https://suaraislam.id/hamka-sebut-ada-pancasilais-munafik-siapakah-mereka/



*Hamka Sebut Ada Pancasilais Munafik, Siapakah Mereka?*

07 September 2022



Menjelang Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ada baiknya kita membaca
kembali nasihat dari guru bangsa bernama Prof. Dr. Hamka dalam bukunya
“Dari Hati ke Hati” halaman 259-265.

Ini karena sejarah sesungguhnya berulang dan jangan sampai kita kehilangan
tongkat tertipu dua kali oleh modus yang sama.

Di balik semangat ‘Aku Pancasila’ sampai kepada ‘Salam Pancasila’ dan
sebagainya sesungguhnya sejarah telah mencatat dua orang telah dihukum mati
karena menjadikan slogan semangat Pancasila di mulut lain di hati sebagai
alat untuk melakukan berbagai macam pengkhianatan terhadap Pancasila itu
sendiri.

Lalu apakah ciri-ciri Pancasilais Munafik menurut Hamka itu?

1.      Pancasila itu dipermainkan diujung bibir dan telah dimuntahkan dari
hati. Menjadi isi pidato untuk orang banyak, tetapi dilanggar dalam
tindakan hidup sehari hari.

2.      Dipandang khianat orang lain yang dituduh tidak setia kepada
Pancasila, dan orang tidak diberi kesempatan membuktikan bahwa si penuduh
itulah sebenarnya yang menjadikan Pancasila itu hanya permainan bibir.

3.      Kelima sila itu dilanggar satu demi satu, dengan tidak mengenal
lagi hari esok, karena masing-masing percaya bahwa mereka akan berkuasa
buat selamanya. Apalagi yang ditakutkan, bukankah musuh musuh telah
ditumbangkan satu persatu.

4.      “Bersuluh kepada matahari, bergelanggang dimata orang banyak”,
bagaimana setiap hari hukum-hukum agama itu dilanggar, didurhakai.

5.      Uang negara dihamburkan untuk kepentingan pribadi. Tidak ada
sedikit juga rupanya rasa takut kepada Tuhan. Karena memang Tuhan itu hanya
untuk penghias pidato, bukan untuk penghias hidup, budi moral dan mental.

6.      Tidak Peduli terhadap kesengsaraan, kemiskinan dan penderitaan
rakyat. Karena mereka sedang menikmati jabatan dan fasilitas negara dengan
gaji besar dan fasilitas wah.

7.      Disorak-soraikan amanat penderitaan rakyat. Alangkah seramnya jika
dikaji bahwa kata-kata Amanat Penderitaan Rakyat itu diungkapkan oleh
pemimpin-pemimpin itu sendiri, padahal merekalah yang mengkhianatinya.

8.      Menyingkirkan lawan politik dengan berbagai cara supaya tidak ada
lagi saingan. Padahal tidak ada kekuasaan Presiden dan sebagainya yang
kekal selamanya. Namun akhirnya dengan tipu muslihat itu sendiri yang
memasukkan mereka ke dalam penjara.

9.      Hidup Bahagia di atas penderitaan rakyat kerana pemimpin hidup
mewah di atas fasilitas yang dibeli dari uang rakyat.

10.   Rakyat disugguhkan dengan simbol-simbol yang tiada kaitan dengan
kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itu sendiri.

11.   Membohongi rakyat dengan berbagai macam slogan “Negeri kita makmur,
bangsa kita bukan bangsa tempe!” mungkin sekarang bandingannya istilah
meroket sebagainya.

12.   Rakyat ditakut-takuti untuk berbicara sehingga kebebasan bersuara dan
kebebasan media dinodai.

13.   Mengubah negara demokrasi menjadi seperti dinasti dimana negara bagai
menjadi hak milik peribadi keluarga dan kroni yang diwarisi.

14.   masa itu menjilatlah yang penting. Siapa yang kurang pandai menjilat
akan celaka hidupnya. Memberi gelar dan jabatan kepada para penyokong saja
agar mereka tetap menjadi penyokong yang setia.

15.   Kelobaan (keserakahan) pemerintah pusat memborong segala kekayaan
daerah.

16.   Meruntuhkan kekuatan bangsa dengan meruntuhkan akhlaknya. Padahal
bagaimana suatu bangsa akan berdiri dengan teguhnya, kalau budi pekerti
bangsa itu sendiri yang rusak.

17.   Korupsi timbul sejak dari atas, terus mengalir menyelinap ke bawah.
Yang diatas korupsi untuk kemewahan yang palsu, yang kecil dibawah terpaksa
korupsi karena gaji sangat jauh dari cukup. Banyaknya korupsi, sogok, uang
semir (pelicin) menyebabkan harga bahan pokok bertambah naik. Berapa naik
uang sogok yang mesti dibayar oleh seorang pengusaha, sekian pula harga
barang akan di naikkannya kepada rakyat.

18.   Mereka bersorak terus, berpidato terus mengatakan bahwa kita wajib
membela Pancasila. Bahwa Pancasila tidak boleh dirongrong, namun ironisnya
yang melakukan itu justru mereka yang berkuasa itu sendiri.

19.   Penyelewengan Pancasila atau Munafik Pancasila itu yang dipidatokan
buat dikhianati. Atau di dalam jiwa sendiri tidak ada, sebab itu menjadi
kosong setelah dihembuskan ketengah udara bebas.

20.   Akhirnya Tuhan Allah tidaklah mengizinkan kemunafikan itu berlanjut
dengan terbukanya mata rakyat malang yang selama ini hanya dibuai,
dinina-bobokkan dengan janji janji dari mereka yang berkuasa yang
sekali-kali tidak sanggup mereka memenuhinya. Rakyat bersatu menghadapi
yang munafik dan bobrok ini dan setiap yang berutang mesti membayarnya.

Ikutilah kasus Sambo, anak pemimpin yang meningkat kekayaannya Milyuner,
seorang yang berkoar-koar ingin menjaga integritas institusi terjerat
dengan pelanggaran hak asasi manusia, isu judi online yang mengkhianati
negara, bisnes narkoba perusak masa depan anak bangsa dan bahkan mereka
yang berkoar-koar tentang teroris radikal selama ini ditangkap dalam kasus
korupsi, mereka yang dulunya menangis menolak kenaikan BBM sekarang
berwajah ceria, gaji direksi yang tidak pantas dengan realitas derita
rakyat, mereka yang digaji dari uang rakyat untuk menjalankan hukum dan
undang-undang justru melakukan tindakan sebaliknya padahal merekalah yang
semangat dengan slogan dan simbol-simbol itu selama ini.

Ciri-ciri orang munafik itu adalah pembohong, pengkhianat dan ingkar janji
dan mari kita jumlahkan sendiri berapa persen sejarah lama itu telah
berulang kembali?

*Afriadi Sanusi, Ph.D., **Doktor bidang politik Islam dari Universiti
Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.*

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CMjz6z_ZWZuFfjkZHCcyEvPai7yvWwE2uJo2DsodAk8Q%40mail.gmail.com.

Reply via email to