http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160928022203-134-161650/hillary-buat-trump-kerja-keras-dalam-debat-perdana/
Hillary Buat Trump Kerja Keras Dalam Debat Perdana
Hafizd Mukti, CNN IndonesiaRabu, 28/09/2016 02:22 WIBHillary Clinton menyapa 
pendukungnya usai debat dengan Donald Trump, Senin (26/9). (REUTERS/Carlos 
Barria)Jakarta, CNN Indonesia -- Hillary Clinton muncul dalam debat prestisius 
di abad ini dan berhasil menyampaikannya dengan apik.

Donald Trump memulai dengan percaya diri, namun kemudian ia harus berjuang 
mati-matian.

Kandidat presiden Amerika Serikat dari Parai Demokrat dan Republik ini 
melancarkan serangannya dalam pertarungan Senin malam saat untuk pertama 
kalinya mereka muncul bersamaan untuk sebuah debat. Sebuah pertarungan dari dua 
individu yang terkunci dalam sebuah persaingan untuk kursi presiden.

| 
Lihat juga:
Warga AS: Debat Capres Tak Membantu Tetapkan Pilihan |

Debat ini menjadi salah satu debat yang paling diantisipasi dalam sejarah 
politik moderen, yang mana kandidat memperlihatkan dengan sangat tajam bagimana 
temperamental, karakter dan kebijakan juga perbedaan visi atas apa yang akan 
mereka lakukan bagi Amerika Serikat.

Hillary memiliki malam yang lebih baik, ia berulang-ulang membuat kandidat dari 
Republik dalam keadaan bertahan, khususnya mengenai isu yang bisa membuat 
Gedung Putih 'hancur', -- penolakan Trump atas pajak, komentar Trump soal isu 
rasial dan perilaku taipan itu terhadap perempuan.

Selasa (27/9) pagi, Hillary tahu ia keluar sebagai pemenang dalam perdebatan 
Senin malam. Dalam sebuah percakapan dengan reporter di pesawatnya, Hillary 
mengatakan jika Trump komplain soal mikrophonenya saat di atas podium, dan itu 
perilaku yang sangat 'cacat'.

| 
Lihat juga:
Clinton dan Trump Dimata Pebisnis Indonesia |

"Siapapun yang komplain soal mikropon, ia tidak memiliki malam yang bagus," 
kata Hillary.

Trump memulai debat dengan kuat dan efektif menyoal ekonomi, perdagangan dan 
lapangan pekerjaan yang membuat lawannya merasa tersuduy. Ia membuat Hillary 
dalam titik kesulitan saat mengatakan jika Hillary telah berada 30 tahun di 
Washington, namum tidak membawa perubahan besar atas perbaikan ekonomi rakyat 
Amerika.

Namun, Trump lambat-laun membuat malamnya semakin buruk saat gagal secara 
efektif menekan Hillary lewat skandal email pribadi dan sejarah panjang 
pertanyaan yang tidak etis yang dikeluarkan Trump.

| 
Lihat juga:
Debat Clinton-Trump Usai, Asia Bereaksi |

Indikasi kemenangan Hillary tercatat usai debat. Polling CNN/ORC setelah debat 
mencatat kemenangan Hillary dengan 62 persen melawan 27 persen. Polling memang 
sedikit terlihat lebih berbau Demokrat, daripada publik secara umum, karena 
sejak debat 2008 antara Barack Obama dan John McCain, pendukung Demokrat lebih 
ambil peduli soal debat.

Secara keseluruhan, 68 persen dari hasil polling menyatakan jika Hillary lebih 
memahami isu, sedangkan 27 persen menyatakan hal yang sama terhadap Trump. 
Apakah Trump bisa membenahi AS dengan menjadi presiden, 55 persen menjawab 
tidak. (pit)

Kirim email ke