Maaf ini cuma pengalaman saya dan membaca dari media masa. Terlalu banyak gemar-gembor tentang kemajuan teknologi di cina, india yang diam-diam bisa meluncurkan roket ke ruang angkasa tak pernah ada masalah Apalagi NASA, hanya dengan klingking saja, stasiun ruang angkasa mengudara di angkasa tanpa ada masalah yang berarti. Mestinya jangan terlalu gembar gembor soal technology, karena kita negara sama-sama baru merdeka masih banyak yang perlu dipelajari dari negara maju. Bukan bermaksud menjelekkan negara cina, untuk menjadi negara maju, cina harus mengadakan penelitian lagi 100-200 tahun supaya hasilnya memuaskan. Di Cina banyak home industry yang merakit barang-barang elektronik dari rongsokan HP dan Komputer, sehingga produk-produk cina hanya tahan 1 tahun hingga 2 tahun mungkin cuma 6 bulan. Karena sortir barang-barang rongsokan yang kwitasnya hanya 50-60 %,
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, September 22, 2016 3:22 AM To: GELORA_In; [email protected]; [email protected] Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Lepas Kendali", Stasiun Luar Angkasa China, Diprediksi Bakal Jatuh ke Bumi http://sains.kompas.com/read/2016/09/21/22133891 /.lepas.kendali.stasiun.luar.angkasa.china.diprediksi.bakal.jatuh.ke.bumi. Lepas Kendali", Stasiun Luar Angkasa China Diprediksi Bakal Jatuh ke Bumi Rabu, 21 September 2016 | 22:13 WIB * * * * * 11 Shares [cid:[email protected]]CMSA Tiangong-1 KOMPAS.com — Modul stasiun luar angkasa milik China dilaporkan lepas kontrol dan diprediksi akan jatuh ke Bumi pada tahun 2017. Pejabat badan antariksa China, Wu Ping, menyampaikan hal tersebut menyusul rumor bahwa modul sepanjang 10,4 meter itu mengalami kendala teknis dan kegagalan bekerja. Waktu persis jatuhnya stasiun luar angkasa bernama Tiangong-1 itu belum bisa dipastikan. Satu hal yang pasti, modul itu akan jatuh secara "alami", artinya tanpa dikendalikan. Ping mengatakan, "Berdasarkan kalkulasi dan analisis kami, sebagian besar bagian dari modul akan terbakar saat memasuki atmosfer." Namun, Jonathan McDowell, pakar industri keantariksaan dari Harvard University, mengatakan, bagian mesin roket terlalu padat untuk terbakar sehingga kemungkinan akan sampai ke permukaan bumi. "Masih ada sampai sekitar 100 kilogram, cukup untuk melukai bila menghantam Anda," katanya seperti dikutip The Guardian, Kamis (21/9/2016). "Ada peluang akan menimbulkan kerusakan, mungkin akan mengenai mobil seseorang. Akan ada hujan logam yang sampai atap rumah seseorang, seperti bila sayap jatuh dari pesawat. Tetapi, kerusakan tak akan meluas," imbuhnya. Sementara kemungkinan merusak ada, jatuhnya modul seberat 8,5 ton secara natural berarti lokasi jatuhnya tak akan bisa diketahui pasti. "Sulit untuk mengendalikannya," kata McDowell. "Kita tak akan tahu dengan baik sebelum sekitar enam atau tujuh jam sebelumnya. Tak tahu kapan akan jatuh berarti tak tahu di mana akan jatuh." Sementara itu, Ping memastikan bahwa China telah melakukan riset tentang manajemen sampah misi luar angkasa serta mitigasinya bila jatuh. "Bila perlu, kami akan membuat prakiraan tentang jatuhnya modul dan melaporkannya kepada dunia," ungkap Ping menegaskan komitmennya. Thomas Dorman, seorang astronom amatir, mengatakan bahwa kemungkinan besar sampah modul itu akan jatuh di lautan. Namun, kemungkinan jatuh di daratan tetap ada. "Akan menjadi hari buruk bila sampah itu jatuh di wilayah padat penduduk," katanya. "Jadi lebih baik mewaspadainya." Tiangong-1 diluncurkan pada tahun 2011 dan menjadi kebanggaan dunia keantariksaan China sekaligus Asia. China kini juga merencanakan Tiangong-2. Penulis : Yunanto Wiji Utomo Editor : Yunanto Wiji Utomo
