Tidak ada yang baru, karena burung sama buluh berkicau-kicauan. hehehehehehe
On Fri, Sep 23, 2022 at 4:11 AM Chan CT <[email protected]> wrote: > > *Saat SBY Dianggap Bidik Jokowi*Tim detikcom - detikNews > Jumat, 23 Sep 2022 06:14 WIB > [image: Presiden Joko Widodo menerima Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di > Istana Merdeka. Keduanya terlihat berbincang santai dan minum teh bareng di > beranda Istana.]Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang > Yudhoyono (SBY). (Anung/SBY Centre) > > Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang > Yudhoyono (SBY) menduga ada upaya agar Pilpres 2024 nanti diatur hanya akan > diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres. PDI Perjuangan (PDIP) menilai > dugaan SBY soal Pemilu dan Pilpres 2024 akan curang untuk membidik Presiden > Joko Widodo (Jokowi). > Dugaan SBY disampaikan saat Rapimnas Partai Demokrat 2022 di Jakarta > Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9) lalu. SBY membeberkan > adanya tanda-tanda Pemilu 2024 akan berlangsung secara tidak jujur dan > tidak adil. > > Di depan kader Partai Demokrat, SBY menjelaskan mengapa dia harus turun > gunung menghadapi Pemilu 2024. SBY mendengar bahwa ada tanda-tanda Pemilu > 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil. > > Baca juga: > Demokrat Anggap PDIP Berlebihan soal Tudingan Jokowi Jadi Sasaran SBY > > "Konon akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan > oleh mereka dua pasangan capres-cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka. > Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan > capres-cawapresnya sendiri bersama koalisi tentunya," ucap SBY. > > "Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan? Pikiran seperti itu batil, > itu bukan hak mereka, pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih dan hak > untuk dipilih, yang berdaulat juga rakyat. Dan ingat selama 10 tahun dulu > kita di pemerintahan 2 kali menyelenggarakan pemilu, selama pilpres > Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," lanjutnya. > > Pernyataan SBY itu menuai pro dan kontra di publik, PDIP pihak yang paling > keras membantah dugaan SBY tersebut. PDIP justru balik membeberkan dugaan > kecurangan pilpres pada era pemerintahan SBY, di mana peroleh suara Partai > Demokrat tiba-tiba melonjak. > > [image: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (dok PDIP)] > Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (dok. PDIP) > > Baca juga: > Tangkisan PD Atas Serangan PDIP 'SBY Pengalaman dengan Kecurangan' > > *PDIP: Jokowi Jadi Sasaran SBY* > > Terbaru, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali bicara soal SBY menduga > kecurangan dan tidak adilnya jelang Pemilu 2024 dan Pilpres 2024. Hasto > menilai pernyataan SBY itu menyasar ke Presiden Jokowi. > > "Karena Pak Presiden Jokowi lah yang menjadi sasaran dari Pak SBY," kata > Hasto di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (22/9). Hasto > menjawab pertanyaan mengapa PDIP berkomentar soal kecurangan pemilu. > > Pernyataan SBY soal dugaan kecurangan dan tidak adilnya pemilu membuat > PDIP merespons. Sebab, menurut Hasto, SBY menyasar Jokowi. > > Simak Video 'Daftar Proyek SBY yang Diselesaikan di Era Jokowi': > > > > "Sehingga ketika Pak SBY menyampaikan saya melihat, saya mendengar, dan > kemudian bertanya dalam forum terpenting itu wakil bukan mencederai rakyat, > bukan jahat, bukan itu kan suatu pernyataan yang harus kami respons," > ujarnya. > > 'Menyenggol' Jokowi membuat PDIP memberikan sejumlah temuan hasil > penelitian dari luar negeri. PDIP justru heran mengapa raihan suara > Demokrat meningkat pada pemilu-pemilu