“Lahan Transmigrasi Baru Terus Diperluas”, maka oleh karena itu pembakaran 
hutan terus berlangsun sebagai ritual kemajuan. hehehehe


http://id.beritasatu.com/macroeconomics/lahan-produktif-berkurang-lahan-transmigrasi-baru-terus-diperluas/150549


Lahan Produktif Berkurang, Lahan Transmigrasi Baru Terus Diperluas
Jumat, 30 September 2016 | 15:37

  Salah satu lahan pertanian di Jawa Timur. Foto ilustrasi: Portal ID/gora 
kunjana



Berita Terkait

  a.. Lahan Petani Berkurang, Harga Pangan Tidak Stabil 
  b.. Menkop-Mendes Sinergikan Koperasi dan BUMDes 
  c.. Lulusan Sarjana Diminta Jeli Manfaatkan Peluang Desa 
  d.. Pengawasan Dana Desa Harus Didukung Keterbukaan Publik 
  e.. Universitas NU Bangun Gedung Baru 
YOGYAKARTA- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko 
Putro Sandjojo berkomitmen memperluas lahan transmigrasi baru sebagai 
substitusi lahan pangan produktif di Pulau Jawa yang terus berkurang.

"Kalau lahan baru tidak kita buka lagi maka masalah pangan akan semakin 
meningkat dan semakin menguras devisa negara di masa-masa yang akan datang," 
kata Menteri Eko seusai Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Transmigrasi 
Membangkitkan Industrialisasi Pertanian dari Pinggiran" di Yogyakarta, Jumat.

Eko –seperti dilansir Antara-- mengatakan terkait perluasan pembukaan lahan 
untuk transmigrasi dan pembangunan desa baru di luar Jawa, Kementerian Desa 
masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, serta kementerian 
terkait lainnya. Mengenai hal itu, Presiden Joko Widodo telah meminta 17 
kementerian lainnya untuk memberikan dukungan sepenuhnya.

Menurut dia, program transmigrasi dan pembangunan desa baru di luar Jawa saat 
ini menjadi fokus utama di kementeriannya. Apabila program itu gagal, Eko 
khawatir seiring terus pertumbuhan jumlah penduduk, Indonesia akan menjadi 
negara pengimpor pangan terbesar yang terus-menerus menguras devisa negara.

"Karena Indonesia negara akan menjadi negara maju maka kebutuhan pangannya akan 
naik, bukan hanya karena pertumbuhan penduduk, namun juga karena peningkatan 
taraf hidup," kata dia.

Selain itu, guna mendukung target ketahanan pangan nasional, ia juga berharap 
setiap desa dapat fokus menghasilkan satu produk unggulan yang dicanangkan 
melalui program one village one product (satu desa satu produk). Dengan 
demkian, menurut dia, masing-masing desa dapat menghasilkan satu produk dengan 
skala besar.

"Kalau desa hanya menghasilkan produk komoditas dengan skala kecil dan tidak 
memiliki sarana pascapanen maka akan muncul persoalan klasik yakni harga 
komoditas jatuh saat panen," kata dia.

Mantan Menteri Trasmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Siswono Yudo Husodo 
mengatakan sesuai pengamatan yang ia lakukan program transmigrasi di Indonesia 
terus mengalami kemerosotan dari tahun ke tahun.

Akibatnya, Indonesia menjadi negara pengimpor pangan seperti gula dan kedelai 
terbesar di dunia sejak 2013. "Kalau ini tidak segera ditanggapi dengan 
tindakan nyata maka impor ini akan terus menguras devisa negara," kata dia. 
(gor)

Kirim email ke