http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur
 
http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur

  
 Jeritan Hati dan Air Mata Warga Bukit Duri Ketika Digusur 
http://www.liputan6.com/me/nanda.putra Nanda Perdana Putra 
http://www.liputan6.com/me/nanda.putra 28 Sep 2016, 12:44 WIB


 
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur&utm_source=Desktop&utm_medium=facebook&utm_campaign=Share_Top
 
https://twitter.com/home?status=http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur&utm_source=Desktop&utm_medium=twitter&utm_campaign=Share_Top
 
https://plus.google.com/share?url=http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur&utm_source=Desktop&utm_medium=google&utm_campaign=Share_Top
 
mailto:?to=&subject=%5BLIPUTAN6%5D%20%EF%BB%BFJeritan%20Hati%20dan%20Air%20Mata%20Warga%20Bukit%20Duri%20Ketika%20Digusur%20&body=http%3A%2F%2Fnews.liputan6.com%2Fread%2F2612931%2Fjeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur&utm_source=Desktop&utm_medium=mail&utm_campaign=Share_Top
 
http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur&utm_source=Desktop&utm_medium=copylink&utm_campaign=Share_Top
 Total461

 
 
http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur#
 
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur
 
https://twitter.com/home?status=http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur
 
https://plus.google.com/share?url=http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur
 
mailto:?to=&subject=%5BLIPUTAN6%5D%20%EF%BB%BFJeritan%20Hati%20dan%20Air%20Mata%20Warga%20Bukit%20Duri%20Ketika%20Digusur%20&body=http%3A%2F%2Fnews.liputan6.com%2Fread%2F2612931%2Fjeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur
 
http://news.liputan6.com/read/2612931/jeritan-hati-dan-air-mata-warga-bukit-duri-ketika-digusur

 Sisa puing pemukiman warga yang tengah diratakan menggunakan alat berat di 
kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (28/9). Penertiban itu merupakan bagian dari 
program pemerintah pusat untuk menormalisasi Sungai Ciliwung. 
(Liputan6.com/Yoppy Renato)

 Liputan6.com, Jakarta - Dentuman belalai eskavator di permukiman Bukit Duri 
http://news.liputan6.com/read/2612798/mengapa-ahok-tak-mau-undur-penggusuran-warga-bukit-duri,
 Tebet, Jakarta Selatan, mengubah situasi menjadi tegang. Pekerjaan proyek 
normalisasi Sungai Ciliwung itu satu persatu meratakan bangunan dengan tanah.
 

 
 Suara bising reruntuhan bangunan menambah ketegangan di kawasan itu. Namun, 
warga setempat hanya dapat menyaksikan dari jauh tempat tinggal mereka dilumat 
alat berat.
 

 Warga pasrah dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu. Isak tangis seorang ibu 
sambil merangkul anak perempuannya, pun mengiringi proses pembongkaran bangunan 
itu.
 

 Amat, warga RT 06 RW 12, mengatakan bukan hal aneh jika ada warga menitikkan 
air mata. Apalagi, mereka yang sudah tinggal puluhan tahun di bantaran Kali 
Ciliwung itu, yang mungkin telah menyimpan ribuan kenangan.
 

 Menurut Amat, warga di kawasan terdampak relokasi itu dikenal sangat memegang 
budaya gotong royong. Mereka juga sangat erat memegang tali silaturahmi antar 
warga.
 

 "Saya lahir di Pulo. Kita di sini itu rukun banget kita. Jelas ini pada 
nangis," tutur pria yang mengaku sudah tinggal 28 tahun di lokasi gusuran, Rabu 
(28/9/2016).
 

 Sambil mengemas sisa barangnya, wajah Amat tampak berpeluh. Bukan hanya karena 
lelah, pria 63 tahun itu mengaku kurang enak badan akibat memikirkan 
penggusuran 
http://news.liputan6.com/read/2612875/ahok-ingin-dikenang-seperti-ali-sadikintersebut.
 

 "Saya dua malam enggak tidur. Badan enggak enak karena gusuran. Istri juga 
sakit kena gula," ujar dia.
 

 Bersama ketiga anaknya, kini Amat hanya bisa pasrah. Dia memilih tinggal di 
rumah kontrakan di kawasan Poncol, Tebet, Jakarta Selatan, daripada harus 
mengikuti imbauan Pemprov DKI ke Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur.
 

 "Saya ngontrak di Poncol. Ini rumah pribadi (yang digusur) dan ada sertifikat 
jual beli, PBB, ada. Ya nyaman enggak nyamanlah keadaan kita. Saya ikut warga 
saja bersatu," kata dia.
 

 Tak jauh berbeda dengan Amat, warga lain, Hanafi, juga menolak tegas 
penggusuran itu. Dengan nada emosi, pria 87 tahun itu menyatakan Pemprov DKI 
tidak berpihak pada rakyat kecil.
 Proses Hukum Masih Berjalan "Ini tidak manusiawi. Kalau soal pembangunan ya 
memang saya dukung. Ya, kan, kita manusia. Tapi ini digusur, sekalinya 
dibikinin rusun harus bayar," keluh Hanafi di depan rumahnya yang tampak sudah 
dibongkar sebagian.
 

 Padahal, menurut Hanafi, Pemprov DKI seharusnya melihat betapa santun warga 
Bukit Duri. Saat penggusuran berlangsung pun, mereka memilih jalur hukum 
ketimbang menggunakan otot.
 

 "Orang sini itu orang sadar. Enggak ada orang yang ngelawan pemerintah. Kami 
tinggal di sini juga nyaman. Watak warga baik dan rukun. Jadi dipencar-pencar 
sekarang," kata dia.
 

 Kakek yang mengaku sudah tinggal di Bukit Duri sejak 1944 itu pun 
mempertanyakan penertiban 
http://news.liputan6.com/read/2612835/wali-kota-jaksel-eksekusi-di-bukit-duri-lahan-tanpa-sertifikat
 yang tetap dilakukan, meski gugatan masih berlangsung.
 

 "Saya bingung. Sidang, tapi kok dapat SP3. Apa-apaan ini? Apa bukan ada 
permainan?" tanya Hanafi, yang merupakan warga tertua di kampung itu.
 

 Hanafi kini memilih tinggal bersama anaknya di Bogor, Jawa Barat. Sebab, dia 
keberatan soal biaya sewa Rusun Rawa Bebek dan jarak yang cukup jauh.
 

 "Saya enggak setuju Rawa Bebek. Saya enggak senang. Yang bangun pemerintah kan 
berarti untuk rakyat. Harusnya enggak bayar. Kita bayar berarti swasta, nyari 
keuntungan," Hanafi menandaskan.



 

Kirim email ke