Ada yang tahu terowongan yang dibangun dijakartaa untuk jalur  rel kereta api.
Apakah terowongan ini hanya untuk jalur rel kereta api saja, karena kalau 
dimalaysia terowongan seperti ini dipakai juga untuk penanggulangan banjir, 
dimana semua kendaraan di stop masuk ke terowongan kalau sudah musim banjir

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, September 27, 2016 2:53 AM
To: '[email protected]' [email protected] [temu_eropa]; RKB; 
Chalik Hammid; Sunny; Roeslan; Jakarta Globe; Nasional-List
Cc: GELORA_In; [email protected]; Awind; Lusi.D
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: [temu_eropa] Banyak Saluran Tersumbat, 
Bekasi Jadi Sering Banjir


.

.>>>,,, Nanti yang dihujat dan disalahkan AHOK LAGI ...AHOK LAGI....  padahal 
kemungkinan besar JUSTRU PENDUDUK yang tinggal disekitar  BEKASI dan di BAGIAN 
LAIN JAKRTALAH yang TAK TAHU DISIPLIN  dan urakan alias kampungan (Boodddoohhh 
nya enga keruan ... Kebisanya cuming.......) ,....atau mudah2an > KESALAHAN 
TECHNIS semata  dan cenderung KESALAHAN ALAM  ..... ( dimana Geographis JAKARTA 
itu  daerah DATARAN dan letaknya  dbawah Permukaan laut ..... ) .

>> TAPI  jika sudah demikian  (Kesalahan Alam) ...mak ITU KAN CIPTAAN ILLAHI 
>> ...........
     MARI KITA BERDOA bersama MUI dan Menteri AGAMA - serta SELURUH UMATA agar
    JAKARTA BERUBAH MENJADI DAERAH PEGUNUNGAN TINGGI .........😯😁😢😈

2016-09-26 20:28 GMT+02:00 'j.gedearka' 
[email protected]<mailto:[email protected]> [temu_eropa] 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:




http://sp.beritasatu.com/home/banyak-saluran-tersumbat-bekasi-jadi-sering-banjir/116966

Banyak Saluran Tersumbat, Bekasi Jadi Sering Banjir

Senin, 26 September 2016 | 12:14
[Banjir di            Bekasi. [Istimewa]]Banjir di Bekasi. [Istimewa]

Berita Terkait

  *   Diacuhkan Pemkot Bekasi, Warga Berutang Rp 23 Juta untuk Perbaiki Tanggul 
Kali 
Bekasi<http://sp.beritasatu.com/home/diacuhkan-pemkot-bekasi-warga-berutang-rp-23-juta-untuk-perbaiki-tanggul-kali-bekasi/116606>
  *   Kali Bekasi Meluap dan Merendam Sejumlah Perumahan, Warga Jadi Tunda 
Mudik<http://sp.beritasatu.com/home/kali-bekasi-meluap-dan-merendam-sejumlah-perumahan-warga-jadi-tunda-mudik/115975>
  *   Bekasi dan Bogor Sepakat Tanggulangi Banjir di Wilayah 
Perbatasan<http://sp.beritasatu.com/home/bekasi-dan-bogor-sepakat-tanggulangi-banjir-di-wilayah-perbatasan/115646>
  *   Banjir PGP Bekasi, Warga Butuh Perahu 
Evakuasi<http://sp.beritasatu.com/home/banjir-pgp-bekasi-warga-butuh-perahu-evakuasi/114102>
  *   Kali Bekasi Meluap Rendam 
Perumahan<http://sp.beritasatu.com/home/kali-bekasi-meluap-rendam-perumahan/111029>

[BEKASI] Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mengevaluasi banjir yang 
terjadi di wilayahnya akibat saluran dari hulu ke hilir yang tersumbat.

Saluran ini, berada di bawah Tol Jakarta-Cikampek sehingga perlu penanganan dan 
biaya besar untuk memperbaiki saluran "crossing" tol ini.

