Lho,,,, saya cuman mengikutin anda yg me-muji2 jalan kapitalis yg diambil Xi, 
jadi bukan kapitalis toh tapi kok mirip banget nggak ada bedanya, memang remo 
itu artinya apa? Bagaimana dengan dihapuskannya "setia pada PKT" pada sumpah 
jabatan? apa ini bukan salah satu tanda deMaoisasi?
Tentang Falun Gong ini kelihatannya selain ngawur anda cuman jadi corong 
propaganda tanpa punya pikiran kritis sama sekali, pertama sejak kapan Falun 
Gong itu kapitalis lha wong yg dibawakan lebih banyak religious-nya sebagai 
salah satu sekte Buddhism, seandainya dibilang agama sesat itu masih mendingan 
(cuman sesat dalam pandangan siapa?) tapi kapitalis itu ya ngaco balo. Kedua 
rencana mengepung Zhong Nan Hai dgn jutaan anggotanya itu darimana lagi? selain 
ngaco dan kelihatan di-bikin2 cari2 alasan juga apa itu bisa jadi pembenar utk 
menghabisin dan menganiaya sekian banyak orang? demo di Hong Kong yg mencapai 
ratusan ribu orang tiap harinya dgn total sejuta orang itu juga para 
aktivis-nya oleh pengadilan cuman disuruh community service. Anda itu sekedar 
jadi pembela tirani.
Pemberantasan korupsi yg kecil2an mungkin tanpa pandang bulu, tetapi yg besar2 
jelas tebang pilih. Hasil dari pemberantasan korupsi selain menghilangkan klik 
Jiang juga hanya sekedar pergantian orang kaya baru dari klik Jiang ke klik Xi. 
Penguasaan sda dan project2 khan sekarang ditangani klik Xi sehingga 
menghasilkan parlemen terkaya didunia dgn bililoner dan millioner terbanyak. 
Coba simak laporan CNN Money ini: 
China's rubber-stamp parliament is a billionaires' club
http://money.cnn.com/2015/03/10/news/economy/china-billionaire-parliament/ 

---In GELORA45@yahoogroups.com, <SADAR@...> wrote :

Yang mengatakan Xi kapitalis itukan bung, sedang PKT tetap dengan tegas 
menganggap dirinya Marxis-FMTT! Lalu kenapa dengan Falungong tidak bisa duduk 
bersama berdiskusi lagi? Yaah, bagaimana bisa berdiskusi lagi, kalau pihak 
Falungong sudah bikin rencana mengepung Zhong Nan Hai dengan jutaan anggotanya 
itu? Bung boleh saja bilang Xi dalam membabat koruptor tebang pilih, ... tapi 
dalam praktek akibat begitu buaanyak yang ditebang, membuat banyak pejabat 
tidak berani bekerja, itu salah satu sebab merosotnya pertumbuhan ekonomi. 
Sementara orang menganggap sasaran tebang sudah terlalu luas, ... akan jauh 
lebih baik tebang yang paling top, yg kakap saja, sedang yang kecil-kecil, teri 
boleh saja diberi pengampunan dengan pekanan BERHENTI tindakan korupsi itu! 
Tentu yang paling utama, dibenahi struktur mekanisasi birokrasi, ... sehingga 
ada keterbukaan dan pengontrolan massa, ... yang membuat sulit untuk meneruskan 
tindak korupsi lagi. Salam,ChanCT  From: mailto:GELORA45@yahoogroups.comSent: 
Wednesday, September 21, 2016 12:21 PMTo: GELORA45@yahoogroups.comSubject: Re: 
[GELORA45] Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng Dalam hal Xi 
senior ini pendapat anda "Pelajari dan beradu argumentasilah" tetapi kenapa kok 
dalam hal Falun Gong anda mengamini bahkan memuja tindakan represive main gilas 
yg dilakukan Jiang? sukar dipahami isi hati anda itu.
Setidaknya kita melihat hal yg sama pemberantasan korupsi Xi itu tebang pilih 
menyingkirkan pendukung Jiang, bukan sepenuhnya pemberantasan korupsi tanpa 
pandang bulu.
---In GELORA45@yahoogroups.com, <SADAR@...> wrote :

Yaa, memang begitu, tidak karena mengkritik Komune Rakyat yang dijalankan 
ketika itu, lalu boleh saja dituduh “penempuh jalan kapitalis”! Apalagi itu 
kader-kader yang berjuang mati-matian menyabung nyawanya melawan KMT dan 
Jepang, ... sudah mengikuti berjuang bersama Mao lebih 40 tahunan. Saat ada 
beda pendapat bahkan mengkritik kesalahan Mao, juga jangan dibilang anti-Mao, 
menghujat Mao, ...! Pelajari dan beradu argumentasilah pendapat mana yang benar 
atau mungkin disana benar sedikit disini juga ada salah sedikit. Yaa, dirangkum 
dan dipadulah sebagai jalan keluarnya. Jangan mutlak-mutlakan seperti masa RBKP 
yang sangat MERUSAK itu! Kalau dibilang pemberantasan KORUPSI yg terjadi 
sekarang ini adalah deMaois, saya yakin juga TIDAK! Justru setelah Xi-Li pegang 
tampuk pim pinan PKT, lebih banyak mengangkat ajaran-ajaran Mao kembali! Kalau 
dikatakan menyingkirkan pendukung Jiang, mungkin masih ada benarnya.  Karena 
kebetulan yang dikatakan harimau-harimau itu banyak orang-orang yg diangkat dan 
kepercayaan Jiang, bahkan tempo hari terdengar anak Jiang juga terlibat kasus 
korupsi dan diperiksa. Tapi, bagaimana kabar selanjutnya, saya belum dengar 
lagi. Salam,ChanCT  From: mailto:GELORA45@yahoogroups.comSent: Wednesday, 
September 21, 2016 12:23 AMTo: yahoogroupsSubject: Re: [GELORA45] Program Anti 
KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng   Saya kok tidak yakin Xi senior 
dipenjara karena alasan "penempuh jalan kapitalis", Xi senior itu pernah jadi 
kepala departemen propaganda PKT kok bisa dituduh "penempuh jalan kapitalis" 
aneh juga. Apakah ada referensi? Tetapi disini terlihat adanya motive 
penyingkiran musuh politik (deMaoisasi) dan balas dendam dalam pemberantasan 
korupsi yg dilakukan Xi Jinping, lebih tepat disebut pemberantasan korupsi 
"tebang pilih" daripada "tanpa pandang bulu". Cuman.... kalau tidak salah tempo 
hari anda khan pemuja Mao, seringkali lagu2 pemujaan beliau diposting di milis. 
Apa sekarang sudah tidak lagi?  ---In GELORA45@yahoogroups.com, <SADAR@...> 
wrote :

Iyaa, ... betul Xi-senior dipenjarakan dimasa RBKP, dengan tuduhan “penempuh 
jalan kapitalis”. Lalu, kenapa? Itulah kebablasannya RPKB, begitu buuuaaanyaak 
kader-kader baik Komunis diganyangin anak-muda Garda Merah yang ekstrim itu. 
Sedikit-dikit orang dituduh “penempuh jalan kapitalis”, masalahnya terjadi 
karena pemikiran ekstrim, mengkerucutkan pemikiran hak-milik perseorangan harus 
dibasmi, kapitalis harus dimusnahkan, semua menjadi milik negara! Padhal TIDAK 
harus begitu dan tidak mungkin bisa begitu! Itulah satu KESALAHAN fatal, yang 
membuat pikiran orang jadi sangat picik! Sekarang kalau kita perhatikan, justru 
tokoh-utama Garda Merah dimasa RBKP yang begitu keras dan ekstrim suaranya itu, 
macam Kui Da Fu justru menjadi pengusaha, sedang yang perempuan, siapa atuuuh 
namanya kok lupa lagi, yang menyandangkan selendang Garda Merah ditangan Ketua 
Mao saat rapat akbar Garda Merah dilapangan Tian An Men, malah hijrah menikmati 
hidup mewahnya di Amerika, gembong Kapitalis dunia! Salam,ChanCT From: 
mailto:GELORA45@yahoogroups.comSent: Tuesday, September 20, 2016 11:07 AMTo: 
GELORA45@yahoogroups.comSubject: Re: [GELORA45] Program Anti KKN dan Demaoisasi 
Harus Berjalan Bareng  tapi bung Chan, bukannya benar Xi senior pernah 
dipenjara Mao selama belasan tahun?


