http://erabaru.net/2016/10/01/real-estate-tiongkok-alami-penggelembungan-paling-parah/
 
http://erabaru.net/2016/10/01/real-estate-tiongkok-alami-penggelembungan-paling-parah/

 Real Estate Tiongkok Alami ‘Penggelembungan’ Paling Parah By Erabaru 
http://erabaru.net/author/erabaru/ -
  01/10/2016
 


 Share on Facebook 
http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2016%2F10%2F01%2Freal-estate-tiongkok-alami-penggelembungan-paling-parah%2F
  Tweet on Twitter 
https://twitter.com/intent/tweet?text=Real+Estate+Tiongkok+Alami+%E2%80%98Penggelembungan%E2%80%99+Paling+Parah&url=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2016%2F10%2F01%2Freal-estate-tiongkok-alami-penggelembungan-paling-parah%2F&via=Erabaru
  
http://plus.google.com/share?url=http://erabaru.net/2016/10/01/real-estate-tiongkok-alami-penggelembungan-paling-parah/
  
http://pinterest.com/pin/create/button/?url=http://erabaru.net/2016/10/01/real-estate-tiongkok-alami-penggelembungan-paling-parah/&media=http://erabaru.net/wp-content/uploads/2016/10/gedung.jpg&description=Real+Estate+Tiongkok+Alami+%E2%80%98Penggelembungan%E2%80%99+Paling+Parah

 
 http://erabaru.net/wp-content/uploads/2016/10/gedung.jpg?e6e6d7 Pada saat 
harga perumahan di beberapa kota besar seperti Shanghai terus naik, harga 
perumahan di ribuan kota kecil justru terus menurun. Bahkan banyak perumahan 
baru dalam keadaan kosong. (Getty Images)
 Oleh: Chen Qiuying
 Laporan CNN Money menyebutkan bahwa, setelah mengalami peningkatan tajam dan 
crash pasar saham Tiongkok tahun lalu, istilah ‘gelembung’ menjadi sangat 
sensitif sehingga menarik perhatian publik.
 “Ini merupakan penggelumbungan yang paling parah sepanjang sejarah,” komentar 
orang terkaya Tiongkok, Wang Jianlin ketika diwawancarai CNN Money pada Rabu 
(28/9/2016).
 Malapetaka yang terjadi di bursa saham telah membuat jutaan investor kecil 
kehilangan seluruh tabungan mereka, karena mereka percaya bahwa rezim di 
Beijing katanya tidak akan membiarkan malapetaka tersebut terjadi di Tiongkok.
 Setelah pihak berwenang menggunakan segala cara untuk menyelamatkan pasar, 
industri real estate juga mungkin membuat pemimpin Tiongkok sakit kepala.
 Wang Jianlin percaya bahwa masalah terbesar yang sedang terjadi sekarang 
adalah pada saat harga perumahan di beberapa kota besar seperti Shanghai terus 
naik. Harga perumahan di ribuan kota kecil justru terus menurun. Bahkan banyak 
perumahan baru dalam keadaan kosong.
 “Saya tidak melihat ada cara yang baik untuk memecahkan masalah tersebut. 
Pemerintah sudah menerapkan berbagai langkah, termasuk dengan membatasi 
pembelian atau pembatasan lewat pemberian kredit, tetapi hasilnya tidak 
tampak,” kata Wang Jianlin.
 Laporan menyebutkan, sementara pertumbuhan ekonomi sedang melamban, tetapi di 
saat yang sama tingkat hutang justru meningkat pesat. Gelembung pasar real 
estate benar-benar dapat mengkhawatirkan.
 Industri perumahan Tiongkok sudah menyerap begitu banyak dana. Menurut angka 
yang diperoleh lembaga riset ekonomi independen Capital Economics bahwa, dana 
perbankan Tiongkok yang diserap oleh industri tersebut melalui pinjaman sudah 
mencapai RMB 24 triliun.
 “Masalahnya adalah bahwa perekonomian Tiongkok belum menyentuh dasar. Jika 
leverage terlalu cepat dipindahkan maka akan lebih merusak ekonomi. Jadi kita 
perlu menunggu sampai ekonomi sudah masuk ke jalur rebound, baru secara 
bertahap menurunkan leverage dan hutang,” kata Wang Jianlin..
 Namun, ia tidak khawatir terhadap ekonomi Tiongkok yang akan menemui 
‘pendaratan keras’. Laporan CNN Money mengatakan bahwa komentar dari orang 
paling kaya Tiongkok Wang Jianlin memiliki bobot.
 Padahal, peringatan Wang Jianlin tentang pasar perumahan di Tiongkok bakal 
mengalami kesulitan sudah diberikan pada beberapa waktu lalu.
 Sejumlah media Daratan melaporkan, saat Wang diwawancara ia pernah 
mengisyaratkan bahwa krisis industri perumahan sudah tiba.
 “Kita tidak bisa lagi terus menerus membangun perumahan,” katanya kala itu.
 Seperti yang banyak diketahui publik bahwa Wang mencapai keberhasilan melalui 
industri real estate. Perusahaan Wanda Group miliknya telah menjadi pengembang 
bangunan komersial dan gedung perkantoran besar. Tetapi, Wanda yang sekarang 
secara bertahap sedang mengurangi kegiatan bisnis di industri ini.
 Berita Wall Street Journal pada Senin (26/9/2016) menyebutkan, Wanda Group 
yang memulai bisnis dan mencapai kesuksesan besar melalui industri real estate, 
namun seiring dengan pasar industri tersebut yang terus melemah dan mengalami 
penyusutan keuntungan, maka perusahaan kini mulai beralih ke industri layanan 
dan hiburan.
 Wanda pada 2012 mengakuisisi perusahaan AMC di AS dengan dana USD 2.6 miliar. 
Pada Juli tahun ini, Wanda Group kembali mengakuisisi Carmike Cenemas 
(perusahaan AS) dengan nilai USD. 1.2 miliar. Januari tahun ini, Wanda Group 
menginvestasikan dana sebesar USD 3.5 miliar untuk mengakuisisi perusahaan 
Hollywood AS Legendary Entertainment.
 Pekan lalu, Wanda Group mengumumkan rencananya untuk menyertakan modalnya di 
perusahaan Hollywood, Sony Pictures Entertainment (Sony Pictures).
 Berita terbaru mengatakan bahwa Wanda Group juga sudah siap untuk bernegosiasi 
dengan Dick Clark Production yang pernah menggondol Golden Globe Awards yang 
nilai akuisisinya diperkirakan mencapai USD 1 miliar.
 Namun, menurut CNN Money, yang paling diharapkan oleh Wang adalah untuk 
mengontrol salah satu dari keenam perusahaan pembuat film Hollywood. Keenam 
perusahaan pembuat film itu termasuk 20th Century Fox, Paramont, Columbia, 
Universal Pictures, Warner Bros dan Disney.
 “Kami sedang menanti kesempatan. Ini mungkin baru terealisir dalam 1 atau 2 
tahun, bahkan mungkin lebih lama lagi, tetapi kami memiliki kesabaran,” kata 
Wang Jianlin. (Secretchina/sinatra/rmat)

 

 

Kirim email ke