Pada Rabu, 28 September 2016 19:49, "Tatiana Lukman
[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> menulis:
Chan: Saya lanjutkan mengomentari masalah RBKP, khususnya sehubungan
dengan Liu Shaoqi. Seperti tadi saya katakan, tidak sedikit pemelintiran bahkan
fitnah dilakukan dimasa RBKP terhadap kader-kader yang diganyang Garda Merah
itu, termasuk mantan Presiden RRT, Liu Shaoqi itu. Jadi, menurut saya, tidak
bisa menggunakan bahan tulisan dimasa RBKP yang jelas TIDAK AKURAT itu.
Bagaimana bisa? Yaa, gunakan saja akal sehat kita sendiri, cobalah direnungkan
masuk akal atau tidak apa yang dinyatakan itu? Tatiana:Kok enak dan gampang
sekali bilang bahan tulisan di masa RBKP TIDAK AKURAT. Andaharus buktikan
ketidak akuratannya itu!!! Bukan asal menuduh saja. Ada tidaktulisan yang
serius yang meneliti ketidak akuratan itu? Akal sehat pendukungrevisionis sudah
dibuktikan bertentangan dengan kenyataan. Ingat kata-kata dedengkot
revisionis, Deng Xiaoping yang sudahberkali-kali saya ajukan. “Ada seorang
kawan bermimpi: dia bilangbermimpi melihat di seluruh Tiong-kok penuh dengan
pejabat-pejabat korup.Omong Kosong! Kader-kader kita semuanya orang Komunis,
setiap mereka kita didikdan ditingkatkan (promosi) sendiri”. “Kawan itujuga
bermimpi: di Tiongkok sudah adamafia.Ngawur ah! Hanya di Hongkong dan Taiwan
baru bisa ada mafia.” “Kawan itu juga bermimpi lagi: orang kayamembunuh orang,
merajalela tanpa menghiraukan hukum, orang miskin menderitakepahitan tanpa ada
tempat un-tuk mengadu. Anggota-anggota PKT terlepas darimassa. Mana mungkin
terjadi!” “Kawan itu bermimpi lagi: Buruh telahmenganggur dan kehilangan
pekerjaan. Kapitalis kembali melakukan pemerasan.Kaum tani tidak punya tanah
untuk digarap. Penderitaan rakyat berlipat ganda.Itu kan samasekali omong
ko-song”. “Yang lebih menggelikan lagi adalah kawan itubermimpi pula: Di
Tiongkok, di mana-mana ada pelacur, ada penyakit kelamin,orang miskin menjual
putri-putrinya ke dalam neraka (pelacuran). Menurut saya,kawan itu sungguh
keterlaluan. Masak dikira kita bahkan lebih buruk dari padaChiang Kai-shek”.
Orang yang berakal sehat dapat melihat Deng membutakan dirinya, tidak mampu
melihat kenyataan.
Jadi sebenarnya andalah yang harus gunakan akal sehat. Sudah tidak bisa
menunjukkandan menjelaskan mode of production di masyarakat sekarang tapi tetap
ngototmempertahankan seolah-olah sistim sekarang adalah sosialis. Tidak bisa
membantahkesimpulan Wertheim berkaitan dengan “ membiarkan masuk kapitalisme
dari pintudepan” yang sudah tentu artinya ekonomi Tkksekarang adalah
kapitalisme, tapi anda menolak karakterisasi kapittaliswalaupun tidak bisa
membuktikannya. Dimana logikanya? Dimana akal sehat anda? Andalahyang harus
merenungkan, berdua dengan S. Suroso.
