*Pertarungan Politikus Tua*
...or should it be rather " IN THE ICE BOX POLITICAL (THOUGHT) GENERATION"
 ..?......
Haha......... Everybody is getting old so does The Generation.
What we all have to do is " A BIG CHANGE "......cause The Nation can't go
forward without any change (Mentally and Spiritually )...........
  TABIK
​

2016-09-26 20:14 GMT+02:00 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> http://nasional.kompas.com/read/2016/09/26/06585541/
> pertarungan.politikus.tua
>
> Pertarungan Politikus Tua
> Senin, 26 September 2016 | 06:58 WIB
>
>    -
>    -
>    -
>    -
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2016/09/26/06585541/pertarungan.politikus.tua#komentar>
>    -
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2016/09/26/06585541/pertarungan.politikus.tua#>
>
> 4525
> Shares
> Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PDI-P
> Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
>
> *Oleh: M SUBHAN SD*
>
> Pilkada DKI Jakarta
> <http://nasional.kompas.com/tag/Pilkada%20DKI%20Jakarta> barangkali
> perhelatan politik lokal paling gaduh dan heboh. Pada detik-detik terakhir
> pendaftaran bakal calon gubernur/wakil gubernur, Jumat (23/9), akhirnya
> Jakarta memiliki tiga kandidat, yang tiga-tiganya diusung partai politik.
>
> Dua hari lalu deklarasi pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama
> <http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama>-Djarot Saiful
> Hidayat <http://nasional.kompas.com/tag/Djarot%20Saiful%20Hidayat> yang
> diusung PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>, Nasdem
> <http://nasional.kompas.com/tag/Nasdem>, Hanura
> <http://nasional.kompas.com/tag/Hanura>, Golkar
> <http://nasional.kompas.com/tag/Golkar> bikin heboh.
>
> Kemarin muncul dua bakal pasangan calon. Pasangan Agus Harimurti
> <http://nasional.kompas.com/tag/Agus%20Harimurti> Yudhoyono-Sylviana Murni
> <http://nasional.kompas.com/tag/Sylviana%20Murni> diusung Partai Demokrat
> <http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat>, PAN, PPP, dan PKB.
>
> Pasangan lainnya adalah Anies Baswedan
> <http://nasional.kompas.com/tag/Anies%20Baswedan>-Sandiaga Uno
> <http://nasional.kompas.com/tag/Sandiaga%20Uno> yang diusung Partai
> Gerindra <http://nasional.kompas.com/tag/Gerindra> dan PKS.
>
> Selama ini, Pilkada DKI Jakarta
> <http://nasional.kompas.com/tag/Pilkada%20DKI%20Jakarta> selalu
> berputar-putar di sekitar gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama
> <http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> alias Ahok.
>
> Berbulan-bulan ia menjadi buah bibir. Sosoknya paling kontroversial.
> Mulutnya dianggap tidak terkontrol, blak-blakan, dan suka marah-marah.
>
> Kelakukannya dinilai kurang santun. Dan, kebijakannya sebagai gubernur
> dipandang keras, misalnya suka gusur-menggusur.
>
> Maka, ia banyak ditolak oleh berbagai kalangan. Sampai-sampai muncul isu
> SARA.
>
> Namun, selama ini modal politiknya sangat bagus karena memiliki
> elektabilitas paling tinggi. Karena itu, banyak orang yang mendukungnya
> sampai mampu mengumpulkan 1 juta KTP saat persiapan menapaki jalur
> perseorangan.
>
> Sampai-sampai orang parpol pun ikut marah dan menuding Ahok melakukan
> deparpolisasi.
>
> Setelah tarik-ulur dan bikin heboh, akhirnya Ahok berlabuh ke parpol juga.
> Setelah cukup lama diusung Nasdem <http://nasional.kompas.com/tag/Nasdem>,
> Hanura <http://nasional.kompas.com/tag/Hanura>, Golkar
> <http://nasional.kompas.com/tag/Golkar>, akhirnya PDI-P
> <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> mengumumkan pasangan Ahok-Djarot
> <http://nasional.kompas.com/tag/Ahok-Djarot> juga pada Selasa (20/9) lalu.
>
> Hubungan Ahok dan PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> memang
> unik, seperti orang pacaran: panas-dingin, benci-rindu, putus-sambung.
>
> Bukan main komunikasi politik antara Ahok dan politikus PDI-P
> <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>. Pelaksana Tugas Ketua DPD PDI-P
> <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> DKI Jakarta Bambang DH bahkan
> terlihat bersemangat membangun Koalisi Kekeluargaan
> <http://nasional.kompas.com/tag/Koalisi%20Kekeluargaan> dengan
> partai-partai lain.
>
> Memperlihatkan sinyal tak akan mengusung Ahok. Seolah-olah hubungan
> benar-benar retak.
>
> Namun, Ahok rupanya punya kartu truf, yaitu hubungannya dengan Megawati
> Soekarnoputri <http://nasional.kompas.com/tag/Megawati%20Soekarnoputri>,
> Ketua Umum PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P>. Belakangan malah
> Bambang yang digeser.
