http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726
/senyum.jokowi.dan.konglomerat.yang.turun.gunung
Senyum Jokowi dan Konglomerat yang Turun
Gunung
Minggu, 2 Oktober 2016 | 07:30 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726/senyum.jokowi.dan.konglomerat.yang.turun.gunung#komentar>
*
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726/senyum.jokowi.dan.konglomerat.yang.turun.gunung#>
10365
Shares
Istimewa Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang berbincang dengan para
pengusaha besar nasional.
Terkait
* Komisi XI: Potensi Tax Amnesty dari UMKM Tinggi
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/01/184400826/komisi.xi.potensi.tax.amnesty.dari.umkm.tinggi?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd>
* Bos BEI: Tebusan Tax Amnesty Hingga Akhir Periode Bisa Tembus Rp 150
Triliun
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/01/143326426/bos.bei.tebusan.tax.amnesty.hingga.akhir.periode.bisa.tembus.rp.150.triliun?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd>
* Apindo Minta Ditjen Pajak Buka Layanan "Tax Amnesty" di Tanah Abang
dan Mangga Dua
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/01/201600526/apindo.minta.ditjen.pajak.buka.layanan.tax.amnesty.di.tanah.abang.dan.mangga.dua?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd>
* Ini yang Diminta Pengusaha Setelah Program "Tax Amnesty"
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/01/154207226/ini.yang.diminta.pengusaha.setelah.program.tax.amnesty.?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd>
* Berkat "Tax Amnesty", Pasar Modal Indonesia Kalahkan Singapura
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/01/193821326/berkat.tax.amnesty.pasar.modal.indonesia.kalahkan.singapura?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd>
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Periode pertama program pengampunan pajak atau
/tax amnesty/ sudah berakhir. Soal capaian, Presiden Joko Widodo
tersenyum pada Jumat malam (30/09/2016).
Sebelum tutup periode pertama /tax amnesty/, Presiden mengumumkan harta
yang dilaporkan kepada negara dalam rangka /tax amnesty/ sudah menembus
Rp 3.500 triliun.
Presiden bahkan memastikan angka itu akan terus menanjak hingga
penutupan pemberlakuan program /tax amnesty/ pada 31 Maret 2017 mendatang.
"Terima kasih kepada seluruh wajib pajak, dunia usaha, masyarakat, yang
telah berpatisipasi dalam program /tax amnesty/," ujar Presiden di
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat malam.
"Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh petugas pajak,
aparat pajak yang dalam tiga bulan terakhir bekerja betul-betul dan
sebulan terakhir ini kerja sampai tengah malam," ucap Jokowi.
Sepekan sebelum senyum Presiden merekah di kantor pajak, pemerintah
mengundang orang-orang superkaya Indonesia untuk makan malam di Istana
Negara. Undangan makan malam itu tentu bukan tanpa maksud.
Presiden meminta para konglomerat itu untuk ikut program /tax amnesty/
yang banyak menuai pro dan kontra.
Namun, permintaan itu tidak langsung diiyakan oleh para pengusaha.
Pemilik Sriwijaya Air Chandra Lie mengungkapkan, para pengusaha meminta
pemerintah untuk memperpanjang tarif tebusan 2 persen /tax amnesty/
hingga akhir 2016.
Sayangnya, permintaan pengusaha juga tidak bisa dikabulkan pemerintah.
Sebab, ketentuan tarif 2 persen sudah tertera sangat detail dalam
Undang-Undang Pengampunan Pajak dan hanya berlaku sampai 30 September 2016.
Dari salah satu foto yang dirilis oleh Kantor Sekretariat Kepresidenan,
tampak Menteri Keuangan Sri Mulyani dikelilingi oleh para pengusaha
besar di Indonesia di sela-sela makan malam itu.
*(Baca: Ketika Sri Mulyani "Dikepung" Para Konglomerat)*
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/29/060800626/ketika.sri.mulyani.dikepung.para.konglomerat?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd>
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu rupanya melancarkan "rayuannya"
untuk membujuk para konglomerat untuk ikut program /tax amnesty/.
Akhirnya, pemerintah dan pengusaha mencapai titik temu. Tarif tebusan 2
persen tidak diperpanjang, tetapi pemerintah memberikan izin para
pengasuha melengkapi berkas administrasi hingga akhir tahun sepanjang
membayar tarif tebusan sebelum periode pertama berakhir.
Pasca-makan malam itu, para konglomerat langsung turun gunung. Sejumlah
konglomerat datang ke kantor pajak melaporkan hartanya dalam rangka /tax
amnesty/ secara terbuka kepada publik.
Para konglomerat itu ialah bos Sriwijaya Air Chandra Lie, bos Bakrie,
Aburizal Bakrie, bos Indofood Anthoni Salim dan Franky Welirang, bos
Sinarmas Franky Widjaja, dan bos Alfamart Djoko Susanto.
Saat memberikan pernyataan kepada wartawan, hampir semua konglomerat itu
mengungkapkan bahwa keputusannya ikut /tax amnesty/ sebagai tindak
lanjut dari acara makan malam di Istana Negara.
Sebelumnya, para konglomerat lainnya sudah mengikuti program /tax
amnesty/ sebelum pertemuan di Istana Negara, di antaranya bos Gemala
Grup Sofyan Wanandi, bos Lippo Grup James Riyadi, bos Mahaka Grup Erick
Thohir, dan bos Adaro Energy Garibaldi Thohir.
Sri Mulyani sendiri mengapresiasi turun gunungnya para konglomerat
tersebut. "Kalau masalah pajak turun gunung semuanya. Karena kalau
enggak turun, saya yang datangi gunungnya," kata perempuan yang kerap
disapa Ani itu sambil tersenyum.
Kompas TV Total Aset Tax Amnesty Capai Rp 4.000 T
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
* Tax Amnesty
<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/4255/1/tax.amnesty?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=ktopird>
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Bambang Priyo Jatmiko