Chan: Saya tidak menyangkal diawal tahun 50-an itu sudah terjadi perbedaan
pendapat antara Mao dan Liu-Deng, ... tapi ingat, sebagai anggota partai yang
baik Liu-Deng tetap tunduk dan menuruti pemikiran Mao yang memang ketua PKT
ketika itu! Bahkan disaat “Maju Melompat” dilaksanakan tahun 1958, Liu-Deng
tetap mentaati DISIPLIN, sekalipun ada beda pendapat dengan Mao, khususnya
masalah Komune Rakyat. Itulah sebab, pada saat ketua Mao ada pemikiran turun
kebarisan ke-2 dan mempersilahkan “PENERUS” untuk maju kedepan dan menangani
birokrasi pemerintah, Ketua Mao justru mempersilahkan Liu Shaqi maju kedapan
menjadi Presiden RRT! Sedang ketua Mao hanya menjabat Ketua PKT saja. Saya
yakin, kalau Liu dalam tindakan sudah mensabot, menghalangi kemajuan koperasi
ke koperasi tingkat tinggi, bahkan menentang dan membubarkannya. Sungguh TIDAK
MASUK AKAL! Tatiana: Ha…ha.. Liu –Deng anggotapartai yang baik!!!! Liu
membongkar 200.000 koperasi dalam dua bulan, ketikaMao “meleng”, masih bisa
bilang anggota partai yang tunduk dan menurutipemikiran Mao. Semua bagi anda
TIDAK MASUK AKAL! Karena akal anda sudah TERBALIK!! Akal sehatanda sudah tidak
lagi berpihak kepada USAHA SOSIALIS, tapi kepada usaha KAPITALIS!!Itu jelas
terlihat dalam seluruh pendapat anda dalam menanggapi berbagai masalahdi milis
ini. Jelas kelihatan anda selalu berpihak kepada pengkuasa, kepadamajikan,
kepada modal, kepada kapitalis. Bahkan Siauw Tiong Djin juga berkatabahwa SGT
berjuang untuk mempertahakan kapitalisme!!! Walaupun saya sendiri
SANGATmeragukan afirmasi ini. Tapi KALAU itubetul, ya anda hanya meneruskan
jejak orangtua saja!
Chan: Juga harus ingat, bahwa buku pedoman “Bagaimana Menjadi Anggota Partai
Yang Baik” itu ditulis oleh Liu Shaoqi! Sekalipun dimasa RBKP, buku pedoman itu
juga diganyang, tapi sekarang dikeluarkan lagi! Memang menjadi anggota partai
yang baik harus begitu, itulah disiplin partai, ... masak iya Liu tidak bisa
mempraktekkannya terhadap dirinya sendiri? Sungguh tidak masuk akal! Tatiana:
Tidak adaargumentasi lain, kecuali TIDAK MASUK AKAL!! AKAL YANG SUDAH TERBALIK!
Chan: Sedang apa yang dikatakan Lenin: “Kombinasi ekonomi kapitalisme dan
politik komunis”tidak beda dengan saya mengatakan “kombinasi ekonomi sosialis
dan ekonomi kapitalis”dalam kenyataan yang dijalankan Sovyet dengan NEP nya
ketika itu. Artinya Lenin masih tetap mempertahankan unsur-unsur ekonomi
sosialis dengan menggunakan kapitalis dan mekanis kapitalis yg diperlukan. Apa
salahnya? Dan itulah PRINSIP perpaduan ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis
yang juga dijalankan Deng di Tiongkok sekarang ini, tentu dengan plus-minusnya
saja. Dan terbukti dalam 30-an tahun terakhir ini membawa kemajuan yang sangat
dahsyat. Hanya orang BUTA yang tidak bisa dan berani melihat kemajuan yang
dicapai RRT. Tatiana: Nah, kelihatanlagi akal sehat anda yang sudah terbalik.
Jelas Lenin bilang “politik komunis”,tapi anda tetap ngotot menggantinya dengan
“ekonomi sosialis”. Jadi tidak adabedanya “politik komunis” dengan “ekonomi
sosialis”. Jadi Lenin itu gobloksekali, tidak tahu bedanya antara politik
komunis dan ekonomi sosialis!!! Yah,buat apa panjang-panjang diskusi, kalau
seenaknya perutnya saja menggantikata-kata dan pengertian Lenin. Sudah
mengganti, masih tanya “apa salahnya:?Saya jadi tertawa terbahak-bahak
sendiri…. Waduh, ampuuun , I’mspeechless!! Apa namanya orangseperti anda ini
ya?? Tanpa bisa membuktikan, tapi teruuuus berceloteh tentang “sosialismedengan
ciri Tkk”. Bolak balik Lenin yang salah karena membabat kapitalis….