>
> PDI-P <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> memang memutuskan mengusung
> Ahok, tetapi tidak sedikit politikus PDI-P
> <http://nasional.kompas.com/tag/PDI-P> yang tampaknya memendam rasa tak
> setuju.
>
> Kini Ahok menghadapi lawan yang tangguh. Pasangan Anies Baswedan
> <http://nasional.kompas.com/tag/Anies%20Baswedan>-Sandiaga Uno
> <http://nasional.kompas.com/tag/Sandiaga%20Uno> mungkin utak-atik
> pasangan paling akhir, meskipun nama Anies sudah terdengar beberapa waktu
> lalu sesaat setelah dicopot dari kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
> saat Presiden Joko Widodo <http://nasional.kompas.com/tag/Jokowi>
> melakukan perombakan kabinet, pada akhir Juli 2016.
>
> Tidak sedikit warga kecewa saat Anies dicopot. Memang, Anies dikenal
> sebagai pemimpin muda yang santun, baik, dan bicaranya teratur.
>
> Anies mungkin antitesis dari Ahok. Isu- isu yang berkembang, Anies
> dianggap sosok yang paling bisa menjadi kuda hitam untuk menantang Ahok
> karena sosok-sosok yang muncul dalam bursa pilkada sebelumnya dianggap tak
> mampu menandingi Ahok.
>
> Tak heran, Anies pun dijadikan sebagai calon gubernur, menggeser posisi 
> Sandiaga
> Uno <http://nasional.kompas.com/tag/Sandiaga%20Uno> yang cukup lama
> digadang-gadang. Sandiaga pun harus legawa untuk ”turun posisi” menjadi
> kandidat wakil gubernur.
>
> Nama politikus PKS, Mardani Ali Sera, yang coba diembuskan sebagai
> kandidat wagub, langsung menguap. Semua itu tentu tak lepas dari restu Prabowo
> Subianto <http://nasional.kompas.com/tag/Prabowo%20Subianto>, Ketua Umum
> Gerindra <http://nasional.kompas.com/tag/Gerindra>.
>
> Di seberang lain, ada pasangan Agus Harimurti
> <http://nasional.kompas.com/tag/Agus%20Harimurti> Yudhoyono dan Sylviana
> Murni <http://nasional.kompas.com/tag/Sylviana%20Murni> yang diusung
> Demokrat <http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat>, PAN, PPP, PKB;
> setelah beberapa hari rapat maraton di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat
> <http://nasional.kompas.com/tag/Demokrat> Susilo Bambang Yudhoyono di
> Cikeas.
>
> Ini cukup mengagetkan mengingat Agus selama ini tidak memiliki jejak
> politik. Ia adalah perwira menengah TNI
> <http://nasional.kompas.com/tag/TNI>, peraih Adhi Makayasa 2000,
> berpangkat mayor dan Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning.
>
> Pasangannya, Sylviana, adalah birokrat yang kini menjabat Deputi Gubernur
> bidang Kebudayaan dan Pariwisata di Pemprov DKI Jakarta. Kedua-duanya
> langsung berhenti dari posisinya saat ini.
>
> Hanya pencalonan Agus dipandang dingin. Tidak sedikit yang meragukan
> pasangan ini unggul di pilkada. Para netizen menyayangkan pencalonan Agus.
>
> Dia dianggap perwira militer yang memiliki karier bersinar di TNI
> <http://nasional.kompas.com/tag/TNI>. Sangat disayangkan kalau karier
> Agus terpotong.
>
> Para netizen malah menuduh SBY dinilai memaksakan mencalonkan Agus. Namun,
> jika dihitung-hitung, karier di TNI <http://nasional.kompas.com/tag/TNI>
> juga masih terlalu panjang.
>
> Tentu saja SBY memiliki prediksi dan kalkulasi politik yang jitu mengingat
> pengalamannya sebagai politikus senior sekaligus presiden dua periode.
>
> Akhirnya, Pilkada DKI yang digelar pada 15 Februari 2017 memang menjadi
> pertarungan pasangan Ahok-Djarot
> <http://nasional.kompas.com/tag/Ahok-Djarot>, Anies-Sandiaga, Agus-
> Sylviana.
>
> Mereka akan adu strategi, adu teknik, adu program, adu figur, adu dana.
> Namun, Pilkada DKI yang heboh ini tidak lepas dari pertarungan para
> politikus tua.
>
> Ada tiga poros, yaitu Megawati (Teuku Umar), Prabowo (Kertanegara), Susilo
> Bambang Yudhoyono (Cikeas).
>
> Kontestasi politik di antara mereka memang menarik. Poros-poros itulah
> yang tampaknya akan bertindak sebagai remote control.
>
> Namun, siapa pun yang bertarung, pilkada bukan zero sum game, seperti
> Pilpres 2014. Pilkada adalah alat, bukan tujuan. Pilkada adalah gerbang
> pertama untuk mengabdi pada rakyat
> Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
>
>    - Pilkada DKI 2017
>    <http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3754/1/pilkada.dki.2017>
>    - Pilkada Serentak 2017
>    <http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/4006/1/pilkada.serentak.2017>
>
> Editor : Sandro Gatra
> Sumber : Harian Kompas <http://kiosk.kompas.com>,
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke