Apa ada surat terdaftar yang syah di PBB, kalau ada ya sudah itu punya 
Indonesia.
Kalau ada yang ngakuin ajukan saja ke MK international, gak usah ngotot main 
perang segala.
Kayak anak kecil main perang perangan pakai tulup, bambu runcing segala

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, September 27, 2016 12:51 PM
To: Gelora45; Chalik Hamid
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Trs: [nasional-list] Panglima TNI 
tegaskan pulau Natuna milik Indonesia


Yang bilang bukan milik Indonesia itu siapa ?

On 27 September 2016 at 06:46, Chalik Hamid 
[email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:


Pada Senin, 26 September 2016 11:02, "'Sunny' 
[email protected]<mailto:[email protected]> [nasional-list]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:


Tegaskan kepada siapa? Vietanam, Tiongkok, Malaysia, Singapura? hehehehehe

http://www.antaranews.com/berita/586612/panglima-tni-tegaskan-pulau-natuna-milik-indonesia

Panglima TNI tegaskan pulau Natuna milik Indonesia
Senin, 26 September 2016 14:45 WIB | 1.666 Views
Pewarta: Sumarwoto
[Panglima TNI tegaskan pulau Natuna milik Indonesia]
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Pangkalan sedang kita bangun di sana (Pulau Natuna, red.)
Purwokerto (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan 
bahwa Pulau Natuna berada di wilayah Indonesia sehingga mutlak milik Negara 
Kesatuan Republik Indonesia.

"Wilayah NKRI, enggak bisa dinegosiasi lagi, sudah utuh, dan harga mati," 
katanya usai memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Ke-53 Universitas 
Jenderal Soedirma (Unsoed) Purwokerto di Graha Widyatama Unsoed Purwokerto, 
Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Oleh karena itu, kata dia, TNI akan membangun pangkalan pesawat atau TNI 
Angkatan Udara, pangkalan kapal atau TNI Angkatan Laut, dan pangkalan TNI 
Angkatan Darat di Pulau Natuna.

Menurut dia, pembangunan Pangkalan Militer TNI di Pulau Natuna hingga saat ini 
masih dalam proses.

"Pangkalan sedang kita bangun di sana (Pulau Natuna, red.)," tegasnya.

Ia mengharapkan pembangunan pangkalan tersebut akan selesai dalam dua hingga 
tiga tahun ke depan.

Letak Pulau Natuna yang sangat strategis karena berada di dekat kawasan Laut 
China Selatan dan memiliki sumber daya alam yang luar biasa, menjadikan pulau 
itu diperebutkan banyak negara seperti Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, 
dan China.

Padahal, pulau-pulau terluar pada Gugusan Natuna yang dijadikan titik dasar 
terluar wilayah Indonesia, telah ditetapkan dalam Deklarasi Djuanda tahun 1957.

Bahkan, sesuai dengan Konvensi Hukum Laut 1982, titik dasar tersebut telah 
didaftarkan oleh Pemerintah Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 
2009.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016



Kirim email ke