sebelumnya. > > "Sehingga kami memberikan berbagai bukti-bukti yang seharusnya itu juga > dijawab dengan fakta-fakta sebagaimana tulisan dari Marcus Mietzner > tersebut, ya memang badan riset kami juga melakukan satu riset bahkan saat > itu saya di Australia selama satu bulan dan untuk menjadi jawaban mengapa > hanya partai yang bisa naik 300% di tengah era multipartai yang sangat > kompleks. Bandingkan dengan kenaikan dari partai-partai yang lain dan zaman > Orde Baru aja tidak ada yang langsung naik 300%," imbuhnya. > > [image: Andi Arief (dok. Andi Arief).] > Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. (dok. Andi Arief) > Baca juga: > 4 Hal tentang 'Dewan Kolonel', Loyalis Puan dari Senayan > > *Demokrat Anggap PDIP Lebay* > > Ucapan Hasto Kristiyanto bahwa SBY membidik Jokowi mendapat respons dari > Partai Demokrat. Partai Demokrat menganggap pernyataan Hasto berlebihan > terhadap SBY. > > "Jawaban saya, terlalu berlebihan lah ya PDIP, terutama juga Hasto yang > terlalu berlebihan menanggapi statement dari Pak SBY kemarin," kata Ketua > Bappilu Demokrat Andi Arief. > > Baca juga: > Senior PDIP: Hubungan Megawati dan SBY Memang Pahit > > Andi menilai SBY bukan orang baru di ranah politik. Menurut Andi, ihwal > yang disampaikan oleh SBY tak sekadar sebuah peringatan untuk PDIP, > melainkan mengandung sarat kepentingan demi keberlangsungan demokrasi. > > "Pak SBY ini bukan orang baru di politik. Dia punya segudang pengalaman. > Tentunya selalu berupaya agar menjaga kualitas demokrasi Indonesia ini > tidak tergerus. Jadi itu sebetulnya warning buat kita semua, bukan hanya > PDIP. Jadi tidak benar kalau itu menyasar kepada PDIP tetapi menyasar > kepada seluruh upaya yang ingin mematikan demokrasi," katanya. > > Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa proses pemilu tak hanya saat > pelaksanaan pemungutan suara, melainkan juga ada sejumlah tahapan > sebelumnya. Andi tak mempersoalkan apabila munculnya dua paslon di pemilu > nanti terjadi secara ilmiah. > > Namun, yang menjadi problem yakni ketika kemunculan dua paslon itu > merupakan hasil rekayasa politik. Dia kemudian menyinggung bahwa Hasto > pernah menyampaikan bahwa pemilu nanti diikuti oleh dua paslon. > > "Begini ya, pemilu itu kan ada dua. Pertama, hari H-nya, atau ibarat > perkawinan itu resepsinya. Kedua, proses persiapannya. Proses persiapannya > itu harus bagus, sesuai dengan demokrasi. Jadi kalau memang dua calon > terjadi secara alamiah, misalnya tidak ada orang yang berani mencalonkan > diri, itu kan proses demokrasi. Tapi kalau sudah ada upaya-upaya tertentu > untuk mengatur sehingga hanya menginginkan 2 pasang saja dan 2 pasang itu > yang bilang PDIP loh, melalui Pak Hasto," katanya. > > "Tentunya kita sangat heran dan bertanya kenapa sampai keluar statement > pernyataan itu. Nah jadi Pak SBY inikan pergaulan politiknya luas, > informasi juga bukan seperti informasi sembarangan ya. Jadi ada informasi > yang belum bisa kita kemukakan kepada publik bahwa memang ada upaya atau > rekayasa seperti itu," lanjut dia. > > Baca juga: > Pro Kontra Usulan Megawati agar Nomor Urut Parpol Tak Diganti > > (rfs/rfs) > > Baca artikel detiknews, "Saat SBY Dianggap Bidik Jokowi" selengkapnya > https://news.detik.com/pemilu/d-6307287/saat-sby-dianggap-bidik-jokowi. > > Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ > > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/FBCFCF8382074C0C98BAA1E727A07DC2%40A10Live > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/FBCFCF8382074C0C98BAA1E727A07DC2%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BypnJsgDoyVyeMYroQ2swQQ2daFbvUA3UDRY62s_a7mw%40mail.gmail.com.
