ARTIHD7tHYNu3y7OqZd4mKwJ220906.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.2


Provinsi Fujian yang terletak di bagian tenggara Tiongkok terdapat banyak hutan 
dan pohon. Area pegunungan menduduki 80% dari seluruh wilayah provinsi Fujian, 
sedangkan air dan sawah masing-masing menduduki 10% dari seluruh wilayah. Namun 
dahulu, hutan adalah milik bersama, hak miliknya tak diketahui, sehingga gejala 
penggundulan hutan sangat serius. Selain itu, Kabupaten Wuping tidak memiliki 
industri modern dan rakyat di sini sangat miskin karena lingkungannya yang 
terpencil.


Bagaimana mengubah hutan menjadi sumber daya adalah salah satu hal yang paling 
menarik perhatian Gubernur Fujian Xi Jinping pada saat itu.








Ketika menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKT Kota Ningde, Fujian pada 
Januari 1989, Xi Jinping pernah menulis sebuah artikel yang berjudul 
‘Membangkitkan Fujian Timur dengan Hutan’. Artikel tersebut menyatakan bahwa 
potensi utama pembangunan ekonomi Fujian Timur adalah gunung dan hutan. Dia 
juga menyebut hutan sebagai ‘waduk’, ‘dompet’ dan ‘lumbung’.

Pernyataan ‘waduk’, ‘dompet’ dan ‘lumbung’ ini dapat dikatakan merupakan tunas 
dari pikiran reformasi perhutanan dan peradaban ekologis Xi Jinping. Membangun 
‘waduk’ hutan dapat menghemat air dari sumbernya, mengembangkan ‘dompet’ hutan 
dapat menciptakan kekayaan hijau, memperkaya ‘lumbung’ hutan dapat memanen 
produk ekologis.






Xi Jinping lebih lanjut mengajukan bahwa memperdalam reformasi sistem 
perhutanan seharusnya mempertahankan hak ‘siapa yang menciptakan akan 
mendapatkan hak milik dan memperoleh keuntungannya’ agar tidak berubah, serta 
mempertahankan prinsip yang dapat dipindahtangankan.




Melalui inspeksi lapangan, diketahui bahwa selama beberapa tahun ini para 
petani tidak mendapat keuntungan dari hutan, Presiden Xi Jinping langsung 
menunjukkan bahwa penyebabnya adalah hak milik yang tidak jelas, badan usaha 
yang belum melaksanakan, dan pembagian keuntungan yang tidak wajar. Masalah 
inti reformasi hutan yang harus diselesaikan adalah hak milik.

Inspeksi di kabupaten Wuping kali ini memberikan keyakinan pada Presiden Xi 
Jinping, beliau secara jelas menunjukkan bahwa reformasi sistem tenurial hutan 
kolektif harus seperti sistem tanggung jawab kontrak rumah tangga, dari bawah 
gunung ke atas gunung.








Setelah kebijakan reformasi hutan dilaksanakan selama 15 tahun, perubahan 
seperti apa yang terjadi pada hutan dan gunung Fujian? Apa yang telah 
diberikannya pada para petani yang telah memeliharanya?






Bulan September tahun 2017, Kebupaten Wuping dijuluki sebagai ‘Bar Oksigen 
Alami Tiongkok’. Lebih dari 99,4% hari dalam setahun mencapai tingkat yang 
sangat baik, suhu tahunan rata-rata mencapai 17-19 derajat Celcius, tingkat 
tutupan hutan mendekati 80%. Kandungan ion oksigen negatif rata-rata adalah 
3500 per centimeter kubik, merupakan 3 kali lipat dari standar ‘udara bersih’ 
yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 

Di desa Jiewen, para penduduk desa telah mendirikan 6 pangkalan penanaman dan 
pembiakan khusus dalam hutan, mewujudkan solusi menjadi kaya tanpa memotong 
pohon. Tahun 2017, sekitar 30.000 petani di kabupaten Wuping bergabung dalam 
koperasi desa, mewujudkan jumlah total pengeluaran ekonomi dalam hutan mencapai 
2,766 miliar Yuan RMB.

Reformasi kepemilikan hak hutan yang dilaksanakan oleh Presiden Xi Jinping 
membuat hati rakyat tenang dan membuat hutan menjadi sumber kekayaan masyarakat.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A9CEF74E10CA4ACD9B7A227B6C5368A1%40A10Live.

Reply via email to