---In GELORA45@yahoogroups.com, <SADAR@...> wrote :

Haaiiiyaa, ... inimah orang sedang keisengan mengomentari ulasan dari Era-Baru, 
trompetnya Falungong! Salam,ChanCT From: mailto:GELORA45@yahoogroups.comSent: 
Tuesday, September 20, 2016 3:40 AMTo: mailto:GELORA45@yahoogroups.com ; 
nasional-list@yahoogroups.comSubject: Re: [GELORA45] Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng  Kalau para akademisi pada Akademi Partai 
Pusat PKT menyangkal
Marxisme dan Fikiran Mao Tsetung, lalu arti K pada PKT itu apakah
Kuomintang?

Kok ada kalimat: " . . . Oleh karena itu, Xi Jinping sebagai putra
salah seorang sesepuh PKT yakni Xi Zhongxun yang juga dianiaya dan
dijebloskan ke penjara oleh Mao Zedong selama 16 tahun, kebijakan
demaoisasi bukan sekedar tekad Xi, melainkan juga mewakili niat dari
cukup banyak sesepuh PKT dan juga generasi kedua mereka. . . ."
Yang diceritakan ini masalah garis politik atau urusan balas-dendam
perseorangan kayak hikayatnya antar kelompok kaum feodal melawan
turunan feodal lainnya pada jaman-jamannya Kong Huchu tempo doeloe aja.

Atau apakah ini merupakan tanda-tanda akan timbulnya RBKP kedua? Rupanya
para penguasa di Tiongkok sudah mulai merasakan atau sedang meraba-raba
bangkitnya kesadaran revolusioner di kalangan kaum tertindas di
Tiongkok. 
Bangunlah kaum yang terhina! Bangunlah kaum yang lapar! Mengglora
dendam dalam dada. Kita berjuang tuk kebenaran. . . .

Am Mon, 19 Sep 2016 15:19:46 +0000 (UTC)
schrieb "Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45]"
<GELORA45@yahoogroups.com>:



> Apakah dibawah ini
berkaitan dengan Remo vs. Mao yg sedang ramai

> didiskusikan?
>
---http://erabaru.net/2016/09/17/program-anti-kkn-dan-demaoisasi-harus-berjalan-bareng-1/

> 
> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)
> By
Erabaru - 17/09/2016Share on Facebook Tweet on Twitter  Isi pidato

>
Wang Qangjiang, kepala Biro Riset Pembangunan Partai pada Akademi

> Partai
Pusat PKT, menyangkal Marxisme dan menyangkal ajaran Mao

> Zedong,
menandakan teori Marxisme dan pemikiran Mao Zedong yang

> sejalan dengan
PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi partai,

> ideologi komunis pun
telah usang. (internet)9 September 2016, adalah

> peringatan 40 tahun
meninggalnya sang diktator PKT Mao Zedong. Para

> pengikut Mao (faksi
ekstrem kiri dari Partai Komunis

> Tiongkok/PKT-red.) sebelumnya sudah
melakukan persiapan membuat suatu

> pergerakan pada peringatan 40 tahun
meninggalnya Mao, untuk melawan

> aksi pemberantasan korupsi “memukul
macan” yang dilancarkan oleh

> pemerintahan Xi Jinping dalam rangka
meringkus Jiang.Akan tetapi,

> serangkaian kegiatan peringatan oleh
pengikut Mao di dalam negeri

> dihentikan oleh pihak kepolisian, dan
diberi peringatan. Pemerintah

> Beijing tidak mau melihat pemberitaan apa
pun terkait Mao, bahkan

> kegiatan terkait di luar negeri pun dilarang.
Selain itu, media massa

> ofisial PKT serempak membisu soal pemberitaan
terkait topik Mao.Untuk

> itu agenda Xi Jinping memilih hari yang sama
dengan hari wafatnya

> Mao, melakukan inspeksi besar-besaran di sekolah
almamaternya yakni

> Akademi 81 dan menyampaikan pidato penting di sekolah
tersebut. Ini

> membuat para fans Mao sangat terpukul, serangkaian
fenomena ini

> menjelaskan, gerakan demaoisasi oleh pemerintahan Xi
Jinping yang

> tadinya hanya di balik layar kini sudah bergeser menjadi di
depan

> panggung.Menilik kembali dari awal menjabatnya Xi Jinping
sebagai

> pemimpin tertinggi sejak Kongres Nasional PKT ke-18, orientasi
yang

> ditempuh adalah menggulingkan Jiang bersamaan dengan itu
menghapus

> pengaruh Mao (de-maoisasi). Dan fenomena lain yang muncul
adalah,

> setiap kali aksi anti-korupsi “memukul harimau” yang digalakkan
Xi

> dan Wang (Wang Qishan, tangan kanan Xi Jinping dalam
pemberantasan

> KKN) telah mencapai tahap krusial, kubu Jiang dan para
pengikut Mao

> selalu berusaha menghalangi upaya pemerintah Xi.Kubu Jiang
juga

> berusaha mengacau, menjegal berbagai upaya reformasi yang
diterapkan

> Xi dan Li (PM Li Keqiang) atau merusak dan mengacaukan
tatanan hukum

> pada pemerintahan Xi dan Wang, atau menyerang dan
menghambat aksi

> pemberantasan korupsi “memukul harimau” untuk
menggulingkan

> Jiang.Baik kubu Jiang maupun pengikut Mao dengan berani
nekad

> mengusung arwah Mao untuk melawan pemerintahan Xi Jinping, karena
Mao

> Zedong adalah leluhur PKT, adalah asal muasal kediktatoran,
korupsi,

> dan kekacauan.Mao Zedong semasa hidup, menerapkan teori ekstrim
kiri

> seperti “revolusi”, dan “Perjuangan Kelas (konflik antar
kelas)”

> serta serangkaian metode ekstrim untuk menutupi ambisi
pribadinya

> demi menjadi kaisar turun temurun.“Revolusi Kebudayaan”
yang

> dilakukan Mao di masa itu, adalah menggalang massa muda mudi
yang

> lugu untuk menggulingkan pihak berkuasa yang berhaluan
paham

> kapitalis, dan bersumpah melindungi kelangsungan Dinasti Merah”,
yang

> realitanya guna menutupi segala kejahatan yang dilakukan Mao
akan

> terungkap (seperti programnya Lompatan Besar ke Depan yang
gagal

> total dan menimbulkan bencana kelaparan terparah dalam sejarah,
Red.)