Dandianggapnya saya hanya berdiskusi ditingkat teori saja, lantas
semuafakta-fakta sejarah yang saya ajukan sepanjang perdebatan yang
berlarut-larutini tidak dianggap PRAKTEK. Karena buat orang yang akal sehatnya
sudahterbalik, satu-satunya praktek yang betul adalah sosialisme dengan ciri
Tkk !!! Simaklah “impian”seorang perempuan generasi muda Tkk ini yang punya
cita-cita: “Ketua, ketika aku lihatorang yang miskin menjadi lebih miskin
lagi dan orang kaya menjadi lebih kayalagi, tapi bersamaan dengan itu sementara
orang terus bicara soal perkembangan,aku mulai mengerti mengapa sementara orang
begitu membenci engkau ( orang-orang elit yang paling membenciengkau adalah
juga mereka yang telah merosot begitu rendahnya tanpa kemungkinanuntuk pulih
kembali). Akumerasa malu berada di tengah-tengah sampah manusia seperti mereka.
Aku mengertibahwa ketika polarisasi sudah mencapai tingkat yang demikian
ektrimnya, bicaratentang perkembangan hanya merupakan sebuah sandiwara murahan!
Apa yang sedangdibuat oleh orang-orang elit ini adalah menipurakyat untuk
mempertahankan status elitnya untuk selama-lamanya dan mengutukorang miskin
untuk selama-lamanya menjadi budaknya.” “Ketua, akankuabdikan seluruh hidupku
untuk menyebarkan pikiranmu, karena aku mengertidengan menyebarkan ajaranmu
adalah satu-satunya cara untuk menjaga kemuliaanmanusia dan kwalitas hidup kita
sebagai manusia, kita juga harus memiliki cita-cita! Menyebarkan ajaranmu
adalahjuga menjaga dan membela hari depan bangsa dan rakyat kita.”
On Wednesday, September 28, 2016 4:30 PM, Chan CT <[email protected]>
wrote:
Saya lanjutkan mengomentari masalah RBKP, khususnya sehubungan dengan Liu
Shaoqi. Seperti tadi saya katakan, tidak sedikit pemelintiran bahkan fitnah
dilakukan dimasa RBKP terhadap kader-kader yang diganyang Garda Merah itu,
termasuk mantan Presiden RRT, Liu Shaoqi itu. Jadi, menurut saya, tidak bisa
menggunakan bahan tulisan dimasa RBKP yang jelas TIDAK AKURAT itu. Bagaimana
bisa? Yaa, gunakan saja akal sehat kita sendiri, cobalah direnungkan masuk akal
atau tidak apa yang dinyatakan itu? Saya tidak menyangkal diawal tahun 50-an
itu sudah terjadi perbedaan pendapat antara Mao dan Liu-Deng, ... tapi ingat,
sebagai anggota partai yang baik Liu-Deng tetap tunduk dan menuruti pemikiran
Mao yang memang ketua PKT ketika itu! Bahkan disaat “Maju Melompat”
dilaksanakan tahun 1958, Liu-Deng tetap mentaati DISIPLIN, sekalipun ada beda
pendapat dengan Mao, khususnya masalah Komune Rakyat. Itulah sebab, pada saat
ketua Mao ada pemikiran turun kebarisan ke-2 dan mempersilahkan “PENERUS” untuk
maju kedepan dan menangani birokrasi pemerintah, Ketua Mao justru
mempersilahkan Liu Shaqi maju kedapan menjadi Presiden RRT! Sedang ketua Mao
hanya menjabat Ketua PKT saja. Saya yakin, kalau Liu dalam tindakan sudah
mensabot, menghalangi kemajuan koperasi ke koperasi tingkat tinggi, bahkan
menentang dan membubarkannya. Sungguh TIDAK MASUK AKAL! Juga harus ingat, bahwa
buku pedoman “Bagaimana Menjadi Anggota Partai Yang Baik” itu ditulis oleh Liu
Shaoqi! Sekalipun dimasa RBKP, buku pedoman itu juga diganyang, tapi sekarang
