https://disway.id/read/618757/freeport-jiipe#.YtR-LzqRxMk.

Freeport Jiipe

Oleh: Dahlan Iskan

INILAH salah satu monumen besar Presiden Jokowi: proyek hili brisasi produk 
Freeport. Jadi kenyataan. Hampir.

Saya ke lokasi proyek itu pekan lalu. Saya ingin tahu apakah rencana besar itu 
benar-benar dilaksanakan.

Dari proyek ini akan dihasilkan 30 ton emas murni. Juga 600.000 ton tembaga. 
Dengan kemurnian 99,9 persen. Lalu perak, 200 ton. Masih banyak produk lain 
seperti platinum dan paladium. Hampir semua produk kimia tambang dihasilkan di 
situ. Kecuali lithium.

Lokasi proyek ini di Gresik, dekat Surabaya. Yakni di kawasan industri Jiipe: 
Java Integrated Industrial Port Estate. Di pinggir laut. Di bibir Selat Kamal.

Dari Jiipe ini bisa terlihat, dengan jelas, sisi barat Pulau Madura.

Proyek Jiipe ini seluas 3.000 hektare. Dulunya tambak tradisional. Ditambah 
hasil reklamasi seluas 400 hektare. Di tanah reklamasi inilah pelabuhan Jiipe 
dibangun. Pelabuhannya dalam: draftnya 14 meter. Kapal kelas Panamax bisa 
sandar di sini.

Tahap pertama pelabuhan itu sudah jadi. Bahkan sudah difungsikan. Material 
proyek banyak yang didatangkan lewat pelabuhan baru ini.

Berarti, ke depan, seluruh kondensat dari Freeport di Papua dikapalkan ke 
lokasi ini. Tidak lagi dikirim ke berbagai negara seperti Jepang dan Korea.

Di Jiipe, kondensat itu diproses. Menghasilkan emas. Juga tembaga. Juga perak. 
Juga hasil tambang lainnya.

Kapan semua itu bisa dilakukan di Jiipe Gresik? Paling lambat pertengahan 2024. 
Sebelum Pilpres. Kalau terus dikebut.

Presiden Jokowi masih akan sempat meresmikannya.

Presiden Jokowi sudah tiga kali ke Jiipe. Sejak peletakan batu pertama. 
Perkembangan proyeknya terus dimonitor. Tentu Presiden Jokowi sendiri yang akan 
meresmikannya kelak.

Proyek itu kini memang lagi dikebut. Tiang-tiang pancang lagi dihujamkan ke 
bumi. Diperlukan 22.000 titik pancang di proyek itu. Tiap titik tidak hanya 
satu tiang pancang. Bisa tiga atau empat. Betapa larisnya produk tiang pancang 
Adhi Karya maupun Wijaya Karya. Apalagi kedalaman pancang itu bisa 45 meter.

Tidak semua lahan Jiipe untuk Freeport. Tapi lahan untuk hilirisasi produk 
Freeport itu luas sekali. Seluas 1 km2. Atau 100 hektare. Tahun depan, ketika 
proyek mencapai tahap puncak, sekitar 14.000 karyawan akan bekerja di situ.

Intinya, hilirisasi Freeport ini tidak lagi hanya gagasan atau keputusan. Sudah 
sedang dilaksanakan.

Keputusan hilirisasi semua produk tambang itu sebenarnya sudah diputuskan tahun 
2008. Waktu itu Freeport sudah lebih ''maju'' dari sektor nikel atau bauksit. 
Setidaknya Freeport sudah mengolah tanah Papua yang dikeruk itu (ore) menjadi 
kondensat. Pengolahannya dilakukan di dekat Timika. Kondensat itu diekspor. 
Lewat pelabuhan Timika.

Waktu itu, nikel dan bauksit masih ekspor dalam bentuk tanah dan air (ore). 
Hanya sebagian kecil yang diolah oleh PT Antam.

