REFLEKSI :Bravo Bung Suar Suroso !!!!. Saya sudah membaca tulisan Bung, bagus dan Objektif, sesuai dengan kenyataan yang pernah kita alami bersama. Tapi sayangnya penguasa NKRI yang silih berganti sejak tahun 1999 sampai saat ini belum satu orang pun yang MELEK terhadap kebohongan Orba selama 32 tahun kekuasa.
MELEK terhadap kebohongan Orba berti harus memahami pinsisp-prinsip Pancasila 1 Juni 1945, UUD 45 , khususnya Pasal 33 UUD 45; Dan menggunakan prinsisp-prinsip itu untuk Selesaikan tragedi pelanggaran HAM berat 1965-1966, melakukan Trisakti Bung Karno, Revolusi Mental dll, yang ujung-ujungnya untuk melakukan Amanat Penderitaan Rakyat, menuju pada suatu masyarakat yang adil dan makmur, tanpa adanya penghisapan manusia atas manusia, yang oleh Bung Karno disebut masyarakat Sosialis Indonesia. Salam, Roeslan Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Dienstag, 27. September 2016 05:44 An: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Yahoo! Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD Cc: Sudar Pawira; Williem Hintaran Betreff: [nasional-list] Trs: Suar Suroso: ORBA BOHONG DI SIANG BOLONG [1 Attachment] [Attachment(s) from Chalik Hamid included below] Pada Selasa, 27 September 2016 4:02, "[email protected]" <[email protected]> menulis: Suar Suroso: ORBA BOHONG DI SIANG BOLONG Sepertiga abad Orba kuasa, Nusantara jadi neraka dunia: Ratusan ribu umat tak bersalah dibantai, bertebaran makam tanpa nisan, jutaan tersiksa jadi warga negara dianggap “tak bersih lingkungan”. Kekuasaan ORBA dibangun pakai fitnah dan kebohongan. Dan mau diabadikan pakai kebohongan demi kebohongan. Kebohongan pertama adalah mensulap Palu Arit jadi hantu. Palu Arit dipakai menakut-nakuti umat. Palu Arit dijadikan menakutkan.Pada hal kini di dunia, di banyak negeri Palu Arit berkibar bebas engan jaya. Di Ufuk Timur bumi raya, di Tiongkok Palu Arit adalah lambang mulia. Berkibar di mana-mana dengan jaya. Dengan menjunjung tinggi Palu Arit, Tiongkok yang miskin dan terbelakang di pertengahan abad ke-XX telah berobah di awal abad ke-XXI menjadi negara ekonomi terbesar nomor dua di dunia mengungguli Jepang. Telah membebaskan 600 juta rakyat dari kemiskinan. Menjadikan Tiongkok negara besar yang kuat di bidang ekonomi, tekhnologi, budaya dan militer. Ini berarti seperlima penduduk dunia hidup dalam negara yang bernaung di bawah lambang Palu Arit. Dan di Indonesia, Palu Arit adalah lambang mulia yang dikibarkan dalam pemberontakan nasional melawan kolonialisme Belanda tahun 1926. Lambang Palu Arit dikibarkan dan dibela oleh pahlawan-pahlawan anti-kolonial Belanda. Dibela sampai tiang gantungan oleh pahlawan-pahlawan Egom, Dirdja, Hassan di Priangan dan Si Patai serta si Manggulung di Minangkabau. Dan dijunjung serta dibela Ali Archam bersama ribuan buangan anti-kolonial Belanda di Tanah Merah. Kebohongan kedua mengkeramatkan Pancasila. Pancasila dijadikan sakti. Pancasila adalah dasar negara. Mana bisa dasar negara dijadikan sakti. Orba membangun tugu Pancasila Sakti di Lubang Buaya. Tugu terang-terangan melukiskan kebohongan tentang Peristiwa G30S Wanita Gerwani difitnah mensilet kemaluan dan mencungkil mata.dalam Peristiwa ini. Tugu Pancasila Sakti adalah lambang pengabadian kebohongan orba. Tiap tahun dilakukan peringatan di tugu ini. Tugu ini jadi berhala kebohongan sejarah yang memalukan Kebohongan ketiga adalah TAP MPRS No XXV tahun 1966. Dalam pertimbangannya dinyatakan: “bahwa paham atau adjaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada inti-hakikatnya bertentangan dengan Pantjasila” dan “bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia yang menganut paham atau adjaran Komunisme/Marxisme-Leninisme, chususnja Partai Komunis Indonesia telah njata-njata terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik jang sah dengan djalan kekerasan” Pancasila tak bisa dinyatakan bertentangan dengan Marxisme. Pencetus Pancasila Bung Karno, adalah seorang Marxis. Semenjak remaja beliau sudah gandrung akan Marxisme. Bahkan berkali-kali Bung Karno menyatakan bahwa Marxisme adalah ilmu yang kompeten untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Beliau adalah propagandis yang menganjurkan orang belajar Marxisme. Jauh sebelum mencetuskan Pancasila, di tahun 1926, Bung Karno sudah tampil dengan gagasan historisnya kerjasama para penganut nasionalisme, Islam dan Marxisme. Gagasan ini di tahun enampuluhan berkembang jadi Nasakom, kerjasama penganut nasionalisme, kaum beragama dan penganut komunisme. Sampai akhir hayatnya, Bung Karno setia pada ajaran Nasakomnya. Eksistensi kalangan penganut nasionalisme, kaum beragama dan penganut komunisme adalah kenyataan sejarah Indonesia. Bertolak dari kenyataan inilah Bung Karno mencetuskan gagasan Nasakomnya. Tapi penguasa orba adalah anti Nasakom, anti-komunis. Anti komunis adalah hakekat PERANG DINGIN yang dikobarfkan Amerika Serikat di tahun enampuluhan. Inilah yang melanda Indonesia di tahun itu, yang melahirkan kekuasaan ORBA di bawah jenderal fasis Suharto Lahirnya ORBA pakai kebohongan demi kebohongan. Dan masih mau diabadikan oleh sisa-sia orba liwat kebohongan-kebohongan. Menyatakan Pancasila bertentangan dengan Marxisme adalah bohong di siang bolong !. Menyatakan PKI berkali-kali berusaha menggulingkan Pemerintah RI dengan kekerasan adalah bohong di siang bolong ! Maka TAP MPRS No XXV 1966 adalah puncak kebohongan ORBA yang jadi halaman hitam sedjarah Indonesia. Pembohongan yang dilakukan ORBA adalah pembodohan bangsa ! Pembohongan-pembohongan ORBA ini kian telanjang bulat ! 27-9-2016.