dikeluarkan lagi! Memang menjadi anggota partai yang baik harus begitu, itulah
disiplin partai, ... masak iya Liu tidak bisa mempraktekkannya terhadap dirinya
sendiri? Sungguh tidak masuk akal! Berdasarkan ingatan Bo Yibo, yang bersama
Liu Shaoqi dipanggil Ketua Mao, Mao mengkritik pandangan grup saling-bantu
tidak bisa dijadikan koperasi produksi pertanian dan menjadi tahap menggoyahkan
dasar pemilikan-perseorangan. Dan Liu bisa menerima kritik Mao. Sebagai bahan
pertimbangan, bagi yang bisa bhs. Tionghoa boleh lihat: 毛澤東與劉少奇:分歧的由來和演變
http://cpc.people.com.cn/BIG5/69112/73583/73600/5075972.html Sedang apa yang
dikatakan Lenin: “Kombinasi ekonomi kapitalisme dan politik komunis”tidak beda
dengan saya mengatakan “kombinasi ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis”dalam
kenyataan yang dijalankan Sovyet dengan NEP nya ketika itu. Artinya Lenin masih
tetap mempertahankan unsur-unsur ekonomi sosialis dengan menggunakan kapitalis
dan mekanis kapitalis yg diperlukan. Apa salahnya? Dan itulah PRINSIP perpaduan
ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis yang juga dijalankan Deng di Tiongkok
sekarang ini, tentu dengan plus-minusnya saja. Dan terbukti dalam 30-an tahun
terakhir ini membawa kemajuan yang sangat dahsyat. Hanya orang BUTA yang tidak
bisa dan berani melihat kemajuan yang dicapai RRT. Namun demikian, sayapun
melihat kenyataan yang terjadi, masih banyak kekurangan bahkan kesalahan yang
perlu diperbaiki dan disempurnakan, seperti usul-usul dan apa yang diajukan 170
anggota Partai saat Kongres ke-17 PKT itu. Namanya juga Partai Komunis, tentu
akan berkemampuan menerima dan memperbaiki KESALAHAN-KESALAHAN yang terjadi!
Dan berkemampuan untuk terus membawa 1,4 milyard Rakyat TIongkok menempuh jalan
Sosialisme berciri khas Tiongkok ini! Tidak perlu diperdebatkan secara teori,
dilihat saja dalam PRAKTEK bagaimana jadinya Tiongkok yang masih terus maju
lebih baik. Sedang kalian yang merasa jalan revolusi Oktober Lenin dengan
membabat kapitalis sekarang juga itu, adalah satu-satunya jalan Sosialis yang
paling benar, cobalah buktikan dan wujudkan di satu negara didunia ini, bukan
hanya dalam lamunan mimpi-mimpi indah kalian saja, lalu dengan penuh kebencian
terus berkoar-koar menghujat kemajuan RRT! Salam,ChanCT From: Tatiana Lukman
Sent: Sunday, September 25, 2016 11:35 PMTo: yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD
Cc: Roeslan ; Lusi.D ; Daeng ; Gol ; Mitri ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry
Singgih ; Jonathan Goeij ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Chan CT ; Hsin
Hui Lin ; NESARE Subject: Jawaban terakhir kepada Chan (6) Chan: 4. Sedang
sistem ekonomi yang dijalankan, ternyata memang tidak banyak membedakan, baik
sistem sosialis maupun kapitalis, juga sama-sama menggunakan BUMN, dan juga
ekonomi berencana, … hanya beda skala atau mana yang lebih berdominasi saja.
Kalau dimasa Mao, BUMN, adalah satu-satunya bentuk hak-milik atas alat
produksi, sedang di Tiongkok sekarang memadukan 3 bentuk hak-milik, hak milik
negara yg pokok dan menentukan, lalu hak milik kolektif dan hak-milik
perseorangan atau kapitalis nasional.
