http://nasional.kompas.com/read/2016/09/27/18400351
/jokowi.saya.dapat.informasi.blackberry.messenger.dimiliki.indonesia.100.persen
Jokowi: Saya Dapat Informasi, BlackBerry
Messenger Dimiliki Indonesia 100 Persen
Selasa, 27 September 2016 | 18:40 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/27/18400351/jokowi.saya.dapat.informasi.blackberry.messenger.dimiliki.indonesia.100.persen#komentar>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/09/27/18400351/jokowi.saya.dapat.informasi.blackberry.messenger.dimiliki.indonesia.100.persen#>
6628
Shares
Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat
terbatas membahas perhutanan sosial di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu
(21/9/2016).
//
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Presiden Joko Widodo
<http://nasional.kompas.com/tag/Jokowi> berharap aplikasi teknologi
BlackBerry Messenger atau BBM dapat menjadi platform yang menopang
industri /e-commerce/ Tanah Air.
"Saya mendapatkan informasi bahwa BBM sudah dimiliki 100 persen oleh
Indonesia. Saya kira bisa kita jadikan platform asli Indonesia," ujar
Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (21/9/2016).
"Kita harapkan, seluruh hal yang berkaitan dengan /e-commerce/, baik
platform ritel maupun platform logistik, bisa menempel ke BBM yang kita
siapkan menjadi platform asli Indonesia," kata dia.
Jika Indonesia tidak mempunyai platform asli di sektor /e-commerce/,
Jokowi yakin Indonesia akan tertinggal dengan negara-negara lain.
Selain itu, Presiden juga meminta kebijakan mendorong dan
mengembangkan/e-commerce/ dipercepat, misalnya dengan memprioritaskan
akses modal bagi pelaku usaha dan bisnis /start up/ yang hendak
mengembangkan diri di bidang /e-commerce/.
Jokowi juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk
mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Dengan demikian,
/e-commerce/ memiliki daya jangkau yang tinggi.
"Sebagai contoh, saya lihat di Alibaba, mereka itu betul-betul merajai
dunia karena kepemilikan /logistic platform/ yang betul-betul mereka
kuasai. Mau tidak mau, Indonesia juga harus memiliki itu," ujar Jokowi.
*Terbesar se-Asia Tenggara*
Jokowi mengatakan, saat dia mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G-20
beberapa waktu lalu, negara-negara besar sudah mulai menggaungkan
revolusi industri dengan berbasis pada ekonomi digital.
"Hampir semua negara bicara mengenai ekonomi digital. Maka. kita tidak
boleh tertinggal. Kita harus ambil peran dalam tren perubahan ini," ujar
Jokowi.
Terlebih lagi, Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pengembangan
/e-commerce./ Penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa, dengan 93,4
persen di antaranya merupakan pengguna internet.
Pada 2014, jumlah penjualan barang melalui /e-commerce/ di Indonesia
mencapai 2,6 miliar dollar AS.
"/E-commerce/ ini membantu 56 juta UMKM yang menyumbang sekitar 55
persen produk domestik bruto (PDB)," ujar Jokowi.
"Potensi pasar sangat besar dan ini tidak boleh ditinggalkan begitu
saja. Yakinlah potensi ini akan menjadi fondasi Indonesia untuk menjadi
ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata dia.
HIngga saat ini, belum diketahui perusahaan asal Indonesia apa yang
menguasai BlackBerry Messenger, seperti disebut Jokowi.
Sebelumnya, grup media asal Indonesia, Emtek (PT Elang Mahkota Teknologi
Tbk), menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi berbasis di
Kanada, BlackBerry.
Bentuk kerja sama tersebut adalah dalam hal /brand/, perjanjian lisensi
/software/, dan hak kekayaan intelektual atas aplikasi pesan instan
BlackBerry Messenger (BBM).
Perjanjian ini memungkinkan pengguna aplikasi pesan instan BBM mengakses
beragam konten yang dimiliki oleh grup Emtek, seperti video, acara
televisi /free-to-air/, dan koleksi lebih dari 100.000 jam konten TV.
(Baca: Grup Media Emtek Jalin Kerja Sama Rp 2,7 Triliun dengan
BlackBerry
<http://tekno.kompas.com/read/2016/06/28/07550017/grup.media.emtek.jalin.kerja.sama.rp.2.7.triliun.dengan.blackberry>)
Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Bayu Galih