Habib Rizieq----------> Habib Lizieq 2016-09-25 7:11 GMT+02:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > > Pada Minggu, 25 September 2016 2:17, "Marco 45665 [email protected] > [nasional-list]" <[email protected]> menulis: > > > > Habib Rizieq Kritik Megawati: Calonkan Non Muslim di Wilayah Mayoritas > Muslim Habib Rizieq Timbulkan SARA > > 2016-09-25 0:59 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [nasional-list] < > [email protected]>: > > > http://www.suara-islam.com/ read/index/19852/Habib-Rizieq- > Kritik-Megawati--Calonkan-Non- Muslim-di-Wilayah-Mayoritas- > Muslim-Timbulkan-SARA > <http://www.suara-islam.com/read/index/19852/Habib-Rizieq-Kritik-Megawati--Calonkan-Non-Muslim-di-Wilayah-Mayoritas-Muslim-Timbulkan-SARA> > > > > Habib Rizieq Kritik Megawati: Calonkan Non Muslim di Wilayah Mayoritas > Muslim Timbulkan SARA > Kamis, 22/09/2016 10:21:56 | Dibaca : 21148 > Facebook Twitter Gplus > Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab > > *Jakarta (SI Online) *- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib > Muhammad Rizieq Syihab mengkritik pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati yang > mengatakan tidak ingin mencari pemimpin yang menimbulkan SARA (suku, agama, > ras, dan antargolongan). Hal tersebut disampaikan Mega usai mencalonkan > Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI. > > Kata Habib Rizieq, dengan mencalonkan non muslim di wilayah mayoritas > muslim akan menimbulkan persoalan SARA. > > "Justru pencalonan Non Muslim di wilayah Mayoritas Muslim adalah Pencetus > SARA, sekaligus merupakan pemerkosaan terhadap Asas Proporsionalitas > Kebhinnekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara." jelasnya di Markaz > Besar FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016). > > Sebelumnya, Megawati menyampaikan beberapa hal sebelum mengantar pasangan > Ahok-Djarot untuk mendaftar ke KPUD DKI Jakarta. > > Dalam sambutannya, Megawati menghimbau agar mengikuti arahan ketua umum > PDIP. Selain itu, ia juga merasa bertanggung jawab terhadap kestabilan > bangsa dan negara. > > "Kita tidak ingin mencari pemimpin di suatu daerah untuk menimbulkan SARA, > kita ini negara dengan kemajemukan yang luar biasa, Bhineka Tunggal Ika," > ujar Megawati di DPP PDIP Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (21/6). > > +++++ > http://www.suara-islam.com/ read/index/19824/-Jangan- > Termakan-Jargon-Non-Muslim- yang-Adil-Lebih-Baik-Daripada- > Muslim-yang-tidak-Adil > <http://www.suara-islam.com/read/index/19824/-Jangan-Termakan-Jargon-Non-Muslim-yang-Adil-Lebih-Baik-Daripada-Muslim-yang-tidak-Adil> > Jangan Termakan Jargon Non Muslim yang Adil Lebih Baik Daripada Muslim > yang tidak Adil > Senin, 19/09/2016 23:02:11 | Dibaca : 2462 > Facebook Twitter Gplus > Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Asembagus, > Situbondo Jawa Timur KH Afifuddin Muhajir. > > *Jakarta (SI Online) -* Salah seorang ulama *khos* Nahdlatul Ulama dari > Jawa Timur, KH Afifuddin Muhajir merasa terpanggil untuk bersuara terkait > Pilkada DKI dengan minta PDIP selaku partai dengan suara terbanyak di > Jakarta mengajukan calon dari kadernya sendiri. > > Seperti dikutip kantor berita Antara di Jakarta, KH Afifuddin menyebutkan > kader dimaksud adalah tentu yang beragama Islam, sebab bagi umat Islam, > agama adalah segala-galanya, termasuk dalam memilih pemimpin. > > "Sangat masuk akal bila umat Muslim memilih pemimpin yang Muslim. Tentu > figur pemimpin dimaksud adalah pemimpin yang adil," kata Kyai Afifuddin > yang merupakan Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah > Sukorejo, Asembagus, Situbondo Jawa Timur itu. > > Kyai yang juga pakar ushul fikh yang kini dimiliki NU ini juga > mengingatkan umat Islam di Jakarta agar tidak termakan oleh jargon "Non > Muslim yang adil lebih baik daripada Muslim yang tidak adil", seolah-olah > Muslim identik dengan ketidakadilan. > > "Oleh karena itu, saya sangat mendukung pernyataan KH Ahmad Hasyim Muzadi > dan KH Shalahuddin Wahid agar PDIP mencalonkan kadernya sendiri dengan > menggandeng partai-partai yang peduli terhadap nasib umat Islam dan NKRI," > kata mantan anggota A'wan PBNU yang dikenal dekat dengan kelompok Kyai > Hasyim Muzadi itu. > > Gus Solah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jatim > baru-baru ini mengemukakan harapannya supaya PDIP mempertimbangkan saran KH > Hasyim Muzadi supaya partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu > mencalonkan kader sendiri dalam pemilihan Gubernur DKI. > > Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa al-Hikam Malang Jawa Timur > dan Depok Jawa Barat KH Hasyim Muzadi meminta PDIP mengusung kader sendiri > dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. > > "Sebagai orang yang pernah merasakan budi baik PDI Perjuangan (waktu > Pilpres 2004), saya berharap dengan sangat agar PDI Perjuangan mengusung > kadernya sendiri," kata KH Hasyim dalam pernyataan tertulisnya, 15 > September 2016. > > (Baca: Hasyim Muzadi Siap Pasang Badan untuk PDIP Jika Usung Kader > Sendiri yang Nasionalis dalam Pilkada DKI) > > Mantan Ketua Umum PBNU dua periode itu menegaskan, jika PDIP mengusung > kader sendiri, maka langkah itu akan memantapkan eksistensinya sebagai > partai wong cilik yang nasionalis dan religius. > > Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu bahkan menyatakan > siap "pasang badan" mengajak partai-partai Islam untuk mendukung calon > PDIP. > > red: shodiq ramadhan > sumber: Antara > > > > > > >
