Mestinya, dinaikkan bendera setengah tiang untuk mengenang 3 juta manusia Indonesia tak bersalah yang dibantai oleh Sarwo Edhi Wibowo/RPKAD dan para milisianya, karena dituduh sebagai PKI/Komunis.

------ Original Message ------
From: "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To:
Sent: Saturday, 1 Oct, 2016 At 9:15 AM
Subject: [GELORA45] Peringatan G30S/PKI Sepi, MUI: Apa Rezim Ini Pro PKI?
    
  
      
                    
  


res : Untuk tambah info,  silahkan lihat juga lampiran “masacrcre---“

 

http://www.suara-islam.com/read/index/19957/Peringatan-G30S-PKI-Sepi--MUI--Apa-Rezim-Ini-Pro-PKI- <http://www.suara-islam.com/read/index/19957/Peringatan-G30S-PKI-Sepi--MUI--Apa-Rezim-Ini-Pro-PKI->

 
 Peringatan G30S/PKI Sepi, MUI: Apa Rezim  Ini Pro PKI?
Jumat, 30/09/2016 22:18:25 | Dibaca :  1328

Facebook Twitter Gplus
 Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Tengku  Zulkarnain
Jakarta (SI Online) -  Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Tengku Zulkarnain, mengkritik sepinya  peringatan 30 September untuk mengenang jenderal yang terbunuh oleh Partai  Komunis Indonesia (PKI). Seharusnya pemerintah menginstruksikan untuk memasang  bendera setengah tiang.

 

"Tujuh jenderal dibunuh PKI, tahun Ini tidak  ada perintah pasang bendera setengah tiang tanggal 30 September. Apa rezim Ini  pro PKI ya?" tanyanya lewat kicauan di Twitter, Jumat (30/9).

 

Gerakan 30 September PKI 1965 atau yang juga  akrab disingkat G-30 S/PKI kembali menjadi perbincangan hangat di lini masa. Di  Twitter, G-30 S/PKI menjadi salah satu trending topic.

 

Sejumlah netizen bahan memajang foto-foto  jenderal yang selama ini dianggap menjadi korban keganasan PKI. Di antaranya  seperti Mayjend S. Parman, Mayjend Soeprapto dan Mayjend MT. Haryono.   "Mari sejenak kita mendoakan para pahwalan yang gugur dalam G-30 S/PKI," tulis  akun Gen4Defender, Jumat (30/9).

 

Seorang netizen menyayangkan minimnya  pemberitaan tragedi ini. Media arus utama lebih banyak memberitakan sidang kopi  Jessica atau Pilkada. "G-30 S/PKI seakan menghilang ditutupi sidang kopi Jessica  ataupun Pilkada," tulis akun Cullenfebr.

 

Di era Orde Baru, setiap malam 30 September  selalu ditayangkan film tentang keganasan PKI. Namun sejak reformasi pemutaran  film tersebut ditiadakan.

 

red: adhila

sumber:  republika


      
                

                

Kirim email ke