Tatiana: Mengaku diri seorang Marxis, tapi menganggap tidak banyak yang
membedakan sistim sosialis dari sistim kapitalis. Anda bikin patokan sendiri
untuk membedakan kedua sistim yang bertolak belakang itu, yaitu “sama-sama
menggunakan BUMN dan juga ekonomi berencana…hanya beda skala atau mana yang
lebih berdominasi saja”. Lalu bagaimana dengan mode of production? Kok sama
sekali tidak bicara tentang mode of production? Bukannya mode of production
yang membedakan satu sistim ekonomi dari sistim ekonomi yang lain???? Anda
ngotot mengatakan Tkk sekarang masih sosialis, tapi tidak pernah bisa
menunjukkan faktor atau unsur sosialisnya. Anda marah besar dan menolak ketika
saya bilang sistim ekonomi Tkk sekarang sepenuhnya Kapitalisme. Tapi tidak
pernah dapat menguraikan alasan untuk menolak bahwa Tkk bukan kapitalisme. Yang
anda pakai hanya pernyataan dari pemerintah dan PKT. Karena PKT yang bilang
maka itu BENAR . Karena saya menganggap pernyataan PKT itu menipu dan tidak
sesuai dengan kenyataan, maka bagi anda sayalah yang SALAH! Sementara itu
Lenin, yang kata-katanya saya kutip dalam membahas NEP, mendapat reaksi anda”
Satu KEBENARAN itu bukan karena dikatakan Lenin, tapi adalah kenyataan yang ada
harus begitu! “ Artinya anda menuntut orang lain untuk percaya pada apa yang
dinyatakan PKT, walaupun KENYATAAN dengan gamblang sudah membuktikan
bertentangan dengan apa yang dinyatakan (yaitu, misalnya apa yang dikatakan
Wertheim bahwa PKT pura-pura mendukung FMTT dan menjadi kaya adalah mulia sama
dengan memasukan kapitalisme dari pintu depan!). Jadi, walaupun apa yang
dinyatakan PKT dalam dokumen-dokumennya hanyalah EMPTY RHETORIC, TAPI HARUS
DIPERCAYAI DAN DIANGGAP SEBAGAI KENYATAAN DAN KEBENARAN! Sedangkan Lenin
yang berkata “ a combination of the capitalist economy and the communist
politics…..” anda anggap tidak BENAR, karena menurut anda KEBENARAN ITU BUKAN
KARENA DIKATAKAN LENIN. ANDA SAMA SEKALI TIDAK MEMIKIRKAN APAKAH yang
dikatakan Lenin tentang “kombinasi ekonomi kapitalis dan politik komunis”
sesuai tidak dengan KENYATAAN ketika itu. Tapi dengan seenak perut sendiri,
tanpa malu-mau mengubah rumusan Lenin dengan “kombinasi ekonomi sosialis dan
ekonomi kapitalis “. Seolah-olah rumusan itu diajukan Lenin tanpa melalui
pemikiran yang serius dan dalam, sehingga bisa disubstitusi begitu saja untuk
disesuaikan dengan kepentingan anda yang ingin membuktikan kombinasi ekonomi
sosialis dan ekonomi kapitalis adalah sebuah jalan yang tepat untuk mencapai
sosialisme KARENA ITU IDE LENIN!!! Dengan demikian anda ingin menggunakan Lenin
untuk membenarkan restorasi kapitalis Deng! Padahal rumusan Lenin itu
bukanlah sesuatu yang abstrak dan ecel! Dan rumusan itu benar-benar dijalankan
sehingga terwujud dalam KENYATAAN. Jadi Lenin bukan ASAL NGOMONG , ASAL
NGEJEPLAK mulutnya atau berpikir pakai dengkul seperti anda! Buktinya adalah,
walaupun mekanisme kapitalisme digunakan ketika itu untuk menghidupkan ekonomi
yang hancur, politik yang dijalankan kaum Bolshevik adalah politik komunis.
Contohnya, PERTAMA sikap terhadap kaum tani dan aliansinya dengan kaum buruh.
Lenin bahkan berkata bahwa NEP bertumpu di atas aliansi buruh dan tani!!! (Deng
malah menghancurkan aliansi ini!). KEDUA, Kegiatan Komintern dilanjutkan,
artinya kaum Bolshevik terus berusaha membangun dan mendukung perjuangan kaum
komunis berbagai negeri---Solidaritas proletar jalan terus (Deng mengkhianati
perjuangan partai-partai komunis dan rakyat sedunia). Saya hanya bisa
geleng-geleng kepala, ketika membaca reaksi anda atas pengusiran orang-orang
PKI “Ooouuh, ternyata kalian ketika itu keluar bukan kehendak dan pilihan
sendiri, kasihan amat sampai merasa harus diusir keluar dari Tiongkok?”. Oooo
kasihan amat orang-orang PKI diusir oleh Deng Xiaoping guna membangun hubungan
diplomatik dengan pemerintah algojo jutaan rakyat tak berdosa!!! Memang otak
yang terlalu tebal dempulnya tidak bisa mengerti apa arti dari pengusiran itu.