> jika Mao kehilangan kekuasaannya dan dijadikan penjahat
>
sejarah.Kondisi Jiang Zemin dan para anteknya sekarang, persis

> seperti
posisi Mao pada saat itu, maka itu arwah Mao pun diusung,

> untuk membuat
kekacauan, menjegal, bahkan mereka tidak segan-segan

> melakukan aksi
teror dan upaya pembunuhan serta kudeta untuk merebut

> kekuasaan
tertinggi dari Xi Jinping, agar kejahatan Jiang Zemin

> berikut para
pengikutnya tidak terungkap.Mao Zedong adalah politisi

> yang paling
berambisi dalam sejarah PKT, juga seorang diktator besar,

> dan sumber
segala korupsi dan kebobrokan. Teori ekstrim kirinya

> beserta perilaku
tidak berperikemanusiaannya, telah menjadi pedoman

> bagi pengikutnya
yakni Jiang Zemin, menjadi cadar, sekaligus jimat

> dan tameng bagi Jiang
Zemin.Jadi, hanya dengan pemberantasan korupsi

> “memukul harimau” dan
menggulingkan Jiang tanpa melenyapkan pengaruh

> Mao, tidak akan sempurna,
tidak akan tuntas, juga tidak mungkin bisa

> mewujudkan Impian Tiongkok
(yang digagas Xi) dan kebangkitan

> kebangsaan Tiongkok.Itu sebabnya pada
Januari tahun ini, sebuah

> patung Mao Zedong setinggi 36 meter di
provinsi Henan yang belum

> genap sehari dirampungkan pengerjaannya, sudah
diperintahkan untuk

> dibongkar. Ini mungkin menjelaskan intensitas
pemerintahan Xi

> Jinping. (Ran
>
Shazhou/sud/whs)BERSAMBUNG---http://erabaru.net/2016/09/18/program-anti-kkn-dan-demaoisasi-harus-berjalan-bareng-2/

> 
> Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (2)
> By
Erabaru - 18/09/2016Share on Facebook Tweet on Twitter  Isi pidato

