Sepertinya begitu, Jokowi salah mengerti tentang reforma agraria.Dikiranya 
cukup dengan bagi-bagi tanah / sertifikat tanah.

Tambah salah lagi karena bagi-bagi tanah itu cuma sampai di mulut.

Sampai Sekarang, 9 Juta Hektar Tanah Masih Sebatas Janji Jokowi
  
|  
|  
 |  
Sampai Sekarang, 9 Juta Hektar Tanah Masih Sebatas Janji Jokowi
 By RMOL RMOL. Seiring bertambahnya usia kinerja pemerintah, semakin menumpuk 
pula tagihan realisasi janji kampanye Joko ...  | 
 |

 |



--- jetaimemucho1@... wrote:

Seminar Nasional di Palu, Membedah Program Reforma Agraria Jokowi–Jk
 21 September, 2016 Seminar Tentang Reforma Agraria di Universitas Tadulako, 
Palu. Foto : IlhamPalu, September 2016–MRB. Menuju peringatan Hari Tani 
Nasional (HTN) 2016, FPR Sulawesi Tengah (Sulteng). FPR Sulteng merupakan 
aliansi multisektoral yang beranggotakan antara lain AGRA, SERUNI, LBH Sulteng 
dan FMN.Seminar di selenggarakan di ruang Senat, Fakultas Fisip–Universitas 
Tadulako Palu pada pukul 13.00–16.30, 20 September 2016. Acara tersebut 
merupakan kerjasama antara FPR Sulteng dengan program studi antropologi 
UNTAD.Seminar tersebut mengambil tema “Membedah Kebijakan Reforma Agraria 
Jokowi–JK di Tengah Meluasnya Perampasan Tanah dan Konflik Agraria di 
Pedesaan”, yang menghadirkan narasumber dari AGRA, BPN Sulawesi Tengah serta 
Akademisi.Ferri Rangi, Pembicara dari UNTAD menjelaskan bahwa  reforma agraria 
bukan hanya  sekedar bagi-bagi tanah maupun sertifikat semata namun harus 
berkesenambungan, reforma agraria sejati harus menghilangkan monopoli tanah 
skala besar dan penjaminan pasar produksi bagi kaum tani. Akmal Palindo dari 
AGRA Sulteng juga sepakat dengan apa yang di sampaikan oleh Ferri, bahkan Akmal 
menyebutkan bahwa program Reforma Agraria Jokowi–JK adalah palsu.Sedangkan LA 
Hamusein S.Si, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Sulawesi Tengah lebih 
banyak memaparkan objek-objek land reform di Sulawesi Tengah. Contohnya rencana 
BPN untuk mereforma tanah milik PT Haspam di kabupaten Sigi, serta Morowali 
untuk tanah eks PTPN XIV.Seminar tersebut dihadiri oleh kurang lebih 150 
peserta, yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, pengacara hingga masyarakat 
umum. Perwakilan FPR menjelaskan bahwa tujuan dari seminar tersebut selain 
sebagai rangkaian HTN juga menjadi bagian dari upaya untuk menyatukan berbagai 
kekuatan rakyat di Sulawesi Tengah untuk berjuang bersama–sama dengan 
mengenalkan lebih lanjut FPR sebagai aliansi bersama.Di akhir acara, Akmar 
Palindo mengajak seluruh element masyarakat untuk bergabung bersama-sama 
menyambut moment bersejarah bagi kaum tani dalam HTN. Dengan berjuang bersama 
mewujudkan reforma agraria sejati melalui organisasi massa yang militan dan 
demokratis.(IK)#

   

Kirim email ke