https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/25/214807136
/kondisi-kesehatan-ini-bisa-menggagalkan-calon-dalam-pilkada-dki
Kondisi Kesehatan Ini Bisa Menggagalkan
Calon dalam Pilkada DKI
Minggu, 25 September 2016 | 08:29 WIB
* share facebook <javascript:void(0)>
* share twitter <javascript:void(0)>
* share google+ <javascript:void(0)>
* share pinterest <javascript:void(0)>
Kondisi Kesehatan Ini Bisa Menggagalkan Calon dalam Pilkada DKI
Ketiga pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung
pada Pilgub 2017 melakukan foto wefie disela pemeriksaan kesehatan.
instagram.com
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta
Sumarsono menjelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung dalam
pemilihan kepala daerah 2017. Menurut dia, kepala daerah harus sehat
secara jasmani dan rohani serta bebas dari narkotik.
“Jadi gubernur dan wakil gubernur tugasnya sangat berat, jadi penting
bagi mereka untuk sehat,” kata Sumarsono saat dihubungi /Tempo/, Minggu,
25 September 2016.
Kriteria sehat secara fisik, ucap Sumarsono, adalah seseorang itu
mandiri alias tidak perlu bantuan orang lain. Calon kepala daerah juga
tidak memiliki penyakit yang berorientasi mengganggu fisiknya. Salah
satu contoh penyakit yang bisa menggagalkan calon gubernur dan wakil
gubernur maju dalam pilkada adalah terkena stroke.
*Baca Juga: *Kata Ahok dan Agus Yudhoyono Soal Selfie di RSAL
Mintohardjo
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/083807048/kata-ahok-dan-agus-yudhoyono-soal-selfie-di-rsal-mintohardjo>
Menurut Sumarsono, stroke menyebabkan saraf-saraf tidak berfungsi dengan
sempurna. “Kemudian ada kesehatan jiwa. Dia mampu mengingat, memahami,
menganalisis, dan memutuskan,” ujarnya. Ada pula kriteria bebas dari
penyalahgunaan narkotik.
Tiga pasangan calon kepala daerah DKI pada Sabtu, 24 September 2016,
kompak menghadiri dan menjalani tes pemeriksaan kesehatan sebagai
rangkaian proses pilkada DKI 2017. Pasangan Ahok-Djarot dan
Agus-Sylviana telah lebih dulu datang sejak pagi. Mereka menjalani tes
selama sekitar tujuh jam. Adapun pasangan Anies-Sandiaga baru tiba siang
hari.
Ahok, yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta, mengaku sempat bertemu
dengan pasangan penantangnya dalam pilkada DKI 2017 di Rumah Sakit
Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 September 2016.
*Simak Juga: *Ini Kisah Sandiaga Yakinkan Prabowo, PKS, dan Anies
Baswedan
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807045/ini-kisah-sandiaga-yakinkan-prabowo-pks-dan-anies-baswedan>
"Sempat, sempat /selfie/ bareng," tutur calon Gubernur DKI inkumben ini
setelah menjalani tes kesehatan.
Ahok mengaku tak hanya berfoto /selfie/ dengan calon pasangannya, Djarot
Saiful Hidayat, tapi juga dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno
dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. "Kami minta Pak Anies
/tweet/, Pak Sandiaga sempat bikin video. /Ngobrol/ saja. Sama Mas Agus
juga," katanya.
*REZKI ALVIONITASARI|FRISKI RIANA
Baca:
*Calonkan Agus, Bos IndoBarometer: Mungkin SBY Dapat Wangsit
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807034/calonkan-agus-bos-indobarometer-mungkin-sby-dapat-wangsit>Sindir
Haji Lulung, Ahok Sebut Dirinya Bukan Psikopat
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807038/sindir-haji-lulung-ahok-sebut-dirinya-bukan-psikopat>
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807038/sindir-haji-lulung-ahok-sebut-dirinya-bukan-psikopat>
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807038/sindir-haji-lulung-ahok-sebut-dirinya-bukan-psikopat>
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807038/sindir-haji-lulung-ahok-sebut-dirinya-bukan-psikopat>
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807038/sindir-haji-lulung-ahok-sebut-dirinya-bukan-psikopat>
<https://metro.tempo.co/read/news/2016/09/24/231807038/sindir-haji-lulung-ahok-sebut-dirinya-bukan-psikopat>