Masalahnya ialah rakyat Papua apa dari hasil kekayaan alam diambil? On Sat, Sep 10, 2022 at 1:42 PM Chan CT <[email protected]> wrote:
> https://disway.id/read/618757/freeport-jiipe#.YtR-LzqRxMk. > > *Freeport Jiipe* > > Oleh: *Dahlan Iskan* > > INILAH salah satu monumen besar Presiden Jokowi: proyek hili brisasi > produk Freeport. Jadi kenyataan. Hampir. > > Saya ke lokasi proyek itu pekan lalu. Saya ingin tahu apakah rencana besar > itu benar-benar dilaksanakan. > > Dari proyek ini akan dihasilkan 30 ton emas murni. Juga 600.000 ton > tembaga. Dengan kemurnian 99,9 persen. Lalu perak, 200 ton. Masih banyak > produk lain seperti platinum dan paladium. Hampir semua produk kimia > tambang dihasilkan di situ. Kecuali lithium. > > Lokasi proyek ini di Gresik, dekat Surabaya. Yakni di kawasan industri > Jiipe: Java Integrated Industrial Port Estate. Di pinggir laut. Di bibir > Selat Kamal. > > Dari Jiipe ini bisa terlihat, dengan jelas, sisi barat Pulau Madura. > > Proyek Jiipe ini seluas 3.000 hektare. Dulunya tambak tradisional. > Ditambah hasil reklamasi seluas 400 hektare. Di tanah reklamasi inilah > pelabuhan Jiipe dibangun. Pelabuhannya dalam: draftnya 14 meter. Kapal > kelas Panamax bisa sandar di sini. > > Tahap pertama pelabuhan itu sudah jadi. Bahkan sudah difungsikan. Material > proyek banyak yang didatangkan lewat pelabuhan baru ini. > > Berarti, ke depan, seluruh kondensat dari Freeport di Papua dikapalkan ke > lokasi ini. Tidak lagi dikirim ke berbagai negara seperti Jepang dan Korea. > > Di Jiipe, kondensat itu diproses. Menghasilkan emas. Juga tembaga. Juga > perak. Juga hasil tambang lainnya. > > Kapan semua itu bisa dilakukan di Jiipe Gresik? Paling lambat pertengahan > 2024. Sebelum Pilpres. Kalau terus dikebut. > > Presiden Jokowi masih akan sempat meresmikannya. > > Presiden Jokowi sudah tiga kali ke Jiipe. Sejak peletakan batu pertama. > Perkembangan proyeknya terus dimonitor. Tentu Presiden Jokowi sendiri yang > akan meresmikannya kelak. > > Proyek itu kini memang lagi dikebut. Tiang-tiang pancang lagi dihujamkan > ke bumi. Diperlukan 22.000 titik pancang di proyek itu. Tiap titik tidak > hanya satu tiang pancang. Bisa tiga atau empat. Betapa larisnya produk > tiang pancang Adhi Karya maupun Wijaya Karya. Apalagi kedalaman pancang itu > bisa 45 meter. > > Tidak semua lahan Jiipe untuk Freeport. Tapi lahan untuk hilirisasi produk > Freeport itu luas sekali. Seluas 1 km2. Atau 100 hektare. Tahun depan, > ketika proyek mencapai tahap puncak, sekitar 14.000 karyawan akan bekerja > di situ. > > Intinya, hilirisasi Freeport ini tidak lagi hanya gagasan atau keputusan. > Sudah sedang dilaksanakan. > > Keputusan hilirisasi semua produk tambang itu sebenarnya sudah diputuskan > tahun 2008. Waktu itu Freeport sudah lebih ''maju'' dari sektor nikel atau > bauksit. Setidaknya Freeport sudah mengolah tanah Papua yang dikeruk itu > (ore) menjadi kondensat. Pengolahannya dilakukan di dekat Timika. Kondensat > itu diekspor. Lewat pelabuhan Timika. > > Waktu itu, nikel dan bauksit masih ekspor dalam bentuk tanah dan air > (ore). Hanya sebagian kecil yang diolah oleh PT Antam. > > Dunia nikel terus berusaha mengulur waktu, agar tetap dibolehkan ekspor > ore. Pemerintah awalnya gentar. Takut