"Banjir yang terjadi pada Sabtu (24/9) dan Minggu (25/9) malam terjadi akibat 
tersumbatnya saluran di bawah tol (crossing)," kata Kepala Dinas Bina Marga dan 
Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (26/9).

Dia mengatakan, terdata ada 13 saluran di bawah Tol Jakarta-Cikampek yang 
berada di wilayah Kota Bekasi. Ke-13 saluran tersebut tersebar mulai dari 
Bekasi Timur (perbatasan dengan Kabupaten Bekasi) hingga Pondokgede (perbatasan 
dengan Jakarta Timur) yang dilintasi Tol Jakarta-Cikampek.

Tri mengatakan, banjir yang terjadi pada Sabtu (24/9) malam melanda wilayah 
Perumahan IKIP-Jatikramat dan Nasio-Jatimakmur.

Lalu, pada Minggu (25/9) malam banjir melanda beberapa perumahan di Perumahan 
Rawalumbu dan Narogong Indah, Kecamatan Rawalumbu.

Saluran di bawah tol Jakarta-Cikampek ini sudah dibangun sejak puluhan lalu. 
Sebelum membangun jalan tol tersebut, sudah dipersiapkan saluran di bawah tol 
ini. "Sekarang ini, sudah bukan berbicara keweangan siapa yang merawat 
'crossing' tol, pemerintah daerah juga akan ikut andil dalam memperbaiki dan 
memperlebar saluran tersebut," ujar Tri.

Awalnya, kata Tri, saluran di bawah tol tersebut merupakan kewenangan Balai 
Besar Wilayah Sungai Ciwilung-Cisadane (BBWSCC) dan PT Jasa Marga.

"Awalnya, BBWSCC dan Jasa Marga yang melakukan perawatan 'crossing' tol 
tersebut, namun karena sudah puluhan tahun saluran tersebut tersumbat. Kini, 
pemerintah daerah juga wajib memperbaiki saluran tersebut," imbuhnya.

Meski begitu, Tri pesimistis karena membutuhkan biaya besar untuk menormalisasi 
saluran di bawah jalan tol tersebut.

"Diperkirakan satu saluran bawah tol memerlukan dana Rp 50 miliar. Pengerjaan 
yang sulit karena di bawah jalan tol tanpa harus merusak jalan di atasnya. 
Harus dilakukan pengeboran untuk memperbesar saluran tersebut," ucapnya.

Dia pun mengklaim telah mengerahkan tim pembersihan kali untuk menyisir kali 
yang tersumbat sampah atau pun lumpur. "Ternyata memang curah hujan yang besar 
dan masih ada beberapa lokasi yang air memang tersumbat lumpur seperti saluran 
bawah tol itu," katanya.

Menurut Tri, langkah jangka pendek Pemkot Bekasi akan membangun penampungan air 
sementara di beberapa lokasi yang kerap terjadi banjir saat hujan turun.

Menurut warga di sekitar Rawalumbu, tandon air seluas 1,6 hektare yang 
berlokasi di Kelurahan Pengasinan belum memiliki alat penyedot air. Padahal, 
tandon air tersebut sudah dioperasikan sejak setahun yang lalu.

?"Di lokasi tandon tersebut belum memiliki alat penyedot air. Kami pengurus RT 
sudah berkali-kali rapat dengan lurah dan menyatakan tandon tersebut 
pembangunannya baru tahap pertama," ujar Ketua RT 01/RW 28, Sarwindo.

?Terpisah, Komisi B DPRD Kota Bekasi, Ronnny Hermawan, meminta pemerintah 
daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota 
Bekasi. "Dalam hal ini, Disbimarta harus segera bertindak cepat karena sebentar 
lagi memasuki musim hujan dan intensitas curah hujan semakin tinggi. Dan 
potensi banjir semakin besar," pungkasnya. [160]




Kirim email ke