G20 Indonesia
Indonesia dan China gelar konferensi kewirausahaan 20 Oktober 2022
 Rabu, 14 September 2022 23:58 WIB
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Anwar Sanusi 
(kanan) bertukar cinderamata dengan delegasi China (kiri) selepas pertemuan 
bilateral dua negara di Jimbaran, Bali, Senin (12/9/2022). ANTARA/Genta Tenri 
Mawangi/pri.

berharap jejaring kerja sama antarnegara anggota G20 dapat semakin diperkuat
Denpasar (ANTARA) - Indonesia dan China berencana menggelar G20 
Entrepreneurship Roundtable Conference (ERC) atau Konferensi Meja Bundar 
Kewirausahaan yang bakal digelar secara langsung dari dua negara dan virtual 
pada 20 Oktober 2022.

Kegiatan itu merupakan side event G20 di bawah presidensi/kepemimpinan 
Indonesia pada tahun ini, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian 
Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Anwar Sanusi sebagaimana dikutip dari siaran 
tertulisnya yang diterima di Denpasar, Rabu.

“Saat ini, pihak ERC dan Pemerintah Indonesia sedang melakukan diskusi untuk 
memfinalisasikan agenda dan penentuan panelis yang akan terlibat, serta 
kontribusi dalam acara yang dimaksud,” kata Anwar Sanusi.

Ia menjelaskan rencana menggelar G20 Entrepreneurship Roundtable Conference 
bersama China muncul saat dua negara mengadakan pertemuan bilateral pada 
sela-sela pertemuan ke-6 Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20 (EWG) di 
Bali, Senin (12/9).

Konferensi itu, Anwar Sanusi menjelaskan, merupakan bentuk dukungan dari dua 
negara terhadap isu-isu yang dibahas pada EWG, salah satunya mengenai 
penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan di tengah situasi dunia yang terus 
berubah.

Peserta ERC, Anwar menambahkan, merupakan delegasi negara anggota G20, 
organisasi internasional, akademisi, dan pemangku kepentingan terutama terkait 
kewirausahaan dan perluasan lapangan kerja.

Baca juga: G20 OSH Network ingatkan perlu ada kuasa setara pengusaha dan 
pekerja 
Baca juga: KADIN ingatkan pasar kerja inklusif gender kunci transformasi

Sekjen Kemnaker itu pun berharap konferensi pada 20 Oktober nanti menjadi 
kesempatan bagi delegasi dari negara anggota G20 terutama di bidang 
ketenagakerjaan untuk berbagi pengalaman dan praktik-praktik baik (best 
practices) di bidang kewirausahaan dan penciptaan kerja.

“Selain itu, kami berharap jejaring kerja sama antarnegara anggota G20 dapat 
semakin diperkuat dan diperluas untuk secara bersama-sama berkomitmen mendukung 
pengembangan kewirausahaan di masing-masing negara,” kata Anwar Sanusi.

Tidak hanya terkait ERC, delegasi Indonesia dan China pada pertemuan bilateral 
di Bali juga membahas penguatan kerja sama untuk melindungi tenaga kerja, dan 
peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pegawai fungsional terutama yang 
bertugas sebagai mediator hubungan industrial.

Di sela-sela rangkaian G20 EWG dan G20 Labour and Employment Ministers Meeting 
(LEMM), delegasi Indonesia yang diwakili oleh menteri serta pejabat senior 
Kementerian Ketenagakerjaan, mengadakan beberapa pertemuan bilateral dengan 
negara anggota G20.

Tidak hanya dengan China, Indonesia juga mengadakan pertemuan bilateral bersama 
Turki, Jepang, dan Uni Emirat Arab, kata Menteri Ketenagakerjaan RI Ida 
Fauziyah saat ditemui minggu ini di Bali.

Baca juga: Kemnaker: Dokumen LEMM G20 hasil terbaik dalam situasi saat ini
Baca juga: Pertemuan Menteri Buruh -Menaker G20 hasilkan lima dokumen 
kesepakatan
Baca juga: Menaker: G20 sepakat pentingnya mengakselerasi pasar kerja inklusif
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Budhi Santoso

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C1A6AF57AA304E9F823DA3ADEB390BB3%40A10Live.

Reply via email to