kehilangan penghasilan devisa. > > Kini setelah dipaksakan, hilirisasi nikel harus dicatat sebagai sukses > besar. Meninggalkan Freeport. > > Lalu giliran Freeport yang harus mengejar. Awalnya Freeport berusaha > mengulur waktu. Agar tetap diizinkan ekspor dalam bentuk kondensat. > Alasannya: Freeport kan sudah mengolah ore menjadi kondensat. > > Dalam proses ore menjadi kondensat ini Freeport hanya mengambil sekitar 30 > persennya. Sisanya ditinggal di Papua. Dalam bentuk limbah hasil cucian. > > Setelah saham Freeport dikuasai Indonesia (51 persen) keputusan hilirisasi > itu pindah ke tangan pemegang saham mayoritas. > > Done! > > Diputuskanlah hilirisasi 100 persen. Dilakukan di dalam negeri. Di Gresik. > Di Jiipe. > > Kawasan industri Jiipe ini milik dua kongsi: PT AKR Group (60 persen) dan > BUMN Pelindo (40 persen). Tapi kepemilikan kawasan pelabuhannya dibalik: > Pelindo 60 persen, AKR 40 persen. > > Kini sudah banyak industri yang masuk ke Jiipe. Sari Roti pun sudah punya > pabrik di sana. Saya baru tahu bahwa Sari Roti itu perusahaan Jepang. > Berkongsi dengan Salim Group. > > Bank Indonesia juga akan membangun gedung di sini: lahannya 17 hektare. > Grup Djarum pun sudah masuk. Mungkin untuk masa depan industri > elektroniknya yang maju pesat. > > "Dengan adanya bahan baku seperti emas, tembaga, dan perak di sini, > pabrik-pabrik yang terkait bahan baku itu baiknya ke sini," ujar Naresh > Anchalia, direktur operasi Jiipe. Ke hilirnya banyak sekali turunannya. > > Tentu hasil terbanyak proyek Freeport itu nanti adalah slak. Jumlahnya > bisa 1,1 juta ton/tahun. Sebenarnya ini jenis limbah. Tapi limbah itu ada > harganya. Pabrik semen sangat membutuhkan. Industri konstruksi > memerlukannya: 1,1 juta ton tahun. > > AKR adalah perusahaan lama. Milik orang Surabaya: Soegiarto Adikoesoemo. > Di tahun 1970-an Soegiarto sudah mendirikan pabrik sorbitol: PT Sorini. Itu > pabril sorbitol pertama di Indonesia. Bahan bakunya singkong. Sorbitol > adalah bahan baku pasta gigi. Juga bahan baku obat-obatan. Agar mencapai > level food grade. > > Sorini lantas ekspansi ke Tiongkok. Ia mendirikan pabrik sorbitol yang > lebih besar di Liuzhou, dekat Guilin. > > Grup AKR terus ekspansi ke bidang kimia. Berdirilah Aneka Kimia Raya. Lalu > masuk ke bahan bakar minyak. Pompa bensin terbanyak setelah Pertamina > adakah milik AKR. > > Pabriknya yang di Tiongkok lantas dijual. Total. Soegiarto fokus usaha di > Indonesia. Ia mengembangkan industrial estate di Gresik itu. > > Kini manajemen AKR di tangan generasi kedua. Soegiarto punya menantu( anak > ?) yang hebat: Haryanto Adikoesoemo. Pimpinan puncak grup ini dipegang oleh > sang menantu > > Keluarga ini adalah simbol tertinggi hubungan kerukunan dan kepercayaan > antara menantu-mertua. Soegiarto adalah mertua terbaik. Haryanto adalah > menantu terbaik. Dan sukses besar. (Dahlan Iskan) > > Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Otopsi Ulang > Klik.. > > > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0FCBA335723C4FA2AEA96B84D5F2CA24%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0FCBA335723C4FA2AEA96B84D5F2CA24%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C0BWh5CRfib7NwBriH_yDOZ_taFC5Mw2a46S_ZCrzGFw%40mail.gmail.com.