Dan pasti anda tanpa malu dan sungkan akan tidak mengakui bahwa itu adalah
pencerminan dan bukti dari pengkhianatan Deng terhadap internasionalisme
proletariat yang merupakan salah satu ciri dari sebuah partai komunis sejati!!
Afirmasi anda tentang “hak milik Negara yang pokok dan menentukan” juga tidak
sesuai dengan kenyataan. Di bawah ini analisa 170 anggota dan kader PKT
“Menurut statistik “Laporan Analitik ten-tang Situasi Ekonomi dari Usaha yang
dimiliki oleh Swasta” selama Rencana Lima Tahun yang Kesepuluh, yang
dikeluarkan oleh “Perhimpunan Industri dan Perdagangan Nasional”, pada tahun
2000, usaha swasta nasional merupakan 42% dari PNB, dan usaha yang dimiliki
oleh kapital asing dan kapital dari Hongkong, Macao dan Taiwan adalah 12.6%
dari PNB. Jumlah total dari usaha yang dimiliki oleh swasta nasional maupun
asing hampir 55% dari PNB. Tetapi pada tahun 2005, persentase dari usaha swasta
nasional naik menjadi 49.7% dari PNB, dan persentase kapital asing dan kapital
dari Hongkong, Macau dan Taiwan naik menjadi 15—16%. Total dari keduanya
mencapai 65% dari PNB. “Dalam periode 5 tahun usaha swasta yang terwakili dalam
PNB naik 10%. Menurut “Laporan Analitik……”, definisi usaha adalah “semua usaha
di luar pe-milikan Negara dan usaha yang ada di luar kontrol Negara”. Ini
berarti angka di atas termasuk usaha yang dimiliki secara kolektif, tetapi
tidak termasuk bagian swasta yang ada dalam usaha yang dikontrol oleh Negara.
Usaha yang dimiliki secara kolektif dalam PNB adalah 8% dan bagian swasta yang
ada dalam usaha yang dikontrol oleh Negara adalah 4%. Kalau kita lakukan
pe-nyesuaian, maka usaha swasta adalah 61% dari PNB (65%--8% +4%). Artinya
usaha yang dimiliki umum hanya 39% dari PNB. Ini adalah imbangan antara usaha
swasta dan usaha yang dimiliki umum pada tahun 2005”. Soal kepemilikan atas
alat produksi bukan satu-satunya hal yang membedakan Sosialisme dan
Kapitalisme. Soal kedua yang sama sekali tidak anda singgung adalah hubungan
produksi yang juga bisa diinterpretasinya sebagai struktur kelas, hubungan
antara manusia dalam proses produksi: siapa yang bekerja dan siapa yang
memiliki dan mengontrol hasil kerja. Di sini masuk soal penghisapan, soal nilai
lebih yang diambil para pemilik alat produksi. Jelas bagi orang-orang remo,
penghisapan diterima untuk membangun “sosialisme” versi mereka. Suar pernah
bertanya: Apakah memperbolehkan usaha swasta, yang berarti memperbolehkan
pemilik modal memperoleh laba dari nilai lebih yang dihasilkan buruh dianggap
sebagai mengembangkan penghisapan? Karena Marxisme-Leninisme tidak memberi
dasar teori untuk membenar-kan penghisapan dalam “Sosialisme”, sedangkan
orang-orang Remo terpaksa mencari alasan untuk membenarkannya, maka keluarlah
pertanyaan absurd Suar seperti diatas. Bayangkan, Suar yang pengetahuan
teorinya begitu dalam, kok masih bisa bertanya apakah “memperoleh laba dari
nilai lebih yang dihasilkan buruh dianggap sebagai mengembangkan penghisapan?
