Saya lanjutkan mengomentari masalah RBKP, khususnya sehubungan dengan Liu 
Shaoqi. Seperti tadi saya katakan, tidak sedikit pemelintiran bahkan fitnah 
dilakukan dimasa RBKP terhadap kader-kader yang diganyang Garda Merah itu, 
termasuk mantan Presiden RRT, Liu Shaoqi itu. Jadi, menurut saya, tidak bisa 
menggunakan bahan tulisan dimasa RBKP yang jelas TIDAK AKURAT itu. Bagaimana 
bisa? Yaa, gunakan saja akal sehat kita sendiri, cobalah direnungkan masuk akal 
atau tidak apa yang dinyatakan itu?

Saya tidak menyangkal diawal tahun 50-an itu sudah terjadi perbedaan pendapat 
antara Mao dan Liu-Deng, ... tapi ingat, sebagai anggota partai yang baik 
Liu-Deng tetap tunduk dan menuruti pemikiran Mao yang memang ketua PKT ketika 
itu! Bahkan disaat “Maju Melompat” dilaksanakan tahun 1958, Liu-Deng tetap 
mentaati DISIPLIN, sekalipun ada beda pendapat dengan Mao, khususnya masalah 
Komune Rakyat. Itulah sebab, pada saat ketua Mao ada pemikiran turun kebarisan 
ke-2 dan mempersilahkan “PENERUS” untuk maju kedepan dan menangani birokrasi 
pemerintah, Ketua Mao justru mempersilahkan Liu Shaqi maju kedapan menjadi 
Presiden RRT!  Sedang ketua Mao hanya menjabat Ketua PKT saja. Saya yakin, 
kalau Liu dalam tindakan sudah mensabot, menghalangi kemajuan koperasi ke 
koperasi tingkat tinggi, bahkan menentang dan membubarkannya. Sungguh TIDAK 
MASUK AKAL!

Juga harus ingat, bahwa buku pedoman “Bagaimana Menjadi Anggota Partai Yang 
Baik” itu ditulis oleh Liu Shaoqi! Sekalipun dimasa RBKP, buku pedoman itu juga 
diganyang, tapi sekarang dikeluarkan lagi! Memang menjadi anggota partai yang 
baik harus begitu, itulah disiplin partai, ... masak iya Liu tidak bisa 
mempraktekkannya terhadap dirinya sendiri? Sungguh tidak masuk akal!

Berdasarkan ingatan Bo Yibo, yang bersama Liu Shaoqi dipanggil Ketua Mao, Mao 
mengkritik pandangan grup saling-bantu tidak bisa dijadikan koperasi produksi 
pertanian dan menjadi tahap menggoyahkan dasar pemilikan-perseorangan. Dan Liu 
bisa menerima kritik Mao. Sebagai bahan pertimbangan, bagi yang bisa bhs. 
Tionghoa boleh lihat: 毛澤東與劉少奇:分歧的由來和演變 
http://cpc.people.com.cn/BIG5/69112/73583/73600/5075972.html

Sedang apa yang dikatakan Lenin: “Kombinasi ekonomi kapitalisme dan politik 
komunis”tidak beda dengan saya mengatakan “kombinasi ekonomi sosialis dan 
ekonomi kapitalis”dalam kenyataan yang dijalankan Sovyet dengan NEP nya ketika 
itu. Artinya Lenin masih tetap mempertahankan unsur-unsur ekonomi sosialis 
dengan menggunakan kapitalis dan mekanis kapitalis yg diperlukan. Apa salahnya? 
Dan itulah PRINSIP perpaduan ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis yang juga 
dijalankan Deng di Tiongkok sekarang ini, tentu dengan plus-minusnya saja. Dan 
terbukti dalam 30-an tahun terakhir ini membawa kemajuan yang sangat dahsyat. 
Hanya orang BUTA yang tidak bisa dan berani melihat kemajuan yang dicapai RRT.

Namun demikian, sayapun melihat kenyataan yang terjadi, masih banyak kekurangan 
bahkan kesalahan yang perlu diperbaiki dan disempurnakan, seperti usul-usul dan 
apa yang diajukan 170 anggota Partai saat Kongres ke-17 PKT itu. Namanya juga 
Partai Komunis, tentu akan berkemampuan menerima dan memperbaiki 
KESALAHAN-KESALAHAN yang terjadi! Dan berkemampuan untuk terus membawa 1,4 
milyard Rakyat TIongkok menempuh jalan Sosialisme berciri khas Tiongkok ini!

Tidak perlu diperdebatkan secara teori, dilihat saja dalam PRAKTEK bagaimana 
jadinya Tiongkok yang masih terus maju lebih baik. Sedang kalian yang merasa 
jalan revolusi Oktober Lenin dengan membabat kapitalis sekarang juga itu, 
adalah satu-satunya jalan Sosialis yang paling benar, cobalah buktikan dan 
wujudkan di satu negara didunia ini, bukan hanya dalam lamunan mimpi-mimpi 
indah kalian saja, lalu dengan penuh kebencian terus berkoar-koar menghujat 
kemajuan RRT!

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman 
Sent: Sunday, September 25, 2016 11:35 PM
To: yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD 
Cc: Roeslan ; Lusi.D ; Daeng ; Gol ; Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry 
Singgih ; Jonathan Goeij ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Chan CT ; Hsin 
Hui Lin ; NESARE 
Subject: Jawaban terakhir kepada Chan (6)


Chan: 4.    Sedang sistem ekonomi yang dijalankan, ternyata memang tidak banyak 
membedakan, baik sistem sosialis maupun kapitalis, juga sama-sama menggunakan 
BUMN, dan juga ekonomi berencana, … hanya beda skala atau mana yang lebih 
berdominasi saja. Kalau dimasa Mao, BUMN, adalah satu-satunya bentuk hak-milik 
atas alat produksi, sedang di Tiongkok sekarang memadukan 3 bentuk hak-milik, 
hak milik negara yg pokok dan menentukan, lalu hak milik kolektif dan hak-milik 
perseorangan atau kapitalis nasional.

 
Tatiana: Mengaku diri seorang Marxis, tapi menganggap tidak banyak yang 
membedakan sistim sosialis dari sistim kapitalis. Anda bikin patokan sendiri 
untuk membedakan kedua sistim yang bertolak belakang itu, yaitu “sama-sama 
menggunakan BUMN dan juga ekonomi berencana…hanya beda skala atau mana yang 
lebih berdominasi saja”. Lalu  bagaimana dengan mode of production? Kok sama 
sekali tidak bicara tentang mode of production? Bukannya mode of production 
yang  membedakan satu sistim ekonomi dari sistim ekonomi yang lain???? 

Anda ngotot mengatakan Tkk sekarang masih sosialis, tapi tidak pernah bisa 
menunjukkan faktor atau unsur sosialisnya. Anda marah besar dan menolak ketika 
saya bilang sistim ekonomi Tkk sekarang sepenuhnya Kapitalisme. Tapi tidak 
pernah dapat menguraikan alasan untuk menolak bahwa Tkk bukan kapitalisme. Yang 
anda pakai hanya pernyataan dari  pemerintah dan PKT. Karena PKT yang bilang 
maka itu BENAR . Karena saya menganggap pernyataan PKT itu menipu dan tidak 
sesuai dengan kenyataan, maka bagi anda sayalah yang SALAH!  
 
Sementara itu Lenin, yang kata-katanya saya kutip dalam membahas NEP, mendapat 
reaksi anda” Satu KEBENARAN itu bukan karena dikatakan Lenin, tapi adalah 
kenyataan yang ada harus begitu! “ Artinya anda menuntut orang lain untuk 
percaya pada apa yang dinyatakan PKT, walaupun KENYATAAN dengan gamblang sudah 
membuktikan  bertentangan dengan apa yang dinyatakan (yaitu, misalnya apa yang 
dikatakan Wertheim bahwa PKT pura-pura mendukung FMTT dan menjadi kaya adalah 
mulia sama dengan memasukan kapitalisme dari pintu depan!). Jadi, walaupun apa 
yang dinyatakan PKT dalam dokumen-dokumennya hanyalah EMPTY RHETORIC, TAPI 
HARUS DIPERCAYAI DAN DIANGGAP SEBAGAI KENYATAAN DAN KEBENARAN! 
 
Sedangkan Lenin yang berkata  “ a combination of the capitalist economy and the 
communist politics…..” anda anggap tidak BENAR, karena menurut anda KEBENARAN 
ITU BUKAN KARENA DIKATAKAN LENIN. 
 
ANDA SAMA SEKALI TIDAK MEMIKIRKAN APAKAH yang dikatakan Lenin tentang 
“kombinasi ekonomi kapitalis dan politik komunis” sesuai tidak dengan KENYATAAN 
ketika itu. Tapi dengan seenak perut sendiri, tanpa malu-mau mengubah rumusan 
Lenin dengan “kombinasi ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis “. Seolah-olah 
rumusan itu diajukan Lenin tanpa melalui pemikiran yang serius dan dalam, 
sehingga bisa disubstitusi begitu saja untuk disesuaikan dengan kepentingan 
anda yang ingin membuktikan kombinasi ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis 
adalah sebuah jalan yang tepat untuk mencapai sosialisme KARENA ITU IDE 
LENIN!!! Dengan demikian anda ingin menggunakan Lenin untuk membenarkan 
restorasi kapitalis Deng!
 
Padahal rumusan Lenin itu bukanlah sesuatu yang abstrak dan ecel! Dan rumusan 
itu benar-benar dijalankan sehingga terwujud dalam KENYATAAN. Jadi Lenin bukan 
ASAL NGOMONG , ASAL NGEJEPLAK mulutnya  atau berpikir pakai dengkul seperti 
anda! Buktinya adalah, walaupun mekanisme kapitalisme digunakan ketika itu 
untuk menghidupkan ekonomi yang hancur, politik yang dijalankan kaum Bolshevik 
adalah politik komunis. Contohnya, PERTAMA sikap terhadap kaum tani dan 
aliansinya dengan kaum buruh. Lenin bahkan berkata bahwa NEP bertumpu di atas 
aliansi buruh dan tani!!! (Deng malah menghancurkan aliansi ini!). KEDUA, 
Kegiatan Komintern dilanjutkan, artinya kaum Bolshevik terus berusaha membangun 
dan mendukung perjuangan kaum komunis berbagai negeri---Solidaritas proletar 
jalan terus (Deng mengkhianati perjuangan partai-partai komunis dan rakyat 
sedunia).
 
Saya hanya bisa geleng-geleng kepala, ketika membaca reaksi anda atas 
pengusiran orang-orang PKI “Ooouuh, ternyata kalian ketika itu keluar bukan 
kehendak dan pilihan sendiri, kasihan amat sampai merasa harus diusir keluar 
dari Tiongkok?”. Oooo kasihan amat orang-orang PKI diusir oleh Deng Xiaoping 
guna membangun hubungan diplomatik dengan pemerintah algojo jutaan rakyat tak 
berdosa!!! Memang otak yang terlalu tebal dempulnya tidak bisa mengerti apa 
arti dari pengusiran itu. Dan pasti anda tanpa malu dan sungkan akan tidak 
mengakui bahwa itu adalah pencerminan dan bukti dari pengkhianatan Deng 
terhadap internasionalisme proletariat yang merupakan salah satu ciri dari 
sebuah partai komunis sejati!!
 
Afirmasi anda tentang “hak milik Negara yang pokok dan menentukan” juga tidak 
sesuai dengan kenyataan. Di bawah ini analisa 170 anggota dan kader PKT
“Menurut statistik “Laporan Analitik ten-tang Situasi Ekonomi dari Usaha yang 
dimiliki oleh Swasta” selama Rencana Lima Tahun yang Kesepuluh, yang 
dikeluarkan oleh “Perhimpunan Industri dan Perdagangan Nasional”, pada tahun 
2000, usaha swasta nasional merupakan 42% dari PNB, dan usaha yang dimiliki 
oleh kapital asing dan kapital dari Hongkong, Macao dan Taiwan adalah 12.6% 
dari PNB. Jumlah total dari usaha yang dimiliki oleh swasta nasional maupun 
asing hampir 55% dari PNB. Tetapi pada tahun 2005, persentase dari usaha swasta 
nasional naik menjadi 49.7% dari PNB, dan persentase kapital asing dan kapital 
dari Hongkong, Macau dan Taiwan naik menjadi 15—16%. Total dari keduanya 
mencapai 65% dari PNB.
“Dalam periode 5 tahun usaha swasta yang terwakili dalam PNB naik 10%. Menurut 
“Laporan Analitik……”, definisi usaha adalah “semua usaha di luar pe-milikan 
Negara dan usaha yang ada di luar kontrol Negara”. Ini berarti angka di atas 
termasuk usaha yang dimiliki secara kolektif, tetapi tidak termasuk bagian 
swasta yang ada dalam usaha yang dikontrol oleh Negara. Usaha yang dimiliki 
secara kolektif dalam PNB adalah 8% dan bagian swasta yang ada dalam usaha yang 
dikontrol oleh Negara adalah 4%. Kalau kita lakukan pe-nyesuaian, maka usaha 
swasta adalah 61% dari PNB (65%--8% +4%). Artinya usaha yang dimiliki umum 
hanya 39% dari PNB. Ini adalah imbangan antara usaha swasta dan usaha yang 
dimiliki umum pada tahun 2005”.
 
Soal kepemilikan atas alat  produksi bukan satu-satunya hal yang membedakan 
Sosialisme dan Kapitalisme.
 
Soal kedua yang sama sekali tidak anda singgung adalah  hubungan produksi yang 
juga bisa diinterpretasinya sebagai struktur kelas, hubungan antara manusia 
dalam proses produksi: siapa yang bekerja dan siapa yang memiliki dan 
mengontrol hasil kerja.
Di sini masuk soal penghisapan, soal nilai lebih yang diambil para pemilik alat 
produksi. Jelas bagi orang-orang remo, penghisapan diterima untuk membangun 
“sosialisme” versi mereka. Suar pernah bertanya: Apakah memperbolehkan usaha 
swasta, yang berarti memperbolehkan pemilik modal memperoleh laba dari nilai 
lebih yang dihasilkan buruh dianggap sebagai mengembangkan penghisapan? 
 
Karena Marxisme-Leninisme tidak memberi dasar teori untuk membenar-kan 
penghisapan dalam “Sosialisme”, sedangkan orang-orang Remo terpaksa mencari 
alasan untuk membenarkannya, maka keluarlah pertanyaan absurd  Suar seperti 
diatas. Bayangkan, Suar yang pengetahuan teorinya begitu dalam, kok masih bisa 
bertanya apakah  “memperoleh laba dari nilai lebih yang dihasilkan buruh 
dianggap sebagai mengembangkan penghisapan?  Terus terang, saya betul-betul 
kehilangan kata-kata untuk mengkwalifikasi pernyataan S. Suroso itu. Karena 
justru penemuannya Marx tentang nilai lebih dan dari situ mengungkapkan 
kejamnya penghisapan kaum kapitalis terhadap kaum buruh lah yang dikentuti oleh 
S. Suroso dan para gurunya, kaum revisionis Tkk!!!
 
Jadi yang diikuti S. Suroso dan Chan dan mereka yang berpikir seperti mereka, 
berkaitan dengan masalah penghisapan,  bukanlah Marx, tapi pentolan Revisionis 
Tkk, Liu Shao qi. Simak apa yang ditulis oleh Hongsheng Jiang :”For industry 
and commerce, Liu Shaoqi openly supported the continued bourgeois ownership of 
businesses, putting forward his famous proposition that “exploitation has its 
merits.” [“Struggle Between the Two Roads in China's Countryside”, by the 
Editorial Departments of “Renmin Ribao,” “Hongqi” and “Jiefangjun Bao”, in 
Peking Review, No. 49, December 1, 1967, p.12 ].
Nah, bertemulah kita dengan guru besar dalam hal “kebaikan atau manfaat dari 
penghisapan”. Itulah ajaran “Chrushchov  Tiongkok yang tidur di samping kita”. 
Bagi siapa yang tidak tahu, ungkapan “Chruschov Tkk yang tidur di samping kita” 
adalah kata-kata terkenal Mao dalam RBKP.


