res : Rahasia bagi umum, semua sehat. Jadi kalau ada orang gila dsb bisa 
dipilih rakyat. hehehehehe

http://www.antaranews.com/berita/587547/dokter-tidak-berhak-jelaskan-hasil-pemeriksaan-kesehatan-kontestan-pilkada


Dokter tidak berhak jelaskan hasil pemeriksaan kesehatan kontestan Pilkada
Jumat, 30 September 2016 14:06 WIB | 706 Views
Pewarta: Benardus Tokan 
 
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
  ... Etikanya memang sudah demikian... 
Kupang, NTT (ANTRA News) - Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes di Kupang, 
Dominikus Mere, mengatakan, para dokter yang ditugaskan untuk memeriksa 
kesehatan para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada 2017, 
tidak berhak untuk menjelaskan hasil pemeriksaan kepada publik.

"Etikanya memang sudah demikian. Kami sudah serahkan semua hasil pemeriksaan 
kesehatan tersebut kepada KPUD NTT di Kupang, Kamis (29/9) malam. KPUD NTT-lah 
yang berhak mengumumkan hasilnya kepada publik," katanya, di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan rumah sakit hanya diberi wewenang memeriksa kondisi kesehatan 
para calon kepala daerah sesuai petunjuk dari KPUD NTT, dan hasilnya diserahkan 
kepada KPUD NTT untuk diumumkan kepada publik.

"Kalau ada informasi yang menyebutkan ada bakal calon yang tidak sehat atau 
terlibat narkoba, misalnya, saya tidak berhak untuk menjelaskan, karena sudah 
terikat dengan etika. Kami hanya menjalankan tugas sesuai wewenang yang 
diberikan KPUD NTT," katanya.

Juru bicara KPUD NTT, Yosafat Koli, yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan, 
KPUD NTT sudah menerima hasil pemeriksaan kesehatan dari RSUD Prof Dr Johannes 
Kupang terhadap bakal calon bupati dan wakil bupati Flores Timur, Lembata, dan 
Kota Kupang.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke