Ah bung Chan, yang mesti mengenakan Jas Merah kepada Bu Mega, yaitu pak
Taufik Kiemas kan sudah tiada........Lagipula, Bu Mega kan bukannya
Soeharto yang pasang dan tarok semaunya sendiri bintang lima
dipundaknya....menjadi Jendral Besaaaar.......!
------ Original Message ------
From: "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Thursday, 22 Sep, 2016 At 1:49 PM
Subject: Re: [GELORA45] Pengamat: Jas Merah Ahok, Simbol Politik
Dominasi Megawati
Eeeiiih, .... Tapi, kenapa ibu Mega, Ketua-umum PDIP nya sendiri tidak
kenakan jas-merah, ya???
From: mailto:[email protected] <mailto:[email protected]>
Sent: Thursday, September 22, 2016 11:24 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]>
Subject: [GELORA45] Pengamat: Jas Merah Ahok, Simbol Politik Dominasi
Megawati
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/09/21/oduq2p377-pengamat-jas-merah-ahok-simbol-politik-dominasi-megawati
<http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/09/21/oduq2p377-pengamat-jas-merah-ahok-simbol-politik-dominasi-megawati>
Rabu, 21 September 2016, 18:18 WIB
Pengamat: Jas Merah Ahok, Simbol Politik Dominasi Megawati
Red: Teguh Firmansyah
Republika/Agung Supriyanto
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenakan jaket
pertai secara simbolis didampingi wakil gubernur Djarot Saifut Hidayat
dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mendaftar sebagai
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakar
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenakan jaket
pertai secara simbolis didampingi wakil gubernur Djarot Saifut Hidayat
dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mendaftar sebagai
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Voxpol Center Pangi
Syarwi Chaniago memandang langkah Megawati Soekarnoputri memakaikan jas
merah kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pendaftaran calon
Gubernur DKI Jakarta merupakan sebuah bahasa politik.
"Ketika ibu Megawati memakaikan jas merah kepada Ahok, itu merupakan
bahasa politik ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perj uangan. Dia
ingin menunjukkan PDI Perjuangan adalah partai pengusung utama
Ahok-Djarot," kata Pangi dihubungi di Jakarta, Rabu.
Pangi mengatakan pesan yang sampai ke benak publik ketika jas merah
dipasangkan langsung Megawati kepada Ahok adalah hegemoni dan pengaruh
Megawati menenggelamkan dukungan partai lain. "Sekali lagi ini sinyal
sekaligus pesan dari ibu Megawati, bahwa PDIP adalah partai utama
pengusung Ahok-Djarot. Sementara Golkar, Hanura dan Nasdem hanya partai
pelengkap dukungan," nilai dia.
Pangi menuturkan secara umum tidak mungkin ada "matahari kembar" atau
dua partai dominan dalam pencalonan Ahok-Djarot. Sehingga dengan
masuknya PDI Perjuangan, maka Hanura, Nasdem dan Golkar tenggelam.
Di sisi lain Pangi memandang masuknya PDI Perjuangan membuat Ahok kian
percaya diri. Berbeda halnya ketika Ahok baru mendapatkan dukungan dari
Golkar, Hanura dan Nasdem, Ahok dinilai tampak masih gamang dalam
pertarungan elektoral.
&qu ot;Ahok tanpa tandu PDIP adalah sebuah kartu mati. Ahok belakangan
menyadari realitas tersebut, itu mengapa kemudian Ahok mencoba 'merayu'
ibu Megawati dan akhirnya berhasil menaklukkan hati ibu Megawati," ujar
dia.
Baca juga, PDIP Resmi Usung Ahok-Djarot di Pilgub DKI.
<http://www.republika.co.id/berita/nasional/pilkada/16/09/21/odt1eq335-pdip-resmi-usung-ahokdjarot-di-pilgub-dki>
Pada hari ini pasangan pejawat calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri
ke KPUD DKI Jakarta.
Ahok-Djarot mendaftar dengan didampingi PDI Perjuangan selaku partai
pengusung, dan Nasdem, Hanura serta Golkar selaku partai pendukung.
Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Ketua Umum PDIP Megawati
Soekarnoputri yang terlihat memakaikan jas merah kepada Ahok.
Sumber : Antara