Sebuah pengakuan bahwa perekonomian Indonesia 
memang berdiri di atas kaki orang lain; ditetah ke sana 
ke sini. Dari garam sampai mobil mewah, semua impor.
Esemka, kandas.

-
 Sabtu, 24 Sep2016, 14:21 WIB BI: Indonesia TakLagi Bisa Bersandar Pada Ekonomi 
Global Ardan Adhi Chandra– detikFinance Semarang - Ketergantunganekonomi 
Indonesia kepada banyak negara di dunia tidak lagi bisa dilakukan dalambeberapa 
waktu ke depan. Pelemahan ekonomi global yang semakin terasa kianberdampak pada 
ekonomi Indonesia.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) 
YogaAffandi menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia ke depannya tidak lagi 
bisabergantung kepada ekonomi global. Turunnya volume perdagangan 
internasionalserta anjloknya harga komoditas menjadi faktor utama lemahnya 
pertumbuhanekonomi global.

"Ke depan kita tidak bisa lagi bersandar pada pertumbuhan ekonomi 
global.Sebetulnya agak bahaya karena kita akan domesticoriented," jelas Yoga di 
Kantor Perwakilan BI Semarang, Sabtu,(24/9/2016).

Salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia saat ini 
sepertiChina juga tengah merasakan dampak dari pelemahan ekonomi global. 
Pertumbuhanekonomi China juga turut berpengaruh terhadap Indonesia karena 
besarnyatransaksi perdagangan antara kedua negara ini.

"Faktor global lainnya adalah China di mana masih jadi magnet 
pertumbuhanekonomi dunia. Kalau China stabil, tentu akan dorong ekonomi 
Indonesia,"tutur Yoga.

Namun tidak perlu khawatir, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 
beragammembuat Indonesia lebih mampu menghadapi pelemahan ekonomi global. 
Berbedadengan Brasil dan Rusia yang hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi 
darikomoditas, sehingga ketika harga komoditas anjlok ekonomi mereka 
sangatterdampak.

"Indonesia itu ekonomi luar biasa, dia terdiversifikasi. Beda denganBrasil dan 
Rusia yang akibat penurunan harga komoditas langsung ambruk. Kitamasih staydi 
5%, tidak heran likuiditas banjir masuk ke Indonesia. Indonesia seimbangantara 
ekspor dan konsumsi," ujar Yoga. (ang/ang)


Kirim email ke