Terus terang, saya betul-betul kehilangan kata-kata untuk mengkwalifikasi
pernyataan S. Suroso itu. Karena justru penemuannya Marx tentang nilai lebih
dan dari situ mengungkapkan kejamnya penghisapan kaum kapitalis terhadap kaum
buruh lah yang dikentuti oleh S. Suroso dan para gurunya, kaum revisionis
Tkk!!! Jadi yang diikuti S. Suroso dan Chan dan mereka yang berpikir seperti
mereka, berkaitan dengan masalah penghisapan, bukanlah Marx, tapi pentolan
Revisionis Tkk, Liu Shao qi. Simak apa yang ditulis oleh Hongsheng Jiang :”For
industry and commerce, Liu Shaoqi openly supported the continued bourgeois
ownership of businesses, putting forward his famous proposition that
“exploitation has its merits.” [“Struggle Between the Two Roads in China's
Countryside”, by the Editorial Departments of “Renmin Ribao,” “Hongqi” and
“Jiefangjun Bao”, in Peking Review, No. 49, December 1, 1967, p.12 ]. Nah,
bertemulah kita dengan guru besar dalam hal “kebaikan atau manfaat dari
penghisapan”. Itulah ajaran “Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita”.
Bagi siapa yang tidak tahu, ungkapan “Chruschov Tkk yang tidur di samping kita”
adalah kata-kata terkenal Mao dalam RBKP.
Soal Kooperasi dan komune Rakyat, Chan masih terus ngotot membela Liu shao qi.
Simak saja tulisan Hongsheng Jian di bawah ini: Liu Shaoqi and some other top
CCP leaders, such as Bo Yibo and Liu Lantao, strongly opposed forming
agricultural co-operatives through further developing mutual aid unions in
Shanxi Province in 1951. Shanxi cadres in favor of supporting the existing
co-operatives run by peasants who on their own ini-tiatives formed new
co-operatives were severely criticized by Liu and his men. In May 7, 1951, at
the National Working Meeting for Propaganda, Liu sternly criticized those
Shanxi cadres, saying that the activity to form co-operatives was a
manifestation of “agricultural utopian socialism”, “it is impossible to
realize”, and: “Within our party, a large number of our comrades buy into this
kind of agricultural utopian socialism, which should be corrected.” But some
Shanxi cadres who did not agree with Liu’s view directly wrote to Mao Zedong.
In response to their letter, Mao firmly supported these Shanxi cadres and
criticized Liu and his like. See Shanxi shiban quanguo shoupi nongye hezuoshe
de qianqianhouhou: Tao Lujia fangtan lu (“The First Experiments in Shanxi of
Forming agricultural Co-ops Within the Entire Country: Interview with Tao
Lujia”), in Dang de wenxian (The Party’s Literature), 2008 No.5. 1955 saw a
nationwide upsurge in agricultural cooperation in response to Mao's call. Yet
when Mao Zedong was not in Beijing that year, Deng Zihui, minister of the
Department of Rural Work, proposed to Liu Shaoqi to retrench and dissolve
200,000 co-operatives. Liu Shaoqi approved his plan and ordered the
disman-tling all of the 200,000 cooperatives in a little over two months. See
Liu Shao-Ch’i’s Self Criticism (Liu Shaoqi de ziwo piping), October, 1966, in
Harold C. Hinton, ed., The People's Republic of China 1949-1979, vol. 3
1965-1967 The Cultural Revolution Part I, p. 1621. Wilmington, Del: Scholarly
Resources Inc. 1980.
Jelas dari studi Hongsheng Jiang, Liu sejak 1951 menentang pembentukan
koperasi, karena dianggapnya sebagai “sosialisme utopi di pedesaan”. Bukan soal
“kesadaran” atau “kebablasan”, sudah sejak semula memang Liu TIDAK MAU maju ke
Sosialisme. Dia hanya mau mandeg di RDB dan dari situ maju ke KAPITALISME.
Belum sampai Komune Rakyat pun, dia sudah menentang kolektivisasi.
