Menyentuh biota laut dalam akuarium jadi wisata edukasi baru di Bali

Kamis, 8 September 2022 17:46 WIB

Pengunjung Bali Reef Aquarium saat menikmati wisata edukasi menyentuh langsung 
biota laut di Denpasar, Kamis (8/9/2022). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Orang yang datang biasanya tanya soal jenis-jenis ikan dan yang banyak anak-anak
Denpasar (ANTARA) - Masyarakat Bali kini dapat menikmati wisata edukasi baru 
yaitu wahana akuatik, dengan menyentuh langsung berbagai biota laut di dalam 
akuarium yang dikurasi Bali Reef Aquarium di Jalan Hang Tuah, Sanur, Denpasar 
Selatan.

"Kita baru mengeluarkan konsep kafe dengan akuarium touchpool (sentuh), visinya 
kita mau lebih ke arah edukasi akuatik. Kita mau orang-orang bisa tahu lebih 
dalam tentang kehidupan akuatik jadi fokus ke edukasinya," kata pemilik Bali 
Reef Aquarium Evelyn Sinugroho (26) di Denpasar, Kamis.

Adapun biota laut yang dapat disentuh langsung oleh pengunjung terdiri dari 
koral, ikan pari, bintang laut, teripang, bulu babi, hiu tokek, dan ikan-ikan 
laut kecil dengan jumlah keseluruhan tak lebih dari 20 biota.

Baca juga: Wisata Air Putri Waiyoho dibanjiri pengunjung setelah H+1 Lebaran

Biota laut ini diseleksi dan dirawat khusus agar tak membahayakan pengunjung. 
Pihak Bali Reef Aquarium bahkan bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya 
Laut (BKSDA) Provinsi Bali untuk memastikan biota laut yang dihadirkan aman 
untuk dipegang atau diedar.

Evelyn mengatakan bahwa dalam satu hari, pengunjung wahana akuatik ini dapat 
mencapai 50 orang, khususnya anak-anak mulai dari warga Indonesia maupun turis 
asing yang ingin mempelajari biota laut yang dimiliki Indonesia.

"Pengunjung yang datang biasanya yang memang suka bidang akuatik, jadi mereka 
melakukan touchpool dan tambahan di sini ada kafe Kopte Tarik. Orang yang 
datang biasanya tanya soal jenis-jenis ikan dan yang banyak anak-anak," ujar 
dia.

Di wisata edukasi ini, pengunjung dibebaskan biaya untuk melihat berbagai macam 
biota laut yang dipajang, namun untuk melakukan touchpool dikenakan tarif Rp20 
ribu untuk sepuasnya, pun juga diedukasi soal biota di dalamnya.

Baca juga: Jembatan kaca di Gianyar Bali segera rampung, jadi daya tarik wisata

Evelyn menuturkan umumnya pengunjung wisata edukasi ini menghabiskan waktu 15 
menit untuk mendapat pengalaman menyentuh ikan laut yang biasanya hanya dapat 
ditemui saat menyelam, olahraga dalam laut yang beresiko dan tak dapat 
dinikmati sembarang orang.

Biota yang paling diminati sebagian besar pengunjung adalah ikan pari, karena 
salah satunya yang dimiliki Bali Reef Aquarium kerap menempel dengan ikan nemo, 
sehingga terkesan unik dan lucu di mata pengunjung, khususnya anak-anak.

Untuk perawatan biota laut ini, Evelyn menjelaskan bahwa perlu stimulasi bak di 
dalam laut, penggantian air yang rutin serta diperlukan peralatan-peralatan 
untuk mengeluarkan kotorannya agar hewan di dalam akuarium tetap merasa nyaman.

Bali Reef Aquarim sendiri telah menawarkan wahana akuatik sejak pertengahan 
2022, dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 9.00 WITA-21.00 WITA, dengan 
tujuannya memperkenalkan wisata laut Indonesia dengan konsep yang tidak 
berbahaya karena seluruh hewan dikurasi sebelum masuk akuarium.

Baca juga: Sepuluh rekomendasi tempat wisata saat musim hujan

Baca juga: Masyarakat harus selektif, pilih destinasi aman liburan akhir tahun

Baca juga: Jakarta Aquarium tawarkan alternatif wisata aman saat pandemi 
COVID-19

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    Tag:
    wisata edukasi
    biota laut
    Bali Reef Aquarium
    akuatik







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220908150847.3fe4c1bf050efe340930e8a3%40upcmail.nl.

Reply via email to