http://www.suara-islam.com/read/index/19852/Habib-Rizieq-Kritik-Megawati--Calonkan-Non-Muslim-di-Wilayah-Mayoritas-Muslim-Timbulkan-SARA



Habib Rizieq Kritik Megawati: Calonkan Non Muslim di Wilayah Mayoritas Muslim 
Timbulkan SARA
Kamis, 22/09/2016 10:21:56 | Dibaca : 21148
Facebook Twitter Gplus 
 Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab 

Jakarta (SI Online) - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad 
Rizieq Syihab mengkritik pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati yang mengatakan 
tidak ingin mencari pemimpin yang menimbulkan SARA (suku, agama, ras, dan 
antargolongan). Hal tersebut disampaikan Mega usai mencalonkan Ahok-Djarot 
dalam Pilkada DKI.

Kata Habib Rizieq, dengan mencalonkan non muslim di wilayah mayoritas muslim 
akan menimbulkan persoalan SARA. 

"Justru pencalonan Non Muslim di wilayah Mayoritas Muslim adalah Pencetus SARA, 
sekaligus merupakan pemerkosaan terhadap Asas Proporsionalitas Kebhinnekaan 
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara." jelasnya di Markaz Besar FPI, 
Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Sebelumnya, Megawati menyampaikan beberapa hal sebelum mengantar pasangan 
Ahok-Djarot untuk mendaftar ke KPUD DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Megawati menghimbau agar mengikuti arahan ketua umum PDIP. 
Selain itu, ia juga merasa bertanggung jawab terhadap kestabilan bangsa dan 
negara. 

"Kita tidak ingin mencari pemimpin di suatu daerah untuk menimbulkan SARA, kita 
ini negara dengan kemajemukan yang luar biasa, Bhineka Tunggal Ika," ujar 
Megawati di DPP PDIP Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (21/6).

+++++
http://www.suara-islam.com/read/index/19824/-Jangan-Termakan-Jargon-Non-Muslim-yang-Adil-Lebih-Baik-Daripada-Muslim-yang-tidak-Adil
Jangan Termakan Jargon Non Muslim yang Adil Lebih Baik Daripada Muslim yang 
tidak Adil
Senin, 19/09/2016 23:02:11 | Dibaca : 2462
Facebook Twitter Gplus 
 Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Asembagus, 
Situbondo Jawa Timur KH Afifuddin Muhajir. 


Jakarta (SI Online) - Salah seorang ulama khos Nahdlatul Ulama dari Jawa Timur, 
KH Afifuddin Muhajir merasa terpanggil untuk bersuara terkait Pilkada DKI 
dengan minta PDIP selaku partai dengan suara terbanyak di Jakarta mengajukan 
calon dari kadernya sendiri.

Seperti dikutip kantor berita Antara di Jakarta, KH Afifuddin menyebutkan kader 
dimaksud adalah tentu yang beragama Islam, sebab bagi umat Islam, agama adalah 
segala-galanya, termasuk dalam memilih pemimpin.

"Sangat masuk akal bila umat Muslim memilih pemimpin yang Muslim. Tentu figur 
pemimpin dimaksud adalah pemimpin yang adil," kata Kyai Afifuddin yang 
merupakan Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, 
Asembagus, Situbondo Jawa Timur itu.

Kyai yang juga pakar ushul fikh yang kini dimiliki NU ini juga mengingatkan 
umat Islam di Jakarta agar tidak termakan oleh jargon "Non Muslim yang adil 
lebih baik daripada Muslim yang tidak adil", seolah-olah Muslim identik dengan 
ketidakadilan.

"Oleh karena itu, saya sangat mendukung pernyataan KH Ahmad Hasyim Muzadi dan 
KH Shalahuddin Wahid agar PDIP mencalonkan kadernya sendiri dengan menggandeng 
partai-partai yang peduli terhadap nasib umat Islam dan NKRI," kata mantan 
anggota A'wan PBNU yang dikenal dekat dengan kelompok Kyai Hasyim Muzadi itu. 

Gus Solah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jatim baru-baru 
ini mengemukakan harapannya supaya PDIP mempertimbangkan saran KH Hasyim Muzadi 
supaya partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu mencalonkan kader 
sendiri dalam pemilihan Gubernur DKI. 

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa al-Hikam Malang Jawa Timur dan 
Depok Jawa Barat KH Hasyim Muzadi meminta PDIP mengusung kader sendiri dalam 
Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

"Sebagai orang yang pernah merasakan budi baik PDI Perjuangan (waktu Pilpres 
2004), saya berharap dengan sangat agar PDI Perjuangan mengusung kadernya 
sendiri," kata KH Hasyim dalam pernyataan tertulisnya, 15 September 2016.

(Baca: Hasyim Muzadi Siap Pasang Badan untuk PDIP Jika Usung Kader Sendiri yang 
Nasionalis dalam Pilkada DKI)

Mantan Ketua Umum PBNU dua periode itu menegaskan, jika PDIP mengusung kader 
sendiri, maka langkah itu akan memantapkan eksistensinya sebagai partai wong 
cilik yang nasionalis dan religius.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu bahkan menyatakan siap 
"pasang badan" mengajak partai-partai Islam untuk mendukung calon PDIP. 

red: shodiq ramadhan
sumber: Antara

Kirim email ke