http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160928143839-213-161818/benarkah-blackberry-messenger-100-milik-indonesia/
 
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160928143839-213-161818/benarkah-blackberry-messenger-100-milik-indonesia/

  
 Benarkah BlackBerry Messenger 100% Milik Indonesia? Ervina Anggraini, CNN 
Indonesia
 Rabu, 28/09/2016 14:59 WIB
 
 

 
 BBM bukan 100 persen milik Indonesia (REUTERS/Mark Blinch)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo usai rapat terbatas 
mengungkapkan layanan pesan instan BlackBerry Messenger bisa menjadi platform 
untuk pelaku e-commerce, terutama yang terhitung masih dalam tahap awal.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengklaim layanan pesan instan milik 
BlackBerry tersebut saat ini 100 persen sudah dimiliki Indonesia sehingga bisa 
dijadikan platform asli Indonesia.

"Kita harapkan nanti seluruh hal yang berkaitan dengan 'e-commerce' baik ritel 
platform, logistik platform bisa nempel ke BlackBerry Messenger. Khususnya yang 
nanti betul-betul disiapkan menjadi platform asli Indonesia," ungkap Jokowi.

 Lihat juga:Jokowi: BBM 100% Milik Indonesia, Manfaatkan untuk e-Commerce 
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160928131058-213-161772/jokowi-bbm-100-milik-indonesia-manfaatkan-untuk-e-commerce/

Benarkah demikian? Mungkin kenyataanya bukan milik Indonesia seutuhnya. 

Karena, pada akhir Juni lalu BlackBerry memang telah menjalin kesepakatan 
dengan PT Elang mahkota Teknologi (Emtek Group). Namun sejatinya, kesepakatan 
tersebut merupakan bentuk perjanjian lisensi peranti lunak dan hak kekayaan 
intelektual untuk layanan BBM, bukan berarti kepemilikan hak cipta oleh Emtek 
Group.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua perusahaan ingin memperkaya konten BBM yang 
memungkinkan pengembangan aplikasi baru untuk pangsa pasar Android, iOS, dan 
Windows Phone.

Layanan pesan instan yang diklaim telah memiliki 60 juta pengguna aktif bulanan 
di Indonesia ini memiliki izin untuk menggunakan nilai aset media yang dimiliki 
Emtek. Hal tersebut mencakup konten siaran televisi, situs web, produksi 
konten, hingga artis yang terlibat dalam manajemen.

Dengan kata lain, pengguna BBM nantinya bisa mengakses konten yang telah 
disalurkan oleh lembaga penyiaran free-to-air (FTA) milik Emtek, stremaing 
video, dan sejumlah konten premium televisi.

 Lihat juga:BlackBerry Messenger Digaet Emtek Group 
http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160628050016-185-141402/blackberry-messenger-digaet-emtek-group/

"Pengguna BBM kami adalah orang-orang yang benar-benar menghargai BBM sebagai 
cara terbaik untuk berbagi dan terhubung satu sama lain. Kami ingin terus 
menawarkan pengguna dengan media yang paling kaya berupa konten dan layanan 
baru seperti e-commerce, video, musik, dan permainan," kata CEO BlackBerry John 
Chen seperti dikutip CrackBerry.

Perusahaan asal Kanada in juga akan membuka program aplikasi antarmuka (API) 
dari BBM kepada Emtek untuk memperluas ekosistem mobile dan memaksimalkan 
fungsi BBM.

Terkait dengan e-commerce seperti yang dimaksud Jokowi, nantinya BBM bisa 
digunakan sebagai metode pembayaran dan membeli kupon digital. Sama halnya 
dengan transaksi layanan online to offline, mulai dari membeli tiket bioskop, 
tiket wisata, dan layanan kesehatan.

Kesepakatan tersebut juga memungkinkan BBM diintegrasikan dengan layanan 
keuangan dan perdagangan daring (e-commerce) portofolio milik Emtek Group. 
(evn/tyo)
 

Kirim email ke