Dunia nikel terus berusaha mengulur waktu, agar tetap dibolehkan ekspor ore. 
Pemerintah awalnya gentar. Takut kehilangan penghasilan devisa.

Kini setelah dipaksakan, hilirisasi nikel harus dicatat sebagai sukses besar. 
Meninggalkan Freeport.

Lalu giliran Freeport yang harus mengejar. Awalnya Freeport berusaha mengulur 
waktu. Agar tetap diizinkan ekspor dalam bentuk kondensat. Alasannya: Freeport 
kan sudah mengolah ore menjadi kondensat.

Dalam proses ore menjadi kondensat ini Freeport hanya mengambil sekitar 30 
persennya. Sisanya ditinggal di Papua. Dalam bentuk limbah hasil cucian.

Setelah saham Freeport dikuasai Indonesia (51 persen) keputusan hilirisasi itu 
pindah ke tangan pemegang saham mayoritas.

Done!

Diputuskanlah hilirisasi 100 persen. Dilakukan di dalam negeri. Di Gresik. Di 
Jiipe.

Kawasan industri Jiipe ini milik dua kongsi: PT AKR Group (60 persen) dan BUMN 
Pelindo (40 persen). Tapi kepemilikan kawasan pelabuhannya dibalik: Pelindo 60 
persen, AKR 40 persen.

Kini sudah banyak industri yang masuk ke Jiipe. Sari Roti pun sudah punya 
pabrik di sana. Saya baru tahu bahwa Sari Roti itu perusahaan Jepang. Berkongsi 
dengan Salim Group.

Bank Indonesia juga akan membangun gedung di sini: lahannya 17 hektare. Grup 
Djarum pun sudah masuk. Mungkin untuk masa depan industri elektroniknya yang 
maju pesat.

"Dengan adanya bahan baku seperti emas, tembaga, dan perak di sini, 
pabrik-pabrik yang terkait bahan baku itu baiknya ke sini," ujar Naresh 
Anchalia, direktur operasi Jiipe. Ke hilirnya banyak sekali turunannya.

Tentu hasil terbanyak proyek Freeport itu nanti adalah slak. Jumlahnya bisa 1,1 
juta ton/tahun. Sebenarnya ini jenis limbah. Tapi limbah itu ada harganya. 
Pabrik semen sangat membutuhkan. Industri konstruksi memerlukannya: 1,1 juta 
ton tahun.

AKR adalah perusahaan lama. Milik orang Surabaya: Soegiarto Adikoesoemo. Di 
tahun 1970-an Soegiarto sudah mendirikan pabrik sorbitol: PT Sorini. Itu pabril 
sorbitol pertama di Indonesia. Bahan bakunya singkong. Sorbitol adalah bahan 
baku pasta gigi. Juga bahan baku obat-obatan. Agar mencapai level food grade.

Sorini lantas ekspansi ke Tiongkok. Ia mendirikan pabrik sorbitol yang lebih 
besar di Liuzhou, dekat Guilin.

Grup AKR terus ekspansi ke bidang kimia. Berdirilah Aneka Kimia Raya. Lalu 
masuk ke bahan bakar minyak. Pompa bensin terbanyak setelah Pertamina adakah 
milik AKR.

Pabriknya yang di Tiongkok lantas dijual. Total. Soegiarto fokus usaha di 
Indonesia. Ia mengembangkan industrial estate di Gresik itu.

Kini manajemen AKR di tangan generasi kedua. Soegiarto punya menantu( anak ?) 
yang hebat: Haryanto Adikoesoemo. Pimpinan puncak grup ini dipegang oleh sang 
menantu

Keluarga ini adalah simbol tertinggi hubungan kerukunan dan kepercayaan antara 
menantu-mertua. Soegiarto adalah mertua terbaik. Haryanto adalah menantu 
terbaik. Dan sukses besar. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Otopsi Ulang
Klik..

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0FCBA335723C4FA2AEA96B84D5F2CA24%40A10Live.

Reply via email to