"Hari Kesaktian Orde Baru"
"Keberadaan
Pancasila sebagai sebuah falsafah hidup mengundang tanda tanya besar
ketika 1 Oktober dijadikan sebagai hari Kesaktian Pancasila. Sebagian
orang memandang keinginan untuk mempertahankan peninggalan kebijakan
orde baru itu justru melemahkan esensi Pancasila sebagai falsafah,
penuntun manusia untuk hidup sebagai layaknya manusia beradab. Betapa
tidak, bila Kesaktian Pancasila itu lahir atas dasar peristiwa
berdarah, yang merupakan lembaran hitam bangsa ini. Logika mana yang
dapat membenarkan bahwa Pancasila dianggap sakti ketika militer dan
rakyat berhasil "menyelamatkannya" dengan melenyapkan
jutaan nyawa manusia Indonesia yang notabene mengakui Pancasila
sebagai miliknya juga? Jika pun yang dibunuh itu adalah kaum komunis,
adakah Pancasila menuntun bangsa ini untuk menghabisi nyawa mereka?
Bukan hasrat ingin mengecilkan arti gugurnya beberapa jenderal di
Lubang Buaya, namun apakah Pancasila mengajarkan untuk membunuhi
orang lain (baca: rakyat) sebagai bayaran bagi tujuh jenderal itu?
Tidaklah salah jika ada kalangan yang berpandangan bahwa pembunuhan
besar-besaran pasca peristiwa 30 September 1965 itu bukan atas arahan
atau tuntunan Pancasila, tetapi dilakukan oleh "oknum"
pemerintah transisi saat itu. Artinya, Pancasila tidak harus menjadi
kambing hitam sebagai "terdakwa" dalam diskursus ini. Jika
logika tersebut boleh kita adopsi bersama sebagai sebuah kebenaran,
maka sesungguhnya yang sakti itu bukan Pancasila, tetapi "oknum"
pemerintah transisi masa itu alias pemerintah orde baru. Jadi
seharusnya bukan hari Kesaktian Pancasila, tetapi hari Kesaktian Orde
Baru. (“Menggugat
Kesaktian Pancasila”, Hoki-30 Sep 2007)
------ Original Message ------
From: "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To:
Sent: Saturday, 1 Oct, 2016 At 3:20 PM
Subject: [GELORA45] Ketua MPR peringati Hari Kesaktian Pancasila di
Lubang Buaya
http://www.antaranews.com/berita/587735/ketua-mpr-peringati-hari-kesaktian-pancasila-di-lubang-buaya?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news
<http://www.antaranews.com/berita/587735/ketua-mpr-peringati-hari-kesaktian-pancasila-di-lubang-buaya?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news>
Ketua MPR peringati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Sabtu, 1 Oktober 2016 10:03 WIB | 1.607 Views
Pewarta: Try Reza Essra
Ketua MPR peringati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membacakan teks Pancasila dalam
peringatan Hari Kesaktian Pancasila (MPR)
Jakarta (ANTARA News) - Dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada
1 Oktober 2016, Ketua MPR Zulkifli Hasan membacakan teks Pancasila di
Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur.
Di hadapan pasukan TNI dan polisi dari berbagai kesatuan serta para
pelajar SD, SMP, dan SMA, Zulkifli Hasan membacakan teks Pancasila
secara khimad, demikian menurut siaran pers MPR, Sabtu.
Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Gatot
Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, staf TNI, para menteri dalam Kabinet
Kerja, atase pertahanan negara sahabat, serta ratusan undangan
lainnya.
Dalam upacara yang dilaksanakan pukul 08.00 WIB itu, selain dibacakan
teks Pancasila, juga dibacakan teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan
Ikrar. Bagi peserta upacara, peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu
juga digunakan untuk melihat peristiwa yang terjadi di tahun 1965,
sebuah peristiwa tragis pembunuhan pimpinan TNI AD. Di tempat itu ada
diaroma sejarah dan gambaran peristiwa penyiksaan pada para petinggi
TNI AD.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016