Kolektivisasi dia anggap “sosialisme utopi”. Nih bukti lagi bahwa Liu memang
tidak percaya pada ekonomi kolektif. “Liu Shaoqi claimed in 1962 that “the
peasants have gained nothing from the collective economy in the last few
years.”[See “Struggle Between the Two Roads in China's Countryside”, by the
Editorial Departments of "Renmin Ribao," "Hongqi" and "Jiefangjun Bao", in
Peking Review, No. 49, December 1, 1967, p.15. ] Masih kurang bukti bahwa
Liu menentang koperasi dan ekonomi kolektif???? Karena Liu termasuk pimpinan,
makanya dia bisa menyabot politik Mao. Begitu Mao “meleng”, kesempatan
digunakan Liu untuk menjegal. Bayangin, dalam dua bulan dibubarkan 200.000
koperasi!!!! Inilah kenyataan yang disebut Mao “perjuangan dua garis dalam
partai”!!! Sebaliknya Lenin dalam pelaksanaan NEP sama sekali tidak
memerintahakan PENGHANCURAN ekonomi negara sosialis yang sudah mulai dibangun,
walaupun membangunnya dengan very clumsy. Dan juga tidak setuju pembongkaran
kooperasi yang sudah ada.
Tapi seperti biasa, perbedaan menyolok antara Lenin dengan NEPnya dan Liu
Shaoqi dengan penolakan dan pembubaran kooperasi, DILEWATKAN BEGITU SAJA OLEH
chan dan s. Suroso. Demikian juga soal penghisapan.
#yiv1785729274 #yiv1785729274 -- #yiv1785729274ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-mkp #yiv1785729274hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mkp #yiv1785729274ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mkp .yiv1785729274ad
{padding:0 0;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mkp .yiv1785729274ad p
{margin:0;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mkp .yiv1785729274ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-sponsor
#yiv1785729274ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-sponsor #yiv1785729274ygrp-lc #yiv1785729274hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-sponsor #yiv1785729274ygrp-lc .yiv1785729274ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1785729274 #yiv1785729274actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1785729274
#yiv1785729274activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1785729274
#yiv1785729274activity span {font-weight:700;}#yiv1785729274
#yiv1785729274activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1785729274 #yiv1785729274activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1785729274 #yiv1785729274activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1785729274 #yiv1785729274activity span
.yiv1785729274underline {text-decoration:underline;}#yiv1785729274
.yiv1785729274attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1785729274 .yiv1785729274attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1785729274 .yiv1785729274attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1785729274 .yiv1785729274attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1785729274 .yiv1785729274attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1785729274 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1785729274 .yiv1785729274bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1785729274
.yiv1785729274bold a {text-decoration:none;}#yiv1785729274 dd.yiv1785729274last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1785729274 dd.yiv1785729274last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1785729274
dd.yiv1785729274last p span.yiv1785729274yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1785729274 div.yiv1785729274attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1785729274 div.yiv1785729274attach-table
{width:400px;}#yiv1785729274 div.yiv1785729274file-title a, #yiv1785729274
div.yiv1785729274file-title a:active, #yiv1785729274
div.yiv1785729274file-title a:hover, #yiv1785729274 div.yiv1785729274file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1785729274 div.yiv1785729274photo-title a,
#yiv1785729274 div.yiv1785729274photo-title a:active, #yiv1785729274
div.yiv1785729274photo-title a:hover, #yiv1785729274
div.yiv1785729274photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1785729274
div#yiv1785729274ygrp-mlmsg #yiv1785729274ygrp-msg p a
span.yiv1785729274yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1785729274
.yiv1785729274green {color:#628c2a;}#yiv1785729274 .yiv1785729274MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1785729274 o {font-size:0;}#yiv1785729274
#yiv1785729274photos div {float:left;width:72px;}#yiv1785729274
#yiv1785729274photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1785729274
#yiv1785729274photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1785729274
#yiv1785729274reco-category {font-size:77%;}#yiv1785729274
#yiv1785729274reco-desc {font-size:77%;}#yiv1785729274 .yiv1785729274replbq
{margin:4px;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-mlmsg select, #yiv1785729274 input, #yiv1785729274 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-mlmsg pre, #yiv1785729274 code {font:115%
monospace;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-mlmsg #yiv1785729274logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-msg
p#yiv1785729274attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-reco #yiv1785729274reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-sponsor
#yiv1785729274ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-sponsor #yiv1785729274ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-sponsor #yiv1785729274ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1785729274 #yiv1785729274ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1785729274
#yiv1785729274ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1785729274