>
Wang Qangjiang, kepala Biro Riset Pembangunan Partai pada Akademi

> Partai
Pusat PKT, menyangkal Marxisme dan menyangkal ajaran Mao

> Zedong,
menandakan teori Marxisme dan pemikiran Mao Zedong yang

> sejalan dengan
PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi partai,

> ideologi komunis pun
telah usang. (internet)2 Mei 2016 malam hari,

> pagelaran “lagu Merah
(ekstrem kiri)” di Balai Kota Beijing dipandang

> sebagai pemulihan
kembali “angin revolusi”. Ada informasi

> menyebutkan, “konser lagu Merah”
di balai kota itu membuat Xi Jinping

> berang, dan menginstruksikan Kantor
Administratif Pusat agar

> menyelidiki hal itu.Majalah Hongkong
“Contention (Zheng Ming)” edisi

> Agustus 2016 mengungkap informasi, pada
akhir Juni 2016 lalu,

> mayoritas Dewan Politbiro Pusat PKT meloloskan
resolusi yang diajukan

> oleh Wang Qishan, yang isinya meminta agar Mao
Zedong Memorial Hall

> (yang didalamnya terdapat jenazah Mao yang
dimumifikasi) yang

> terletak di Lapangan Tiananmen Beijing dipindahkan ke
Gunung

> Shaoshan, provinsi Hunan (kampung halaman Mao). Xi
Jinping

> menyatakan, masalah Mao Zedong Memorial Hall cepat atau lambat
harus

> diselesaikan, tidak boleh dipertahankan dengan alasan apa
pun.Kepala

> Biro Riset Pembangunan Partai pada Akademi Partai Pusat PKT
bernama

> Wang Changjiang dalam pelatihan bersama lebih dari 500 orang
kader

> partai dari berbagai daerah, dalam pidatonya yang berdurasi 3
jam

> secara terbuka mengkritik Mao Zedong dan paham
Marxisme.Disebutkan

> paham Marxisme “bagus dilihat tidak layak dipakai”.
Mao Zedong

> dikritik “tidak percaya diri” di akhir periode “Revolusi
Kebudayaan”,

> karena masalah sandang dan pangan rakyat dibawah rezim Mao
tidak

> terselesaikan dan lain-lain.Wang juga terang-terangan
mengatakan

> awalnya pendirian partai komunis bukan bertujuan membantu
rakyat

> untuk memerintah. Menurutnya apa yang dilakukan adalah merusak
dan

> mengacau. Dan yang melakukan hal itu bisa dipastikan bukan
partai

> berkuasa (Kuomintang/partai nasionalis), jadi pasti partai
yang

> melakukan revolusi (PKT).Sebagai dosen pengajar sekaligus kepala
Biro

> Riset Pembangunan Partai, isi pidatonya menyangkal Marxisme
dan

> menyangkal ajaran Mao Zedong, serta menyangkal partai PKT. Hal
ini

> berarti teori Marxisme dan pemikiran Mao Zedong yang sejalan
dengan

> PKT telah ditinggalkan oleh para akademisi partai dan dosen
pengajar,

> ideologi komunis pun telah runtuh.Faktanya, pemerintahan Xi
Jinping

> menerapkan penghapusan pengaruh Mao tidak hanya karena
kebutuhan

> pemberantasan korupsi “memukul harimau” saja, juga
merefleksikan

> sekelompok orang di dalam tubuh PKT berharap mengembalikan
sejarah

> yang benar, mengembalikan wajah asli Mao Zedong, menyeret Mao
Zedong

> turun dari altar dewa yang dipuja selama ini dan
mendorong

> terbentuknya demokrasi di Tiongkok, serta harapan untuk
menerapkan

> reformasi konstitusi.Pada masa berkuasa Mao Zedong membuat
jutaan

> jiwa rakyat Tiongkok mati penasaran, sebagian sesepuh PKT
yang

> berseberangan dengan Mao juga ikut jadi korban. Oleh karena itu,
Xi

> Jinping sebagai putra salah seorang sesepuh PKT yakni Xi
Zhongxun

> yang juga dianiaya dan dijebloskan ke penjara oleh Mao Zedong
selama

> 16 tahun, kebijakan demaoisasi bukan sekedar tekad Xi, melainkan
juga

> mewakili niat dari cukup banyak sesepuh PKT dan juga generasi
kedua

> mereka.Berita menyebutkan, Xi Jinping akan segera menghapus
sistem

> kepemimpinan tertinggi yakni: sistem Dewan Komisi Tetap Pusat
dan

> diubah menerapkan sistem presidensial. Sebelumnya media Hongkong
juga

> memberitakan, selama Dua Rapat Pleno PKT, anggota Komisi
Politbiro

> Wang Huning memanggil tim pemikir senior sebanyak lebih dari
40

> orang, untuk menghadiri seminar rahasia di Balai Riset
Strategi

> Xishan, Beijing, guna membahas sistem demokrasi dan
reformasi

> mekanisme. Topik seminar tersebut adalah “Seminar Sistem
Demokrasi

> Masyarakat Paham Sosialis serta Reformasi Mekanisme
dan

> Pengembangannya”.Selama seminar, Xi Jinping tiga kali hadir
dan

> berpidato, dan menyatakan “atas dasar tanggung jawab
terhadap

> sejarah, terhadap kesetiaan jabatan, terhadap penghormatan pada
ilmu

> pengetahuan yang mencari kebenaran dalam fakta, pikiran kita
harus

> terbuka, singkirkan belenggu ideologi lama, kemukakanlah
pandangan

> dan pendapat yang sesuai dengan kondisi negara, sesuai
dengan

> perkembangan zaman dan kemajuan”.Kalangan luar menganalisa,
tujuan

> dari rapat ini kemungkinan adalah membuka jalan bagi
reformasi

> besar-besaran yang akan dilakukan oleh Xi Jinping. Berdasarkan
berita

> ini, disimpulkan bahwa pemberantasan korupsi “memukul harimau”
untuk

> menggulingkan Jiang dan melenyapkan pengaruh Mao ini, harus
menempuh

> jalan dua arah, semua harus digasak bareng, tidak bisa
menyisakan

> satu pun. (Ran Shazhou/sud/whs)TAMAT


 


Kirim email ke