Bung Chalik,
Kamil ini bisa2 dituduh jadi antek pengembang lho.
Dia itu arsitek terkenal dulunya, tidak saja di Indonesia,
tetapi juga di luar negeri.
Di Bandung ada proyek baru 300 ha dari pengembang di Gedebage.
ITB ingin bangun pusat research dan pengembangan di sana.
Minta pada pengembangnya, yang alumni ITB. Dia beri 2 ha tanah.
ITB supaya bangun sendiri.
Kamil mengantartkan team pengembang ke Singapore,
belajar tata kota pembangunan Singapore.
Yang mengepalai tata kota Singapura ini, arsitekt ex ITB,
yang pernah jadi docent di ITB,.
Sebelumnya aktif di Dewan Mahasiswa ITB.
Dulunya 2 tingkat duluan dari Kamil.
Orang Indonesia yang hebat2 banyak di luar negeri.
Saya kira, selain tax amnesty, penyelesaian diaspora bisa membawa
banyak uang masuk Indonesia.
Orang kan lebih untung menaruh uangnya di bank Indonesia,
dari pada tanpa rente di luar negeri.
Tetapi ya harus jadi penduduk Indonesia dulu.
Kalau tinggal di Indonsia, dan mau kerja sukarela sehari dalam
seminggu saja, karena sudah berusia lanjut,
saya kira banyak manfaatnya.
Tidak seperti sekarang. Teman kita balik selamanya di Indonesia, tetapi
tidak boleh praktek dokter, meskipun punya dua ijasah dari Tiongkok dan
Amsterdam. Jadi praktek accupunctuur saja.
Salam,
KH

2016-10-01 5:34 GMT+02:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Facebook
> <http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.okterus.com%2F10108-jeniusnya-cara-ridwan-kamil-bela-ahok-soal-penggusuran-dhani-dan-ratna-cs-pasti-bungkam>
> Twitter
> <https://twitter.com/intent/tweet?text=Jeniusnya%20Cara%20Ridwan%20Kamil%20bela%20Ahok%20soal%20Penggusuran%2C%20Dhani%20dan%20Ratna%20Cs%20pasti%20Bungkam%21&url=http://www.okterus.com/10108-jeniusnya-cara-ridwan-kamil-bela-ahok-soal-penggusuran-dhani-dan-ratna-cs-pasti-bungkam>
> *OkTerus.com –* Masalah untuk penggusuran memang masih sangat sering
> dijadikan senjata paling ampuh untuk bisa menyerang calon petahana Gubernur
> Jakarta, Ahok.
> Apalagi jelang pilkada seperti ini, tentu akan banyak sekali flash back
> tentang bagaimana proses penggusuran yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI
> Jakarta khususnya.
> Frame yang ingin ditonjolkan di dalam informasi penggusuran tersebut
> biasanya ditujukan untuk pandangan miris rakyat kecil yang seakan terlihat
> dizalimi oleh pemerintah.
> [image: Meme Ridwan Kamil Bela Ahok.]Meme Ridwan Kamil Bela Ahok.
> Padahal, penggusuran yang seharusnya disebut sebagai relokasi ini
> merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta agar bisa
> menata daerah bantaran sungai agar bisa menanggulangi permasalahan banjir.
> Dari tempat yang tidak layak huni serta kumuh di wilayah bantaran sungai
> itu, para warga bakal direlokasi ke rusun yang juga telah dipersiapkan oleh
> Pemprov DKI Jakarta sebelum melakukan relokasi tersebut.
> Ternyata, polemik penggusuran itu tak hanya menimpa Ahok saja. Sebagai
> Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil ternyata punya masalah yang sama saat ingin
> menggusur rumah para warga yang ada dibantaran kali.
> Di dalam status miliknya, Ridwan Kamil menuliskan pembelaan untuk proses
> relokasi tersebut di dalam sebuah gambar yang sangat mengena untuk
> dimengerti para netizen.
> [image: Tweet Ridwan Kamil.]Tweet Ridwan Kamil.
> Sontak saja, tweet dari Ridwan Kamil tersebut pun mendapatkan respon yang
> sangat positif dari para netizen.
> Kebanyakkan dari mereka mendukung kebijakan yang dilakukan olehnya ataupun
> oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok.
> Penggusuran Kampung Pulo
> Gubernur DKI Jakarta, Ahok menyatakan kalau tujuan dari relokasi yang
> dilakukan di daerah kampung pulo merupakan bukan hanya untuk normalisasi
> Kali Ciliwung saja supaya bebas banjir. Terdapat alasan lainnya yang tidak
> kalah pentingnya dari hal tersebut.
> “Target saya tahun ini cuma Kampung Pulo tidak banjir. Saya prioritas
> utama sungai, jalan inspeksi dan waduk. Saya ingin mengembalikan lebar
> sungai berapa dahulu,” ucapnya dikutip OkTerus.com.
> Ahok menyatakan bahwa dulu, lebar dari Kali Ciliwung mencapai 20-50 meter.
> Sekarang, sudah menyusut hanya sekitar 3-5 meter saja.
> “Dahulu sungai lebarnya 20-50 meter, sekarang tinggal 3 sampai 5 meter.
> Apakah 15 meter itu dari zaman dahulu? Enggak mungkin. Itu jelas lahan
> urukan,” ucapnya.
> *Warga Kampung Pulo senang usai direlokasi*
> Rusunawa yang berlokasi di Jatinegara Barat menjadi tempat berlabuh dari
> para korban relokasi di Kampung Pulo.
> Salah seorang warga yang bernama Putri (27) menyatakan kalau dirinya cukup
> nyaman tinggal di rusun tersebut.
> “Enak, nyaman di sini. Udah gitu airnya bersih,” terangnya dikutip
> OkTerus.com saat berada di rusun tersebut,
> Hal serupa turut diutarakan oleh Wahyudi (40) yang menyatakan bahwa
> dirinya beserta dengan 12 cucunya senang pindah di rusun tersebut.
> [image: Korban Penggusuran Kampung Pulo.]Korban Penggusuran Kampung Pulo.
> “Lingkungan ya. Di sini kan (rusun) bersih, adem, banyak anginnya, air
> bersih, tidak kumuhlah. Kalau di sana (Kampung Pulo), dekat kali, terus
> juga kadang airnya butek, kalau nyusut air kalinya bau,” tegas Wahyudi.
> “Ya kami jadi nggak khawatir. Kadangkan kalau (anak/cucu) di rumah apalagi
> di pinggir jalan, kami khawatir kalau ada mobil atau apa. Kalau di sini
> nggak. Paling kami dampingi aja kalau cucu naik lift atau turun tangga.
> Biar tidak kejepit atau kesandung. Kayak sekarang aja, saya nemenin mereka
> main sepeda,” lanjutnya lagi.
>
> Penulis: Hirarki
>
> 
>

Kirim email ke