Soal Kooperasi dan komune Rakyat, Chan masih terus ngotot membela Liu shao qi. 
Simak saja tulisan Hongsheng Jian di bawah ini:
Liu Shaoqi and some other top CCP leaders, such as Bo Yibo and Liu Lantao, 
strongly opposed forming agricultural co-operatives through further developing 
mutual aid unions in Shanxi Province in 1951. Shanxi cadres in favor of 
supporting the existing co-operatives run by peasants who on their own 
ini-tiatives formed new co-operatives were severely criticized by Liu and his 
men. In May 7, 1951, at the National Working Meeting for Propaganda, Liu 
sternly criticized those Shanxi cadres, saying that the activity to form 
co-operatives was a manifestation of “agricultural utopian socialism”, “it is 
impossible to realize”, and: “Within our party, a large number of our comrades 
buy into this kind of agricultural utopian socialism, which should be 
corrected.” But some Shanxi cadres who did not agree with Liu’s view directly 
wrote to Mao Zedong. In response to their letter, Mao firmly supported these 
Shanxi cadres and criticized Liu and his like. See Shanxi shiban quanguo shoupi 
nongye hezuoshe de qianqianhouhou: Tao Lujia fangtan lu (“The First Experiments 
in Shanxi of Forming agricultural Co-ops Within the Entire Country: Interview 
with Tao Lujia”), in Dang de wenxian (The Party’s Literature), 2008 No.5. 1955 
saw a nationwide upsurge in agricultural cooperation in response to Mao's call. 
Yet when Mao Zedong was not in Beijing that year, Deng Zihui, minister of the 
Department of Rural Work, proposed to Liu Shaoqi to retrench and dissolve 
200,000 co-operatives. Liu Shaoqi approved his plan and ordered the 
disman-tling all of the 200,000 cooperatives in a little over two months. See 
Liu Shao-Ch’i’s Self Criticism (Liu Shaoqi de ziwo piping), October, 1966, in 
Harold C. Hinton, ed., The People's Republic of China 1949-1979, vol. 3 
1965-1967 The Cultural Revolution Part I, p. 1621. Wilmington, Del: Scholarly 
Resources Inc. 1980. 


Jelas dari studi Hongsheng Jiang, Liu sejak 1951 menentang pembentukan 
koperasi, karena dianggapnya sebagai “sosialisme utopi di pedesaan”. Bukan soal 
“kesadaran” atau “kebablasan”, sudah sejak semula memang Liu TIDAK MAU maju ke 
Sosialisme. Dia hanya mau mandeg di RDB dan dari situ maju ke KAPITALISME. 
Belum sampai Komune Rakyat pun, dia sudah menentang kolektivisasi. 
Kolektivisasi dia anggap “sosialisme utopi”. Nih bukti lagi bahwa Liu memang 
tidak percaya pada ekonomi kolektif. “Liu Shaoqi claimed in 1962 that “the 
peasants have gained nothing from the collective economy in the last few 
years.”[See “Struggle Between the Two Roads in China's Countryside”, by the 
Editorial Departments of "Renmin Ribao," "Hongqi" and "Jiefangjun Bao", in 
Peking Review, No. 49, December 1, 1967, p.15. ]  
 
Masih kurang bukti bahwa Liu menentang koperasi dan ekonomi kolektif???? Karena 
Liu termasuk pimpinan, makanya dia bisa menyabot politik Mao. Begitu Mao 
“meleng”, kesempatan digunakan Liu untuk menjegal. Bayangin, dalam dua bulan 
dibubarkan 200.000 koperasi!!!! Inilah kenyataan yang disebut Mao “perjuangan 
dua garis dalam partai”!!! Sebaliknya Lenin dalam pelaksanaan NEP sama sekali 
tidak memerintahakan PENGHANCURAN ekonomi negara sosialis yang sudah mulai 
dibangun, walaupun membangunnya dengan very clumsy. Dan juga tidak setuju 
pembongkaran kooperasi yang sudah ada. 


Tapi seperti biasa, perbedaan menyolok antara Lenin dengan NEPnya dan  Liu 
Shaoqi dengan penolakan  dan pembubaran  kooperasi, DILEWATKAN BEGITU SAJA OLEH 
chan dan s. Suroso. Demikian juga soal penghisapan.

Kirim email ke