http://sp.beritasatu.com/home/banyak-saluran-tersumbat-bekasi-jadi-sering-banjir/116966
Banyak Saluran Tersumbat, Bekasi Jadi Sering Banjir
Senin, 26 September 2016 | 12:14
Banjir di Bekasi. [Istimewa] Banjir di Bekasi. [Istimewa]
Berita Terkait
* Diacuhkan Pemkot Bekasi, Warga Berutang Rp 23 Juta untuk Perbaiki
Tanggul Kali Bekasi
<http://sp.beritasatu.com/home/diacuhkan-pemkot-bekasi-warga-berutang-rp-23-juta-untuk-perbaiki-tanggul-kali-bekasi/116606>
* Kali Bekasi Meluap dan Merendam Sejumlah Perumahan, Warga Jadi Tunda
Mudik
<http://sp.beritasatu.com/home/kali-bekasi-meluap-dan-merendam-sejumlah-perumahan-warga-jadi-tunda-mudik/115975>
* Bekasi dan Bogor Sepakat Tanggulangi Banjir di Wilayah Perbatasan
<http://sp.beritasatu.com/home/bekasi-dan-bogor-sepakat-tanggulangi-banjir-di-wilayah-perbatasan/115646>
* Banjir PGP Bekasi, Warga Butuh Perahu Evakuasi
<http://sp.beritasatu.com/home/banjir-pgp-bekasi-warga-butuh-perahu-evakuasi/114102>
* Kali Bekasi Meluap Rendam Perumahan
<http://sp.beritasatu.com/home/kali-bekasi-meluap-rendam-perumahan/111029>
[BEKASI] Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mengevaluasi
banjir yang terjadi di wilayahnya akibat saluran dari hulu ke hilir yang
tersumbat.
Saluran ini, berada di bawah Tol Jakarta-Cikampek sehingga perlu
penanganan dan biaya besar untuk memperbaiki saluran "crossing" tol ini.
"Banjir yang terjadi pada Sabtu (24/9) dan Minggu (25/9) malam terjadi
akibat tersumbatnya saluran di bawah tol (crossing)," kata Kepala Dinas
Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin
(26/9).
Dia mengatakan, terdata ada 13 saluran di bawah Tol Jakarta-Cikampek
yang berada di wilayah Kota Bekasi. Ke-13 saluran tersebut tersebar
mulai dari Bekasi Timur (perbatasan dengan Kabupaten Bekasi) hingga
Pondokgede (perbatasan dengan Jakarta Timur) yang dilintasi Tol
Jakarta-Cikampek.
Tri mengatakan, banjir yang terjadi pada Sabtu (24/9) malam melanda
wilayah Perumahan IKIP-Jatikramat dan Nasio-Jatimakmur.
Lalu, pada Minggu (25/9) malam banjir melanda beberapa perumahan di
Perumahan Rawalumbu dan Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu.
Saluran di bawah tol Jakarta-Cikampek ini sudah dibangun sejak puluhan
lalu. Sebelum membangun jalan tol tersebut, sudah dipersiapkan saluran
di bawah tol ini. "Sekarang ini, sudah bukan berbicara keweangan siapa
yang merawat 'crossing' tol, pemerintah daerah juga akan ikut andil
dalam memperbaiki dan memperlebar saluran tersebut," ujar Tri.
Awalnya, kata Tri, saluran di bawah tol tersebut merupakan kewenangan
Balai Besar Wilayah Sungai Ciwilung-Cisadane (BBWSCC) dan PT Jasa Marga.
"Awalnya, BBWSCC dan Jasa Marga yang melakukan perawatan 'crossing' tol
tersebut, namun karena sudah puluhan tahun saluran tersebut tersumbat.
Kini, pemerintah daerah juga wajib memperbaiki saluran tersebut," imbuhnya.
Meski begitu, Tri pesimistis karena membutuhkan biaya besar untuk
menormalisasi saluran di bawah jalan tol tersebut.
"Diperkirakan satu saluran bawah tol memerlukan dana Rp 50 miliar.
Pengerjaan yang sulit karena di bawah jalan tol tanpa harus merusak
jalan di atasnya. Harus dilakukan pengeboran untuk memperbesar saluran
tersebut," ucapnya.
Dia pun mengklaim telah mengerahkan tim pembersihan kali untuk menyisir
kali yang tersumbat sampah atau pun lumpur. "Ternyata memang curah hujan
yang besar dan masih ada beberapa lokasi yang air memang tersumbat
lumpur seperti saluran bawah tol itu," katanya.
Menurut Tri, langkah jangka pendek Pemkot Bekasi akan membangun
penampungan air sementara di beberapa lokasi yang kerap terjadi banjir
saat hujan turun.
Menurut warga di sekitar Rawalumbu, tandon air seluas 1,6 hektare yang
berlokasi di Kelurahan Pengasinan belum memiliki alat penyedot air.
Padahal, tandon air tersebut sudah dioperasikan sejak setahun yang lalu.
?"Di lokasi tandon tersebut belum memiliki alat penyedot air. Kami
pengurus RT sudah berkali-kali rapat dengan lurah dan menyatakan tandon
tersebut pembangunannya baru tahap pertama," ujar Ketua RT 01/RW 28,
Sarwindo.
?Terpisah, Komisi B DPRD Kota Bekasi, Ronnny Hermawan, meminta
pemerintah daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan
banjir di Kota Bekasi. "Dalam hal ini, Disbimarta harus segera bertindak
cepat karena sebentar lagi memasuki musim hujan dan intensitas curah
hujan semakin tinggi. Dan potensi banjir semakin besar," pungkasnya. [160]